Kembali ke Artikel
Wajah Bopeng Pendidikan Daring; Dari Sinyal Lambat hingga Data Sekarat Ilustrasi (FOTO:Int)
17 Apr/2020

Wajah Bopeng Pendidikan Daring; Dari Sinyal Lambat hingga Data Sekarat

17 Apr 2020 Berita Utama

PARADASE.ID. Pandemi Covid-19 telah mengubah wajah dunia. Sekira 100 negara terdampak pergerakan virus yang start di kota Wuhan China. 

Yuval Noah Harari menulis sebuah artikel pada Financial Times berjudul “Yuval Noah Harari: the World after Coronavirus”, edisi 20 Maret 2020. 

 

Sejarawan Israel ini menyebutkan bahwa Virus Corona adalah “Krisis Global”.

“How the Current Scenario Will Affect Us?” kata Harari. Menurutnya ada beberapa aspek yang berubah pasca pandemi Covid-19, yakni sistem kesehatan, ekonomi, politik, kebudayaan, dan pendidikan. Ia menyebutkan “Will Orwellian Surveillance Become a Norm!”; bahwa tindakan darurat jangka pendek akan dijadikan pengaturan hidup berkelanjutan.

 

Dunia pun bergegas menyiapkan jurus menghindar dan bertahan. Guna memutus rantai perjalanan virus, diberlakukan pembatasan interaksi sosial berskala besar. Imbasnya juga menjamah dunia pendidikan. Lalu aktivitas pembelajaran dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi pun diliburkan. Liburan yang kurang berkesan lantaran tuntutan pembelajaran terus berjalan. 

 

Di tengah kabar baiknya yakni polusi udara menurun, pada bagian lain penggunaan teknologi berbasis online melonjak berpuluh-puluh tingkat meningkat. Wajah Pendidikan mengalami perubahan. Teknologi daring  (dalam jaringan) atau online yang sebelumnya hanyalah anjuran, dalam episode masa karantina terbatas ini menjadi kebutuhan. 

 

Bukan sekadar dipicu oleh COVID-19, tuntutan transformasi budaya yang tengah bergerak dari zaman Industri menuju era Informasi menuntut dikembangkannya definisi ulang tentang cara belajar baru di sekolah (Thoman dan Jolls 2003: 7). Setiap satuan pendidikan pun dipaksa untuk mentransformasi fungsi pembelajaran di kelas terutama ketika siswa di hari ini memiliki kemudahan untuk mengakses segala informasi terkait dengan pembelajaran dari internet (Dryden dan Vos, 2000: 19-21). 

 

Semua peserta didik harus tampil untuk lebih terampil mendapatkan beragam informasi yang relevan dengan kebutuhan belajar mereka (Nurohman, 2014: 12).

 

Penggunaan media online untuk pembelajaran  adalah sebuah keharusan. Penggunaan media berbasis online mengundang masuk segala masalah dan tantangan sekaligus harapan. Harapan universal untuk kebaikan masa depan dunia pendidikan. Tantangan kecakapan. Setiap orang dipaksa bisa memainkan aplikasi untuk terhubung dalam sebuah forum pembelajaran daring.

 

Dalam kondisi darurat, kemasan muatan pembelajaran Belajar Dari Rumah (BDR), seharusnya sarat oleh penguatan literasi dan karakter. Konten tetap diajarkan. Tujuan konten selain untuk mengembangkan pengetahuan siswa (rote learning), juga digunakan sebagai medium dalam menumbuhkan dan memperkuat kemampuan literasi dan karakter.

 

Kenyataan ini membuka peluang para akademisi mengkritisi teori, penalaran pedagogis dan desain pembelajaran yang terkait dengan pendidikan daring dan berjarak ini. Sementara itu, kemampuan guru dipaksa melakukan perbaikan dengan cepat, mengaktifkan mode anti gagap beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat.  Dengan demikian  pembelajaran yang disekat oleh jarak dan waktu dapat berjalan sebagaimana layaknya. Jika desain besarnya belum bisa dikatakan layak, paling tidak aktivitas 

 

“semi mengajar” ini masih terhitung lumayan.

