Kembali ke Artikel
Umbi Porang Jadi Potensi Ekspor Kalimantan Timur Ilustrasi Tanaman Umbi Porang. (Dok Pribadi)
24 Oct/2020

Umbi Porang Jadi Potensi Ekspor Kalimantan Timur

PARADASE.id  -  Potensi ekspor komoditas non migas dan batubara terus dikembangkan, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur.

 

Luas lahan dengan sumber daya alam yang melimpah menjadi peluang yang sangat menjanjikan untuk mengembangkan komoditas pertanian.Salah satu potensi komoditas pertanian yang perlu untuk digenjot adalah tanaman porang.

 

Manfaat tanaman umbi porang, dari pangan sampai kosmetik, potensi prospektif ekspor Kalimantan Timur. Panen perdana tanaman porang di Kalimantan Timur dilaksanakan bertepatan dengan Hari Karantina Pertanian ke-143.

 

Berlokasi di Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, panen porang dilakukan di lahan seluas 2 hektare.

 

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman mengatakan, ini merupakan langkah strategis. Terutama yang terus mendorong untuk menyukseskan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) komoditas pertanian.

 

“Sehingga bisa menghasilkan devisa negara dari desa/kelurahan dari Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.

 

Sementara itu, tanaman jenis umbi yang memiliki nama latin Amorphophallus muelleri ini memang memiliki banyak manfaatnya. Di antaranya digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan jelly.

 

Tak heran jika banyak negara seperti Jepang, Tiongkok, dan Taiwan mengimpor tanaman ini dari Indonesia.

 

“Kegiatan panen ini tentu bisa memberikan semangat untuk bertani di tengah pandemi Virus Corona ( covid-19) ini,” katanya.

 

Sampai saat ini, ada sekitar 300 hektare lahan milik petani ditanami porang yang tersebar di berbagai desa di Kalimantan Timur. Bahkan ada Komunitas Porang Borneo yang terdiri dari 120 petani porang yang tersebar di Kalimantan Timur telah bergabung. Adapula dari Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser.

 

“Semoga dengan kegiatan panen ini bisa memberikan energi positif kepada petani kita,” ucap Abdul Rahman.

 

Provinsi Kaltim memiliki peluang besar untuk mengekspor Tanaman porang, karena banyaknya lahan tidur yang tak diolah oleh masyarakat.

 

Balai Karantina Kaltim menggelar fokus grup discussion dengan tema melihat Peluang dan Tantangan ekspor Komoditi Pertanian Kalimantan Timur. Kepala Balai Karantina Pertanian Kaltim Abdul Rahman mengatakan, diawal tahun 2020 bisa menyatukan kekuatan dalam rangka memacu ekspor komoditas Pertanian di Kaltim.

 

Sesuai dengan arahan Kementerian Pertanian, dengan gerakan tiga kali lipat ekspor harus didukung.

 

“Tentunya menyatukan seluruh kekuatan yang ada di Kaltim ini, untuk bisa bersama-sama mendorong komunitas Pertanian ekspor ke luar negri,” kata Abdul Rahman.

 

Di Kaltim sendiri peluang komoditi yang besar yakni Sarang Burung Walet ( SBW ).  Selama ini ekspornya lewat Kota Surabaya dan Semarang.

 

Kedua tanaman porang. “Kita punya kelapa sawit dan karet bisa tumpang tindih pada tanaman itu, dan tidak perlu memerlukan lahan lagi, masyarakat bisa menanam dibawah tanaman karet atau kelapa sawit,” kata Abdul Rahman.

 

Menurut Abdul Rahman, tanaman porang dapat tumbuh di Kaltim, karena melihat banyaknya lahan tidur yang berada di sini.

 

“Komoditi porang menjadi peluang besar. Karena Komoditi merupakan bahan makanan yang dibutuhkan oleh pasar Internasional,” ungkap Abdul Rahman.

 

Abdul Rahman menyebutkan, saat ini di Balikpapan sudah ada petani yang mulai menanam porang, ada dua hektare lahannya, petani pun sangat antusias.

 

“Itulah yang akan kami dorong. Kalau menanam sekarang bisa diekspor akhir tahun. Untuk harga tidak masalah, dan masih stabil,” kata Abdul Rahman.

 

Tanaman porang ini dikirim ke negara Jepang, China dan Vietnam. Dengan harga Rp 8.000 untuk porang Basah, dan Rp 40.000 sampai Rp 50.000 untuk yang kering. Namun, saat ini Tanaman porang masih terkendala bibitnya.

 

“Bibit menjadi kendala, diharapkan Balai Pekerjaan Pertanian di Samarinda bisa buat bibit bentuk jaringan, sehingga bisa dipenuhi untuk ketersediaan bibitnya,” ungkapnya. (*)



Penulis : Ridho
Editor   : Umil Surya
Sumber Borneo24

Article Lainnya


Dibuka Kembali, Simak Biaya dan Aturan Umrah di Masa Pandemi dari Kemenag

Dibuka Kembali, Simak Biaya dan Aturan Umrah di Masa Pandemi dari Kemenag

PARADASE.id - Akibat virus corona atau Covid-19, Arab Saudi sempat menutup Mekkah dan Madinah. Namun...

Kaltim Terima Anugerah Bhumandala Award 2020

Kaltim Terima Anugerah Bhumandala Award 2020

PARADASE.id - Setelah berturut-turut sejak 2016, kali ini Kalimantan Timur kembali meraih penghargaa...

Gubernur Kaltim Segera Terbitkan Surat Edaran Libur Nasional 9 Desember

Gubernur Kaltim Segera Terbitkan Surat Edaran Libur Nasional 9 Desember

PARADASE.id - Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Isran Noor segera menerbitkan surat edaran ke...

Masalah Tanah Destinasi Wisata Super Prioritas Sudah Selesai

Masalah Tanah Destinasi Wisata Super Prioritas Sudah Selesai

PARADASE.id - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkapkan p...

JELAJAH