Kembali ke Artikel
Tensi Boleh Tinggi, Pilkada Harus Selow Ilustrasi. (Int)
06 Dec/2020

Tensi Boleh Tinggi, Pilkada Harus Selow

06 Dec 2020 Berita Utama

PEMILIHAN Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bontang tahun 2020 kini kembali mempertemukan dua pasang calon. Banyak anggapan, duel dalam pilkada kerap menimbulkan suhu perseteruan yang cenderung tinggi baik bagi kandidat hingga para pendukung. Namun, rakyatlah yang seharusnya menjadi pemenang pada akhirnya. Momentum pilkada tak boleh disambut di luar batas, terlebih mengorbankan kepentingan rakyat itu sendiri.

 

Yang terjadi kini, Pilkada Bontang 2020 mempertemukan dua pasang kandidat petahana. Pasangan calon nomor urut 01, Basri Rase – Najirah berhadapan dengan Neni Moerniaeni – Joni Muslim sebagai paslon nomor urut 02. Baik Neni maupun Basri merupakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang pasca dilantik 23 Maret 2016 lalu.

 

Keduanya mengambil jalan berbeda. Basri-Najirah diusung PDI-P dan PKB. Sementara Neni-Joni, mengantongi dukungan mayoritas parpol parlemen yakni Partai Golkar, PKS, Gerindra, PPP, PAN, Nasdem, Hanura dan Berkarya. Ditambah dukungan parpol non-parlemen seperti Partai Demokrat, PSI, PBB dan Perindo. Tidak hanya parpol, suksesi terhadap masing-masing kandidat juga mengalir dari ragam organisasi masyarakat, pemuda hingga paguyuban daerah.

 

Ketua Tim Pemenangan dan Lintas Partai Pendukung Paslon 01, H. Maming, menegaskan telah menghimbau semua tim sukses hingga pendukungnya agar menjaga stabilitas selama masa kampanye berlangsung.

 

"Kami telah mengingatkan dan menghimbau  kepada seluruh tim untuk terus menjga dan memelihara situasi dan keamanan di Bontang. Tidak  boleh ada hal yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat," ujar Maming saat dihubungi Paradase.id akhir pekan lalu.

 

Contoh upaya pencegahan yang dilakukan, kata dia, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang bertugas memastikan setiap agenda sosialisasi atau kampanye dilakukan oleh petugas yang sah.

 

"Jika ada yang mengaku sebagai tim dan  tidak bisa membuktikan kebenaran maka kami akan meminta untuk tidak bergabung. Kami khawatir orang seperti itu yang berpotensi memicu kegaduhan," ujarnya.

 

Maming menjelaskan, setiap orang  yang terdaftar di tim pemenangan telah menandatangani pakta integritas. Salahsatu poin di dalamnya menyatakan siap menjaga stabilitas dan keamanan di Kota Bontang selama musim pilkada.

 

"Jangan karena berbeda pilihan, kita tercerai berai dan akan merusak tatanan yang bagus saat ini. Itu yang selalu kami tekankan kepada tim maupun masyarakat Bontang," katanya.

 

Ia menilai, kinerja individu maupun tim berjalan efektif. Dalam bertugas, setiap petugas juga berhasil menghindari pertikaian dengan tim kandidat lawan, ia menambahkan. Maming mengingatkan agar para pendukung juga tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tak bertanggungjawab serta ikut membantu penegakan hukum dalam pengawalan pilkada.

 

"Misalnya membantu pihak berwajib mencegah politik uang. Karena hal itu dapat mencederai demokrasi yang kita banggakan selama ini.”

 

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan dan Lintas Partai paslon 02, Agus Haris, mengatakan tim sukses dan relawan cukup fokus untuk menggalang dukungan. Upaya ini jauh lebih penting ketimbang mengurusi setiap langkah yang dilakukan kubu lawan. "Fokus galang suara saja, kan itu tujuannya dibentuk tim paslon," ujar Agus Haris, Sabtu (28/11/2020) malam.

 

Ia menegaskan agar timnya menghindari konflik menjelang pencoblosan. Sejauh ini, Agus menilai langkah itu efektif dikarenakan belum adanya pihak dari kubu 02 yang melakukan tindakan yang berpotensi merusak pilkada damai.