Pengajaran yang lebih baik tentu melibatkan penilaian formatif.  Dalam situasi belajar di tengah pandemik korona, guru juga harus mengangkat rasa pedulinya. Mendahului situasi belajar dengan mempertanyakan kondisi pembelajar. 

 

Memastikan sinkron dalam hal streaming jarak jauh dan sinkron dalam fasilitas berbasis teks yang telah disiapkan bersama. Kepedulian ini merupakan sebuah sikap yang menunjukkan arah pembelajaran bisa jauh lebih berharga. 

 

Pembelajaran selan-jutnya melibatkan siswa bisa berkomunikasi satu sama lain, dengan kegiatan terstruktur antara mode transmisi, kolaborasi dan aplikasi. Ini semua menggunakan teknologi yang tersedia  dengan platform live streaming, zoom meet yang digunakan sebagai aplikasi bersama. (Matt Cornock: 2020). 

 

Perubahan besar dalam dunia pendidikan tengah berlangsung di bawah pandemi korona, tentang cara manusia untuk mengawetkan nyawa hidupnya, tentang cara berkomunikasi, dan menjaga perilaku mental tetap waras. 

 

Keberlangsungan pendidikan telah mendesak dipikirkannya kembali revolusi mendasar yaitu budaya sosial dasar dalam hal pembelajaran.

Sistem belajar offline mendadak bergeser ke pusaran pembelajaran sistem online. Semua aplikasi pembelaran menggunakan teknologi (WhatSApp Group,email, dan meeting zoom) dan setiap pelaku pembelajaran memaksa diri menyesuaikan dengan perubahan. Revolusi belajar mendadak terjadi. Dari sistem konvensional menuju era digital yang tidak terelakkan lagi. 

 

Di tengah  dunia yang tersekat jarak dan ruang, implementasi budaya sosial dasar tetap menjadi sendi moral yang secara prinsip harus dijunjung tinggi. Issu kritis pendidikan dalam hal penerapan budaya dasar ini, digaraisbawahi oleh Prof. Dr. Susilo Ma’ruf, M.Pd Guru Besar Bahasa Inggris Universitas Mulawarman.

 

Pembelajaran online di tengah pandemic covid-19 menjadi issu menarik yang bisa dikritisi oleh pakar dan praktisi pendidikan. Terperangah dengan kehadiran covid-19, dunia pendidikan samasekali belum mengantipasi pandemi covid-19 dengan sebuah desain “belajar di tengah wabah.”

 

Di hadapan Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan angkatan 2019-2020 Guru Besar kalem yang irit bicara ini memberi catatan tebal tentang kejujuran, keadilan menyangkut kesetaraan  akses internet, dan kesamaan harapan antara sekolah, masyarakat (orang tua) dan pemerintah.

 

Dalam perkara— yang menyangkut hajat belajar online— keadilan atau kesetaraan akses internet, pemerintah harus hadir di tengah “teriakan” internet lelet. Kebutuhan internet cepat selain bisa ditukar dengan biaya, juga menghendaki adanya kebijakan pemerintah merangkul dunia usaha. 

Jaringan lambat dan kouta sekarat adalah tamparan paling depan dalam kesetaraan mengakses internet. Kasus pilu  meninggalnya seorang mahasiswa putri di Makassar menjadi renungan pahit. 

 

Untuk mencari posisi bagus mendapatkan sinyal,  yang bersangkutan harus keluar dari tempat tinggalnya. Tujuannya adalah demi mengikuti kegiatan belajar daring. Naas baginya, maut menjemput lewat roda motor yang tidak sanggup menembus jalan rusak. Kematian seorang pembelajar  demi mengakses internet adalah wajah bopeng dunia pendidikan dalam jaringan. Mahasiswa putri yang menukar kouta (sinyal) dengan nyawanya.

 

Selain minimnya jangkauan jaringan internet yang mencapai pucuk pelosok, kekurangsiapan sumber daya manusia menambah semakin kusutnya wajah  pendidikan kita. Orang tua banyak yang mendadak jadi guru di tengah pandemik korona. 

