Kembali ke Artikel
We A Group (WAG)
04 Feb/2021

We A Group (WAG)

04 Feb 2021 In Way

Inway # 131

 

Oleh : Rusmiati Indrayani

 

Masa perkuliahan semester ganjil usai, UAS selesai dan nilai kumulatif juga sudah diserahkan kepada staf kampus yang mengurusi akademik untuk diinput guna keperluan KRS-an mahasiswa. Namun ketika mereka menuruti sebuah keinginan dan kemudian pergi, saya merasa sendiri agak sepi. Semacam perasaan kehilangan. Bagaimanapun sebuah perpisahan acapkali mengingatkan pada hal-hal berarti dari hubungan itu sendiri. Keberatan adalah rasa yang tidak terelakkan.

 

Beberapa hari di belakang saya bersih-bersih WA, menyingkirkan pesan masuk  kadaluarsa di jalur pribadi dan menghilangkan nama group di beranda hp. Ketika mengamati beberapa WA group yang sudah habis masa gunanya, saya memberitahu supaya anggota group keluar dengan sukarela dan atau meminta kepada admin group untuk mengeluarkan nomor kontak anggota group satu persatu. Dengan alasan mata kuliah yang saya ampu berakhir maka group akan dihapus.

 

Saya menggunakan WA group, dan dosen pengampu mata kuliah lain juga melakukan hal yang sama untuk memudahkan komunikasi terkait pelaksanaan mata kuliah pada semester berjalan. Isinya sekitar informasi perkuliahan, memberitahu pelaksanaan kuliah secara reguler, informasi perubahan jadwal kuliah dan  perintah mengirimkan tugas, serta informasi daftar kehadiran atau minta izin tidak masuk karena berhalangan oleh dosen dan mahasiswa.

 

Pada mata kuliah penugasan berbasis penelitian, pekerjaan mahasiswa juga di-upload di WAG dalam bentuk PDF. Dengan harapan supaya hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat diketahui juga oleh teman-temannya. Ketika pada mata kuliah lain  mungkin jawaban ujian atau tugas mahasiswa bersifat tertutup dan rahasia, pada mata kuliah seperti metodologi penelitian kualitatif, justru saya menaruh harapan supaya hasil penelitian yang dilakukan bisa dibaca dan diketahui secara terbuka oleh anggota. Namun entahlah nasib sebuah pengharapan jika minat baca yang rendah menjadi salahsatu kendala. 

 

Sebagai lanjutan  dari ruang kuliah, mulai semester ini, pasca mata kuliah metodologi penelitian kualitatif, saya melakukan pekerjaan pendalaman materi kuliah dalam bentuk kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa. Mungkin akan berguna di kemudian hari. Dalam pikiran saya pengetahuan yang diikuti latihan merupakan jalan untuk memeroleh sebuah keterampilan. Semakin rajin berlatih semakin terasah keterampilan meneliti. Sambil mengajar sesungguhnya saya sedang belajar.

 

Dalam penelitian kualitatif, sesuai sifatnya yang naturalistik, ia lebih menekankan kegiatan proses. Teknik deskripsi melalui kekuatan kata-kata adalah inti dari proses ini. Langkah penelitian pun fleksibel. Bisa dimulai dari membaca teori, melakukan survey awal, bisa juga dari sedikit catatan wawancara atau dari penelusuran pustaka berupa artikel jurnal penelitian terdahulu. 

 

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian lebih beragam sesuai dengan sifat penelitian yang diinginkan. Jika saya yang adalah anak suku Banjar Kalsel ini tertarik meneliti masalah yang berhubungan dengan “darah” kesukuan, maka pilihannya jatuh pada pendekatan etnografi (survey partisipan) sebab peneliti menjadi bagian dalam penelitian. Jika tertarik mengkaji isu-isu sosial yang hangat diperbincangkan, pendekatan fenomenologi cocok digunakan. Inti meneliti adalah tetang kemauan atau rasa suka dan sedikit penguasaan metode atau kemampuan materi. Meneliti merupakan bagian dari panggilan jiwa untuk mengabdi kepada pengembangan ilmu pengetahuan selain tujuan praktis sebagai portofolio bagi yang bersangkutan.

 

Dalam kegiatan penelitian terbimbing, saya memilih beberapa orang saja. Semoga mereka bersedia bekerja dan mengikuti arahan, sebab jika semua berjalan sesuai rencana, topik penelitian yang mereka minati otomatis akan menjadi pekerjaan skripsi.

 

Dalam kondisi masa akut yang belum sembuh dari pandemi, perangkat hape pintar dan jaringan internet menjadi sepasang kekasih kiriman dari surga. Salahsatu tidak tersedia maka akan sempoyogan gerak langkahnya. Berkomunikasi melalui sarana teknologi dalam WAG menjadi alat yang memudahkan pekerjaan dan meringankan pendanaan. Group WA mata kuliah efektif membantu pelaksanaan pendidikan selama penerapan sistem daring. 

 

WAG menjadi alat yang memudahkan komunikasi. Ketika memutuskan untuk menghapus group, saya terharu membaca respon beberapa mahasiswa. Mereka ramai mengucapkan salam perpisahan diiringi ucapan terimakasih dan sedikit sanjungan untuk kesediaan berbagi ilmu dan kesabaran saya dalam menghadapi mahasiswa. Pada bagian menjadi seseorang yang “sabar” saya belum percaya walaupun station sabar adalah usaha yang terus diupayakan dalam jangka panjang sepanjang umur kehidupan. Selain mereka juga mendoakan kesehatan dan murah rezeki. 

 

Doa adalah sebuah pengharapan yang jauh dari perkara basa-basi. Di berbagai doa dan ucapan mahahiswa yang berkemas pamit keluar group, saya mengapresiasi secara istimewa. 

 

Meyakini sebuah doa adalah bentuk lain dari keinginannya terijabahnya doa. Namun rasa riang harus disempurnakan.

Dari cara mahasiswa merespon perkataan dosennya untuk bersih-bersih group, selain hal-hal baik yang saya sebutkan, ada juga di antara mereka yang keluar begitu saja, tanpa salam, tanpa pamit, tanpa permisi. Bahkan dari sekian respon gersebut,  ada seorang admin group yang langsung mengeluarkan saya dari WAG. Padahal saya ingin menjadi orang terakhir yang keluar group sebelum admin mengunci pintu WA.

 

Tetapi tentu saja tidak apa-apa, saya baik-baik kok. Mungkin dengan mengeluarkan satu orang, WAG dapat dimanfaatkan ulang untuk keperluan lain. Ups !

Article Lainnya


Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Inway # 135 Oleh : Rusmiati Indrayani (Indrayani Indra) Masa perkuliahan semester ...

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

PARADASE.id - Sebanyak 242 anggota Polres Bontang menjalani tes urin dadakan, sebagai tindak lanjut ...

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

PARADASE.id - Sekitar 150 tenaga kesehatan (nakes) di Bontang terkonfirmasi positif selama masa pand...

Mantan Berulah, Pukul Pujaan Hati Karena Tak Dikasih Kata Kunci HP

Mantan Berulah, Pukul Pujaan Hati Karena Tak Dikasih Kata Kunci HP

PARADASE.id - Polres Bontang mengamankan ZN (20 tahun) akibat penganiayaan yang dilakukan kepada puj...

JELAJAH