Kembali ke Artikel
Tambang Batu Bara Ilegal di Perbatasan Balikpapan-Kukar Disegel Satpol PP Ilustrasi - Warga mengamati lokasi tambang batu bara ilegal. ANTARA FOTO/Sabang Dipa/Lmo/nz
18 Nov/2021

Tambang Batu Bara Ilegal di Perbatasan Balikpapan-Kukar Disegel Satpol PP

PARADASE.id - Aparat Balikpapan menyegel tambang batu bara tak berizin di Kelurahan Karang Joang, di dekat perbatasan Balikpapan-Kutai Kartanegara pada Selasa (16/11/2021) lalu.

 

"Ini dipastikan ilegal karena di wilayah Balikpapan tidak diperkenankan ada tambang batu bara," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan Zulkifli, di lokasi tambang, sekitar satu kilometer ke timur dari gerbang Kota Balikpapan di Km 26 Jalan Soekarno-Hatta.

 

Di lokasi juga para petugas gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri mengamankan 2 buah eksavator yang digunakan mengupas tanah. Para operator dan beberapa orang lainnya yang ada di lokasi tambang diamankan dan dimintai keterangan.

 

"Luasnya sekitar 1 hektare. Dari pengakuan karyawan yang kami mintai keterangan, belum ada batu bara yang dibawa keluar. Aktivitas baru satu bulan dan batu bara yang ada ini sekitar 1.000 metrik ton," tutur Zulkifli.

 

Selanjutnya, kasusnya segera diproses di Polresta Balikpapan sebagai bentuk penegakan hukum.

 

Dengan alasan-alasan lingkungan, Pemerintah Kota Balikpapan tidak mengizinkan adanya kawasan pertambangan batu bara di Kota Minyak dalam bentuk Peraturan Wali Kota Nomor 12 Tahun 2013.

 

Bahkan dalam tata ruang wilayah, meski secara geologis di Balikpapan juga tersimpan batu bara, tidak ada satu kawasan pun yang dibolehkan untuk ditambang.

 

Dalam berbagai proyek ada pengupasan lahan seperti pematangan lahan untuk perumahan, misalnya, kerap kali ditemukan lapisan batu bara. Bila terjadi hal seperti itu, batu bara dari tempat itu cukup dipindahkan dari kawasan itu atau pengembang mengubah perencanaan kawasan untuk menghindari pengupasan lebih jauh.

 

Apalagi, tambah Zulkifli, tambang ilegal di Karang Joang tersebut berada di kawasan penyangga Hutan Lindung Sungai Manggar.

 

"Kawasan ini akan kami awasi terus. Bila masih ada aktivitas ilegal, dua alat berat ini bisa disita," tegas Zulkifli.

 

Di sisi lain, menurut pengakuan Anto, orang yang menyebut dirinya sebagai pengawas tambang untuk lokasi itu, ia baru seminggu ini bekerja.

 

"Tambang ini milik pengusaha, Pak Zakari, dari Sulawesi," kata Anto yang juga bekerja untuk CV Jaya Mahakam yang berkantor di kawasan Somber, Balikpapan Utara. (*)

 

Editor : Umil Surya

Sumber Medcom Indonesia

Article Lainnya


DPRD Bontang Siapkan Ranperda Penanggulangan Kemiskinan

DPRD Bontang Siapkan Ranperda Penanggulangan Kemiskinan

BONTANG - Salah satu tugas legislator di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bontang adalah membuat regul...

Komisi II DPRD Bontang Pertanyakan Rencana Revisi UU Miras

Komisi II DPRD Bontang Pertanyakan Rencana Revisi UU Miras

BONTANG-- Tak kunjung ada inisiatif dari Pemerintah Kota Bontang untuk merevisi Peraturan Daerah (Pe...

Kemendikbud Luncurkan Aturan Penggunaan Baju Adat Bagi Siswa Sekolah, Astuti: Lebih Baik  Gunakan Batik Lokal

Kemendikbud Luncurkan Aturan Penggunaan Baju Adat Bagi Siswa Sekolah, Astuti: Lebih Baik Gunakan Batik Lokal

BONTANG---Kemendikbud Ristek Mencetus Aturan Berpakaian Adat Kepada Siswa Sekolah Dasar, Menengah Pe...

Ketua Komisi III DPRD Bontang Jadwalkan Turun Langsung Mengawasi Pembangunan Proyek Pemkot Bontang

Ketua Komisi III DPRD Bontang Jadwalkan Turun Langsung Mengawasi Pembangunan Proyek Pemkot Bontang

BONTANG--Ketua Komisi III DPRD Bontang. Amir Tosina pesimis pembangunan proyek Pemerintah Kota akan ...

JELAJAH