Kembali ke Artikel
WBP Terlibat Peredaran Sabu, Lapas Kelas IIA Bontang Akui Kekurangan Personil untuk Awasi Napi Konferensi pers Lapas Kelas II A Bontang terkait kasus peredaran narkoba. (Paradase.id)
15 Sep/2021

WBP Terlibat Peredaran Sabu, Lapas Kelas IIA Bontang Akui Kekurangan Personil untuk Awasi Napi

15 Sep 2021 Berita Utama Bontang

PARADASE.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang berhasil mengungkap peredaran  narkotika  dengan barang bukti sabu seberat 1,2 kg pada 24 Agustus 2021 lalu. 

 

Dari hasil pengembangan tersebut diketahui pelaku yang berinisial HS  mendapatkan barang haram tersebut dari Tarakan, Kalimantan Utara menggunakan jalur darat. 

 

Pun untuk melancarkan peredaran  sabu tersebut, HS menggunakan jasa seorang oknum warga binaan permasyarakatan (WBP) dari Lapas Kelas IIA  Bontang yang  berinisial SDR.

 

Menanggapi hal itu, Kepala Lapas Bontang Ronny Widyatmoko menyampaikan, SDR melakukan pengedaran narkoba dengan cara  menggunakan telepon seluler di bilik wartel yang disediakan  pihak lapas. 

 

Untuk mengelabui petugas, SDR  dikatakan mengganti kartu seluler sehingga menyulitkan petugas untuk melacak nomor telepon yang dia gunakan.

 

"Dia ganti kartu di  HP yang kami sediakan. Karena memang kami sudah melakukan operasi untuk menyita HP yang disimpan warga binaan," ujar Ronny saat konferensi pers, Rabu (15/09/2021) siang. 

 

Diketahuinya peran SDR untuk mengedarkan sabu ke pelanggan itu pun diketahui setelah imei  telepon berhasil dilacak. Setelah diketahui, pelaku pengedar yang beraksi di dalam  lapas merupakan SDR.

 

"Pengungkapan ini berkat koordinasi BNN dan Lapas Bontang. Mereka lacak jaringan  HP-nya  lalu kami membantu mencarikan pelaku SDR," ujarnya. 

 

 

Bilik wartel yang digunakan WBP di Lapas Kelas II A Bontang. (Paradase.id)
Bilik wartel yang digunakan WBP di Lapas Kelas II A Bontang. (Paradase.id)

 

Lebih jauh Ronny menjelaskan, kurangnya personil di Lapas Kelas IIA Bontang membuat para WBP kadang mengelabui petugas untuk melakukan tindak pidana. 

 

Dia merincikan, Lapas Kelas IIA Bontang hanya memiliki petugas sebanyak 94 orang.  Yang berjaga di setiap shift pun hanya sekitar 15 dengan pembagian pos yang berbeda. 

 

Di bagian bilik telepon yang sebelumnya disebar sebanyak 6 titik pun sangat sulit  untuk diawasi dengan maksimal lantaran hanya  dijaga 3 hingga 5 orang. 

 

"Petugas  kami memang sangat terbatas, jika dibandingkan dengan semua narapidana yang jumlahnya sekitar 1300 orang," ujarnya 

 

Pun untuk menghindari kejadian serupa, pihaknya telah membuat kebijakan agar bilik telepon tersebut dijadikan dua tempat. Satu untuk layanan suara dan lainnya untuk  panggilan video.

 

"Kami tetap sediakan bilik telepon. Agar para WBP tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Kalau tidak seperti itu, takutnya akan ada konflik baru lagi di dalam lapas, akibat ditiadakannya kunjungan  keluarga WBP selama pandemi corona," ujarnya. (*)

 

 

Penulis : M.Safril

Editor  : Umil Surya

Article Lainnya


Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

PARADASE.id - Chelsea harus susah payah mengalahkan Watford 2-1. The Blues diakui bermain buruk dan ...

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

PARADASE.id - Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan satu kasus infeksi Covi...

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

PARADASE.id - Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup 74 anak dan cucu usaha milik PT Pertamina (Per...

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

PARADASE.id - Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengungkapkan kejengkelannya pada calon CPNS yang curang ...

JELAJAH