Kembali ke Artikel
Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya
01 Mar/2021

Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

01 Mar 2021 In Way

Inway # 135

 

Oleh : Rusmiati Indrayani (Indrayani Indra)

 

Masa perkuliahan semester genap dimulai. Minggu ini tancap materi. Walaupun secara administrasi kuliah diawali minggu lalu, namun saya selow dulu. Adapun masuk mengajar pada kelas mahasiswa akhir pekan di hari Sabtu lalu lebih banyak diisi perkenalan. Pengantar kuliah dan menjelaskan materi  dan tujuan mata kuliah secara umum.

 

Biasanya pada sessi perkenalan, saya membebaskan saja mahasiswa bertanya. Malah lebih asyik menunggu dan menjawab sesuai pertanyaan yang diajukan. Sekilas tentang diri sendiri selain sebagai dosen pengampu mata kuliah, saya suka menyebut diri sebagai ibu dari empat putra dan putri. 

 

“Putri pertama saya kembar perempuan dan kedua adik mereka adalah laki-laki dengan urutan lahir ke-tiga dan ke-empat. Ada yang berbeda saat menyebut putra dan putri. Biasanya hanya “mereka ber-empat adalah mahasiswa jurusan teknik sipil.” Sedangkan pada perkenalan kemarin lusa, saya mengubah penyebutan dengan : mereka berkuliah di jurusan teknik sipil, si kembar dan adik lelakinya alhamdulillah sudah selesai, tinggal si bungsu. Ia semester enam di jurusan teknik sipil ITK Balikpapan. 

 

Saya mengampu mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif di kelas mahasiswa semester enam. Artinya jika mereka lahir di tahun 2000-an, mereka seusia bungsu saya. 

 

 

Ist
Ist

 

Mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif agak spesial. Tidak bisa dianggap setara mata kuliah biasa tetapi tidak harus extra perhatian juga. Memang sedikit rumit karena itulah itulah seninya.

 

Namun mari bersepakat untuk membuatnya mudah saja. 

 

Begini.

 

Mata kuliah ini membutuhkan tiga keterampilan dasar dalam waktu bersamaan. Sayangnya ketiga-tiganya merupakan titik lemah yang menjadi masalah umum peneliti pemula. Kerumitan dimulai dari agaknya rancunya pemilihan judul. Judul penelitian kualitatif yang saya terima masih sering terpengaruh oleh bawaan kalimat pada judul kuantitatif seperti : pengaruh dan hubungan (korelasi). Walaupun  kalimat judul yang menggunakan pengaruh masih bisa diterima di kalangan kualitatif namun secara naluri kata pengaruh terindikasi pada jenis penelitian kuantitatif.

 

Adapun tiga kelemahan umum yang saya maksudkan adalah :

 

1.     Minat baca yang belum berkembang panjang. Keterbatasan bacaan menyebabkan minimnya akses data penelitian relevan atau penelitian terdahulu. Untuk menyiasati masalah ini, saya menganjurkan mahasiswa supaya mendekati link jurnal (OJS ; open jurnal system) baik nasional dan internasional berreputasi seperti : Garuda, Sinta, Google scholar,  dan Scimago dan Scopus. Buka, dunlud, baca, pelajari dan resum mandiri artikel yang sesuai dengan topik tugas penelitian. Koleksi artikel jurnal yang diharuskan minimal 10 buah. Biasanya mahasiswa akan berkata “Wuuuh.” Bunyi yang keluar dari mulut mereka maksudnya mungkin ; antara rasa senang atau keberatan biarlah menjadi masalah dalam dirinya. Adapun usia artikel jurnal adalah terkini, yaitu maksimal lima tahun ke belakang. Menyitasi artikel jurnal untuk kepentingan tugas penelitian mata kuliah ini syarat wajib yang harus ada dan tercantum dalam daftar pustaka (desain proposal). Jika syarat membaca ini dipenuhi oleh mahasiswa, maka yang saya saksikan terdapat jejak membaca dari hasil pekerjaan mereka. Membaca menjadi syarat utama karena kerja studi pustaka adalah perkara besar dan vital untuk mendapatkan dukungan teori yang menguatkan asumsi peneliti.