Pembelajaran online atau dalam jaringan memang mengandung unsur tatap muka, namun semuanya tetap saja maya. Dalam penggunaan aplikasi tertentu, tatap muka bisa dilaksanakan namun kehadiran pembelajar dapat dimanipulasi. 

 

Kesulitan mengakses internet dan jaringan yang kurang mendukung bisa dijadikan alasan yang bersangkutran hadir dalam aktivitas pembelajaran daring. Padahal seseorang yang tidak ada dalam arena tatap muka tetap saja tidak ada alias absen. 

 

Di sini agaknya berlaku budaya sosial dasar lainnya yaitu kejujuran. Kejujuran menjadi mata uang mahal di pusaran konflik kepentingan. Pembelajar yang mencoba berkali-kali berurusan dengan sinyal dan jaringan harus terpental dari pusaran online akibat keterbatasan sinyal / jaringan internet.

 

Selamat datang di dunia virtual dalam jaringan. Jarigan yang sama mayanya dengan keberadaan sinyal yang putus nyambung. Masalah keefektivan hasil belajar pun menjadi tantangan dan hendaknya jadi focus perhatian. 

 

Di bagian lain, aplikasi gratisan seperti zoom meet menengat batas waktu. 40 menit berlalu, lalu terhenti sedemikian rupa. Sistem berkuasa dan selebihnya bagian kita-kita yang harus hati-hati memaksimalkan waktu jumpa. 

 

Banyaknya kendala yang dihadapi dalam pembelajaran berbasis online, menghendaki kearifan pikir dan sikap lapang dada.

 

Pada akhirnya bukan saja antar pembelajar saling pandang, pengajar juga masih penasaran belum menuntaskan kata pemungkas (saat aplikasi gratisan seeatika menghentikan pertemuan kuliah/belajar). Selanjutnya pemberian tugas ibarat “dicerai pas lagi sayangnya-sayangnya.” Pilihan terburuk dari yang paling baik adalah penugasan. 

 

Dalam pemaparannya, Prof. Susilo memberi angin baru berhilir mutu. Mutu adalah pelayanan yang melebihi harapan. Dalam dunia pendidikan mutu terjawab salah satunya melalui output lulusan. Mereka yang paling siap berhadapan dengan teknologi dialah yang jadi juaranya. Siswa yang dipandu pendidik melek teknologi akan berpotensi memenangkan aktivitas pembelajaran daring sesuai harapan. 

 

Dengan kesiapan sumber daya manusia mengakses teknologi dan dalam perannya sebagai pembimbing, Guru mampu mendesain pembelajaran berbasis online berdaya guna dan menuai hasil sesuai harapan. Meskipun faktanya pembelajaran virtual. Tanpa ruangan dan tidak terikat tempat.

 

 

Penulis : Indrayani dan Samingan - Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan. Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur

Editor: Akbar

 

Article Lainnya


Diklaim Meringankan Gejala Corona, Arak Bali Diserbu Masyarakat

Diklaim Meringankan Gejala Corona, Arak Bali Diserbu Masyarakat

PARADASE.id - Pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster soal khasiat arak Bali, yang dipercaya dapat m...

DPRD dan Pemkot Bontang Sepakat Harus Ada Kajian Tandingan Klaim Aman PT IMM

DPRD dan Pemkot Bontang Sepakat Harus Ada Kajian Tandingan Klaim Aman PT IMM

PARADASE.id - Wacana pemanfaatan air dari bekas lubang tambang batu bara PT Indominco Mandiri (IMM) ...

Dalam Bayang-bayang Banjir Musiman

Dalam Bayang-bayang Banjir Musiman

MASIH kental di ingatan Romi Rizka, ia bersama warganya di RT 41 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontan...

Salah Persepsi Hingga Abai UU Kerap Sebabkan Perselisihan Hubungan Industrial

Salah Persepsi Hingga Abai UU Kerap Sebabkan Perselisihan Hubungan Industrial

PARADASE.id – Perselisihan hubungan kerja masih kerap terjadi antara pekerja dan perus...

JELAJAH