Kembali ke Artikel
Walk Out, BW Geram DPRD Tak Dilibatkan dalam Pembahasan DED Jalan Lingkar RDP pembahasanDED Jalan LIngakar bersama Dinas PUPRK Bontang, Selasa(07/09/2021). (M.Safril/Paradase.id)
08 Sep/2021

Walk Out, BW Geram DPRD Tak Dilibatkan dalam Pembahasan DED Jalan Lingkar

PARADASE.id - Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang geram dengan sikap Pemerintah Kota yang tidak  melibatkan lembaga legislatif dalam  pembahasan Detail Engineering Design (DED) jalan lingkar. 

 

Dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bontang, politisi Nasdem tersebut memilih walk out usai menyampaikan keluhannya. 

 

"Bubarkan saja DPRD ini, tidak ada  gunanya. Jelas disebutkan UU kalau Pemerintah Kota  itu Legislatif dan Eksekutif. Kalau seperti itu tidak ada simbiosis mutualisme namanya," ujar Bakhtiar geram saat rapat pada Selasa (07/09/2021). 

 

Dia menuturkan,   pemerintah Kota Bontang seharusnya mengulas DED jalan lingkar  sebelumnya. lantaran DED jalan lingkar yang telah dibuat sebanyak dua kali namun tak kunjung dieksekusi.   

 

"DED ini sudah dua kali gagal. Sebaiknya kita review saja yang sebelumnya agar tidak buang-buang anggaran," ujarnya.

 

Lebih jauh dia menuturkan, lelang DED yang memiliki nilai Rp 862 juta ditaksir membutuhkan sekitar Rp 400 miliar untuk pengerjaan fisik. Artinya pengerjaan proyek dengan anggaran sebesar itu membutuhkan  skema  pengerjaan multiyears. 

 

"Seharusnya pemerintah pikir dari mana asal anggaran sebesar itu. Pun sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2018, proyek yang dikerjakan secara multiyears harusnya berdasarkan persetujuan DPRD," ujarnya. 

 

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Tavip Nugroho menjelaskan, DED sebelumnya berbeda dengan  yang sekarang. 

 

DED pertama dirancang untuk menghubungkan Kelurahan Lok Tuan dan Tanjung Limau. Peruntukannya untuk mengurai lalu lintas dan  sebagai jalan alternatif. DED yang kedua, menghubungkan Bontang Kuala dan Tanjung Limau dan berguna sebagai destinasi wisata.

 

"Kalau yang DED sekarang  juga untuk penanggulangan banjir ROB. Beda peruntukannya," pungkasnya. (Adv)

 

 

Penulis : M.Safril

Editor  : Umil Surya

Article Lainnya


Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

PARADASE.id - Chelsea harus susah payah mengalahkan Watford 2-1. The Blues diakui bermain buruk dan ...

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

PARADASE.id - Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan satu kasus infeksi Covi...

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

PARADASE.id - Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup 74 anak dan cucu usaha milik PT Pertamina (Per...

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

PARADASE.id - Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengungkapkan kejengkelannya pada calon CPNS yang curang ...

JELAJAH