 

2.     Minimnya penguasaan metodologi. Pendekatan dalam penelitian kualitatif mengharuskan peneliti kualitatif “memasukkan” dirinya dalam situasi yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif instrument penelitian adalah peneliti itu sendiri. Artinya peneliti adalah alat yang memainkan peranan dalam mendukung keberhasilan penelitian. Bagi peneliti kualitatif  informasi  baik berupa wawancara langsung atau gerakan tubuh informan atau narasumber adalah data. Jika peneliti menggunakan kamera atau perekam. Kamera adalah alat sedangkan foto atau suara dalam alat tersebut merupakan data penelitian. Kecermatan dan kelihaian peneliti dalam menerjemahkan gerakan tubuh atau nada /penekanan kata atau senyum adalah data yang dapat dideskripsikan sesuai konteks penelitian. Kekuatan penelitian kualitatif adalah kata bukan angka. Ketika rasa bicara maka kata dapat mengalir seksama demikian mudahnya. 

 

3.     Kelemahan teknik Menulis dan menggunakan kalimat efektif. Inilah persoalannya. Memang menjadi nomor tiga namun dia paling utama. Kelemahan pertama yang membuat menulis adalah pekerjaan menyiksa karena seseorang belum menjadikannya sebagai gaya. Jika menulis sudah habit maka kebiasaan membaca akan mewujud dengan sendirinya. Menulis adalah tentang berkomunikasi. Cara mengungkapkan pikiran dengan bahasa tulisan ini bisa diedit atau dipikir-pikir sebelum di “send”. Jika ragu atau kurang pas, seseorang dapat mengurungkannya namun jika sudah sesuai dan diperlukan, maka bahasa tulisan dapat diviralkan. 

 

Kegiatan penelitian adalah misi kemanusian dalam upaya mengembangkan ilmu pengetahuan. Kecintaan terhadap pekerjaan ini menjadi ladang amal kebaikan yang bisa dinikmati lintas ruang tanpa batas waktu tertentu. Ketika sebuah tulisan dipublish melalui internet, selama belum dihapus maka jejak digitalnya dapat ditelusuri Akan halnya menulis. Menulis tergantung niat. Menurut saya menulis mendatangkan banyak manfaat. Untuk memulainya kita bisa membuat blog pribadi guna melatih jemari menarikan kata merangkai cerita. Mulai dulu dari situ maka ide akan mengalir dengan sendirinya.

Menulis adalah tentang berbahasa. Semakin terlatih semakin terampil jari mengundang hadir kata-kata. Percaya saya dan saya pikir tidak cuma berhenti dengan percaya melainkan beranikan diri mencoba.

 

Menyambung tulisan di paragraf awal tentang perkenalan. Saya menugaskan mahasiswa baik di kelas MPK atau BK untuk membuat tulisan bebas atau semacam essay lepas. Temanya bercerita tentang diri sendiri. Cerita apa saja boleh dibagi, hitung-hitung untuk melatih otot tangan membentuk kebiasaan baru : menulis. 

 

Syukur-syukur jika ada di antara mahasiswa yang tertarik membuat artikel dengan tema yang lebih serius, misalnya tentang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Eh untuk tulisan terpilih mungkin redaksi Paradase.id bisa memuatnya. 

 

Tulisan dengan nama diri sendiri tercetak di media ini, saya kira semburan rasa senang melebihi ditraktir makan oleh teman. 

Article Lainnya


Kemenag Atur Skema Haji Jika Kuota Dibatasi

Kemenag Atur Skema Haji Jika Kuota Dibatasi

PARADASE.id - Kementerian Agama optimistis penyelenggaraan Haji 2021 tetap terbuka meski dengan pemb...

Pengurus Pemuda Muhammadiyah Bontang Resmi Dilantik

Pengurus Pemuda Muhammadiyah Bontang Resmi Dilantik

PARADASE.id - Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Timur melantik pengu...

Membludak, Dishub Bontang Tambah Kapasitas Penumpang KM Egon

Membludak, Dishub Bontang Tambah Kapasitas Penumpang KM Egon

PARADASE.id - Kapal penumpang KM Egon yang dijadwalkan berlayar dari Pelabuhan Lok Tuan menuju Pare-...

Andi Faizal Pastikan Turnamen E-Sport DPRD Bontang Cup Digelar Tahun Ini

Andi Faizal Pastikan Turnamen E-Sport DPRD Bontang Cup Digelar Tahun Ini

PARADASE.id - Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam memastikan turnamen E-sport DPRD Cup ...

JELAJAH