Kembali ke Artikel
Topik Kafe Dakwah Perdana
27 Sep/2021

Topik Kafe Dakwah Perdana

27 Sep 2021 In Way

Inway #157

 

Oleh Rusmiati Indrayani

 

Program kafe dakwah edisi perdana terlaksana. Padahal saya sempat ciut mendengar salah satu anggota group mengungkapkan keraguannya. Meskipun agak sedikit ciut, saya berlapang hati karena menganggap hal tersebut manusiawi. Wajar jika ada yang menyangsikan, sebab ragu muncul sebelum yakin. Jikalau sudah terlaksana baru ragu, saya pikir itu baru aneh. Walaupun bukan keanehan baru. Menghadapi rasa ragu anggota, saya menguatkan sekaligus memberikan keyakinan bahwa latihan yang mereka persiapkan akan terlaksana sesuai rencana. Alhasil pada satu hari sebelum tampil, mereka mengadakan gladi bersih dengan pengarahan pengurus guna menghasilkan penampilan maksimal. 

 

Acara gladi bersih berlangsung heboh. Cukup santai namun tidak urung melelahkan. Prosesnya tidak semudah terlihat. Walaupun yang terlihat sesungguhnya tidaklah mudah. Dalam hal ini atas nama pengurus Forum Daiyah Kota Bontang dan sebagai pribadi, saya mengucapkan terimakasih, memberikan apresiasi dengan bangga atas kerja saudara-saudaraku. Selamat dan sukses kepada Majelis Ta’lim Ratu Zaleha Bubuhan Banjar Kota Bontang yang telah “membunyikan” gendang sekaligus menabuh genderang program. 

 

 

Ist
Ist

 

Konten yang dibahas dalam acara kafe dakwah edisi perdana adalah “ Akulturasi Budaya dan Agama pada Suku Banjar.” Sebagai anak suku Banjar dan sebagai pemateri, saya sengaja mengangkat issu sosial budaya yang melekat dalam kehidupan sosial suku. Agama dan budaya dalam kehidupan suku Banjar hidup berdampingan, saling memengaruhi dengan memertahankan masing-masing sisi. 

 

Alfani Daud dalam buku Beliau “Islam dan masyarakat Banjar”, mengungkap fakta bahwa  Islam datang bukan pada masyarakat yang hampa budaya. Budaya sudah ada dan telah memberi corak dalam sendi-sendi perilaku sosial masyarakat. 

 

Penerimaan ajaran Islam oleh masyarakat tidak dapat dilepaskan dari peran sang penyampai. Metode dakwah kontekstual seperti yang diterapkan wali songo membuktikan keberhasilan penyebaran agama di wilayah ini. Model dakwah yang mengawinkan budaya dan agama, memberi warna dalam perjuangannya. Hal ini bisa dipahami karena Islam di tanah Banjar dibawa oleh dua kelompok, yaitu pedagang dari Sumatera dan utusan dari kerajaan Demak. Dakwah wali songo berlangsung santun. Budaya tidak diganggu namun nilai agama memberi warna pada budaya. Contoh pada tradisi menidurkan anak dengan cara mengayunnya. Ayunan adalah benda budaya. Nyanyian jelang tidur berupa bacaan zikir dan shalawat yang dilantunkan adalah konten agama. Agama dan budaya saling melengkapi menjadi sebuah tatanan yang kuat. Secara substansi hampir dalam setiap perilaku budaya suku, agama mengambil peran pentingnya. 

 

Seperti dalam peribahasa suku Melayu : Adat bersendi syara’. 

 

Fakta budaya menunjukkan tradisi masyarakat setempat terjaga kelangsungannya. Nilai-nilai kearifan lokal hidup dan terawat. 

 

Akar budaya adalah tradisi. Sedangkan tradisi bisa lestari jika dijaga dan binasa andaikata pelaku budaya mengabaikannya. 

 

Di masa sekarang, beberapa tradisi rupanya hanyut terbawa arus zaman. Kondisi ini dapat merugikan generasi yang akan datang. Anggapan bahwa yang kuno ketinggalan zaman dan yang klasik tidak dilirik menjadi penanda sebuah keengganan pelaku budaya menjaga kelestariannya. Hal ini bisa berdampak serius terhadap nasib pusaka yang ditinggalkan leluhur. Jika tidak sungguh-sungguh menjaga tradisi supaya budaya tetap lestari, bisa jadi kelak di suatu masa sebuah generasi akan tercerabut dari akar budaya. Sehingga tidak bisa dihindarkan mereka mengetahui budaya hanya dari jejak digital yang tersimpan di dunia maya.

Article Lainnya


Diskominfo Bontang: Ada Warga yang Menolak Pemasangan WiFi Gratis

Diskominfo Bontang: Ada Warga yang Menolak Pemasangan WiFi Gratis

PARADASE.id - Kepala Bidang Penyelenggaraan e-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominf...

Penanganan RTLH di Kaltim Capai 15.072 Unit

Penanganan RTLH di Kaltim Capai 15.072 Unit

PARADASE.id - Gubernur Kaltim Isran Noor, menyerahkan bantuan program Rumah Layak Huni (RLH) melalui...

Tema Kafe Dakwah

Tema Kafe Dakwah

Inway#159 Oleh : Rusmiati Indrayani Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra p...

Asik Main, Seorang Anak di  Kampung Mandar Lok Tuan Diserang Buaya

Asik Main, Seorang Anak di Kampung Mandar Lok Tuan Diserang Buaya

PARADASE.id - Buaya di Kampung Mandar Kelurahan Lok Tuan kembali berulah. Bocah berusia 6 tahun yang...

JELAJAH