Kembali ke Artikel
Trombosit Fatima Terjun Bebas
26 Jul/2020

Trombosit Fatima Terjun Bebas

26 Jul 2020 In Way

 

Inway #106

 

DI luar rumah cuaca bimbang. Gloomy. Pagi, matahari pukul tujuh bersinar hangat, satu-dua jam kemudian cuaca mendadak murung, bingung. Kegelisahan di luar kerap memengaruhi emosi beberapa orang yang sedang menikmati lockdown dalam rumah.

 

Walaupun keadaan di luar rumah dipaksa normal, namun ancaman pandemi Covid-19 masih mengintai. Hati belum tenang meskipun new normal dengan protokol kesehatan dilaksanakan.

 

Saya, seminggu di belakang menderita flu dan pilek. Kepala pening diikuti oleh merosotnya hasrat makan. Jika saya bertekad diet  menipiskan lemak badan secara serius, itu saat yang tepat. Berkurangnya nafsu makan menjadi alasan minimnya asupan karbo yang menjadi sumber utama pembentukan lemak. Bukannya patuh pada selera makan yang buruk, saya menjejalkan secara sepihak apa saja yang berhasil diterima perut. Mulut menolak keras dengan rasa pahit yang membabi buta. Saya tidak menyerah. Apabila dalam keadaan normal saya relatif berjarak dengan rasa manis dari makanan dan minuman. Ketika rasa pahit menguasai mulut, tawaran rasa manis untuk minuman adalah yang saya pilih. Dari teh manis, cokelat, dan minuman berasa lainnya. Alhasil setelah sepuluh hari bertempur dengan melemahnya daya tahan tubuh, tiga hari lalu saya merasa agak sehat. Baru dua hari tiba-tiba kepala saya sakit dengan sebab yang tidak bisa dikenali. Tiba-tiba sakit. Aneh sekali. Biarpun aneh saya tidak berpikir aneh, cukup menerima saja, kemungkinan saya belum sehat sepenuhnya.

 

Ketika Fatima juga sakit, saya masih berpikir mungkin ketularan ibunya. Soalnya di luar cuaca masih plin-plan. Gloomy acapkali terjadi yang bisa dituding penyebab badan kurang sehat. Fatima sakit kepala. Awalnya demikian. Namun gejala lain adalah rasa kurang nyaman. Dalam hal perasaan. Siapapun boleh mengajukan tesis bahwa dirinya kurang nyaman. Indikator ketidaknyamanan seseorang sangat subjektif. Selain sakit kepala, Fatima mengeluhkan rasa panas, panas luar biasa pada bagian tengkuk, paha, dan kedua kaki. Sementara bagian punggung suhu tubuhnya normal. Inilah indikator subjektif yang paling nyata ditemui. Saat seseorang mengemukakan tesis bahwa perasaannya kurang nyaman. Keadaan dalam rumah bisa jadi terpengaruh cuaca di luar yang gelisah. Gloomy masih setia menemani hari. Seperti pagi tadi matahari pukul tujuh berpendar lembut, menyengat hangat di kulit. Sebentar saja rupanya, sebelum digantikan lagi dengan cuaca murung yang membuat perasaan cenderung bingung.

 

***

Tadi malam Fatima tidak bisa memicingkan mata. Pukul 00.00 saya terbangun oleh suara orang muntah di corong closet. Abahnya bangun dari tempat tidur dan datang mendekati Fatimah— sebab saya menahan sakit kepala. Pukul 04.00 bersamaan dengan teriakan alarm membangunkan, saya ke kamar mandi dan mendapati rasa hangat pada dudukan closet. Sepertinya seseorang baru saja keluar dari kamar mandi di samping kamar tidur utama. Kelar dari kamar mandi, setelah berwudhu saya mendapati Fatima duduk di ruang tengah, lesu. Lalu sunyi merayap hingga adzan subuh berkumandang.

 

Setelah sholat subuh saya tidur mendamaikan amukan dentam di kepala. Pukul 07.00 bersama hangat cahaya matahari di luar jendela saya bangun dan mendapati Fatima muntah lagi. Lagi.

 

***

 

Di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah Rumah Sakit Swasta, akhirnya dokter jaga memerintahkan Fatima harus menginap di ruang perawatan. Abahnya Fatimah  memberitahu saya melalui sambungan telepon  “ trombosit Fatima turun!” Saya berkata, “Angka 116 untuk Fatima bukan turun melainkan terjun bebas.” Di saat seharusnya angka trombosit untuk orang normal berkisar di angka 150.000- 400.000 per mikroliter darah.

 

Tubuh Fatimah pasti tidak sanggup menentang hawa panas bersangatan. Rasa panas adalah keadaan subjektif bagi perasaan. Namun rasa panas adalah sebuah kepastian jika berhadapan dengan thermometer yaitu alat pengatur suhu badan.

 

Saya tidak memerkarakan cuaca yang bingung. Gloomy masih menari-nari di luar jendela. Kali ini gloomy bukan saja berdendang di luar jendela rumah kami namun juga bernyanyi mengelilingi angkasa kawasan rumah sakit swasta. (*)

Article Lainnya


Usai Diresmikan, Pasar Tamrin Dievaluasi Selama 90 Hari

Usai Diresmikan, Pasar Tamrin Dievaluasi Selama 90 Hari

PARADASE.id – Dinas Koperasi, Usaha, Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang akan...

Operasi Patuh Mahakam 2020 Temukan 236 Pengendara Pelanggar Lalu Lintas

Operasi Patuh Mahakam 2020 Temukan 236 Pengendara Pelanggar Lalu Lintas

PARADASE.id – Tak kurang 236 pengendara mendapatkan penindakan dalam Operasi Patuh Mahakam 202...

Boleh Buka Sekolah, Berikut Daftar Wilayah Zona Kuning

Boleh Buka Sekolah, Berikut Daftar Wilayah Zona Kuning

PARADASE.id - Alasan dibalik rencana pemerintah untuk membuka kembali kegiatan sekolah tatap muka se...

Enam Pusat Pelayanan Publik Baru bagi Warga Bontang

Enam Pusat Pelayanan Publik Baru bagi Warga Bontang

PARADASE.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meresmikan enam bangunan fasilitas pelayanan publik d...

JELAJAH