 

"Kami instruksikan untuk saling menjaga, jangan terpancing dengan isu-isu yang sensitif dan memancing keributan," ujarnya.

 

Upaya lainnya seperti membentuk tim anti politik uang di akar rumput. Agus mengatakan, langkah ini juga telah diambil kubu lawan sehingga memperkuat komitmen memastikan pilkada sesuai dengan aturan berlaku.

 

Di sisi lain, Agus mengaku cukup mengenal sosok dari kedua paslon yang berlaga. Ia tidak meragukan kedewasaan berpikir para kandidat lantaran pernah menjabat dalam satu periode pemerintahan dan matang mengikuti pilkada dengan damai.

 

"Kami tidak usah beri intruksi ke Paslon, keduanya sangat dewasa saya pikir. Jadi tidak mungkin kalau ada yang menginginkan pilkada ini menjadi rusak karena pertikaian," ungkapnya.

 

Namun ketika ada kelompok yang bertindak di luar aturan, Agus menyerahkan penindakan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Baik itu dari pendukung kandidat 02 sekalipun, ia menegaskan.

 

Agus meminta kepada masyarakat Bontang terlebih kepada relawan agar saling bahu membahu menjaga pilkada damai. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu kebenarannya. "Toh, setelah selesai Pilkada kita kembali  bersaudara dan siapapun yang menang itulah pemimpin kita di Bontang hingga 2024 mendatang," ujarnya.

 

Akumulasi euforia memenangkan jagoan masing-masing inilah yang harus diperhatikan. Tidak jarang, para pendukung bertindak melampaui batas seperti melakukan intimidasi baik ke kelompok lawan maupun masyarakat umum. Bentuk lainnya ada aksi money politic (politik uang) sehingga mempengaruhi pilihan hingga menyebarkan berita paslu atau hoaks maupun black campaign (kampanye hitam).

 

Akibat dari aksi tak bertanggungjawab ini yang menciderai prinsip demokrasi sehingga merusak semangat Pilkada damai dan jujur di tengah publik. Sampai H-3 pencoblosan, aksi terakhir yang berpotensi memancing konflik horizontal saat keributan yang terjadi di Sekretariat MPC Pemuda Pancasila Kota Bontang, Jl. MH Thamrin, Jumat 27 November 2020 malam.

 

Sekira pukul 23.00 wita, sekelompok orang berkerumun mendatangi lokasi yang juga kediaman Joni Muslim, calon Wakil Wali Kota Bontang. Sempat terjadi adu mulut dan aksi saling dorong dari anggota PP Bontang dan kelompok tersebut. Beruntung, aparat tiba dan meredam kericuhan.

 

 

Deklarasi Pilkada damai dan penandatangan surat pernyataan oleh Basri-Najirah dan Neni-Joni pada Pilkada Bontang 2020. (Abdi/ Paradase.id)
Deklarasi Pilkada damai dan penandatangan surat pernyataan oleh Basri-Najirah dan Neni-Joni pada Pilkada Bontang 2020. (Abdi/ Paradase.id)

 

Komitmen Damai Penyelenggara

 

Menuntut komitmen pilkada damai tak hanya ditujukan bagi para kandidat maupun para pendukungnya. Negara harus hadir sebagai institusi tertinggi melalui penyelenggara pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang patut menjadi panitia yang adil dan profesional selama ajang ini berlangsung.

 

Deklarasi Damai dan Penandatangan Surat Pernyataan yang dilakukan para kandidat pun dihelat di Halaman Kantor KPU Bontang, Jalan Awang Long, Bontang Baru pada 2 Desember 2020. Agenda ini disaksikan KPU dan Bawaslu Bontang serta para pendukung masing-masing paslon.

 

“Dengan deklarasi dan penandatangan surat siap bersama-sama mewujudkan pilkada damai ini, maka kepada kedua paslon agar bisa menghimbau para simpatisannya untuk menjaga kondusifitas. Terutama saat memasuki minggu tenang pada 6 Desember sampai hari pemilihan 9 Desember,” tegas Ketua KPU Bontang Erwin.

 

Komitmen menjaga keamanan bersama ini tidak hanya sampai pada 9 Desember semata, ia menambahkan. Namun hingga KPU Bontang menetapkan paslon terpilih pada sidang pleno penetapan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang yang paling lambat digelar 16 Desember.

 

Pada kesempatan terpisah, Erwin optimis angka partisipasi Pilkada Bontang mencapai target 77,5 persen dari total jumlah pemilih. Target ini merupakan angka yang dipatok pada Pilkada Bontang 2015 lalu. Meski ia akui, pilkada kali ini sangat berbeda karena dilakukan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

 

“Kami tetap optimis tetap dapat mencapai target pada tahun ini walaupun di tengah pandemi  dan upaya yang telah dan akan terus dilakukan untuk bisa mencapai target yakni dengan melakukan sosialisasi hinggai H-1 nanti,” tambahnya.

 

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang Nasrullah menilai KPU Bontang telah bertugas cukup baik sebagai penyelenggara teknis. Meski ia mengakui jika terdapat sejumlah kritikan dari masyarakat yang dinilainya wajar.

 

“Walaupun dalam perjalanan ini percik-percikan kecil ada di dalamnya. Merupakan sebagai check and balance bagi penyelenggara. Kami dari Bawaslu pun sama halnya seperti itu, oleh dari itu kami selalu bersedia menerima apapun kritikan yang ada demi kedamaian dan kondusifnya Kota Bontang,” ujar Nasrullah akhir pekan lalu.

 

Sejauh ini, ia menganggap KPU Bontang telah berhasil mensosialisasikan pilkada damai. Kendati demikian, Nasrullah meminta KPU Bontang harus dapat meyakinkan masyarakat jika para petugas yang direkrut KPU benar-benar tidak mendukung salahsatu paslon saat bertugas di lapangan.

 

Peran aktif kandidat maupun tim pemenangan masing-masing juga harus tampak ketika menginginkan Pilkada Bontang ini berjalan aman, nyaman, damai, santun dan kondusif.

 

“Semua pendukung menteladani kedua paslon yang menginginkan pilkada ini berjalan damai sehingga jangan sampai menimbulkan sebuah gesekan yang dapat menimbulkan kericuhan. Sejauh ini semuanya Alhamdulillah masih dapat ditangani karena kedua pendukung paslon sadar jika Kota Bontang adalah milik kita bersama,” bebernya.

 

Hingga kini, Bawaslu memberi penekanan pada pengawasan dugaan money politic dan aksi kampanye hitam berisi SARA melalui penyebaran pamflet berkaca pada pilkada yang lalu.

 

“Saya minta kepada masyarakat untu bisa membantu kami dalam mengawasi pemilu karena jangan sampai terpengaruh kepada orang dari luar Bontang yang ingin memantik kericuhan di Bontang. Jangan sampai terjadi hal demikian di sini,” tutupnya. (*)

 

Penulis: M. Syafril, AS Dian Abdi, Ismail Usman

Editor: Qadlie Fachruddin

Article Lainnya


Masyarakat Bontang Patuh PPKM Hari Pertama, Diharapkan Konsisten

Masyarakat Bontang Patuh PPKM Hari Pertama, Diharapkan Konsisten

PARADASE.id - Penetapan jam malam dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di...

Pemkot Akui Kinerja Tim Percepatan Kilang Bontang Terhambat Pandemi

Pemkot Akui Kinerja Tim Percepatan Kilang Bontang Terhambat Pandemi

PARADASE.id - Pemerintah Kota Bontang mewacanakan kembali membentuk Tim Percepatan Pembangunan Kilan...

Hari Pertama PPKM di Bontang, Patroli Gabungan Diperkuat TNI-Polri

Hari Pertama PPKM di Bontang, Patroli Gabungan Diperkuat TNI-Polri

PARADASE.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Bontang dimulai hari in...

28 Warsa Bersama

28 Warsa Bersama

Inway # 129 Oleh : Rusmiati Indrayani Pagi tadi, sama seperti pagi-pagi hari sebel...

JELAJAH