Kembali ke Artikel
Syarat Terpenuhi, Disdik Bontang Siap Gelar PTM Ilustrasi. (Google Image)
04 Apr/2021

Syarat Terpenuhi, Disdik Bontang Siap Gelar PTM

04 Apr 2021 Bontang Lintas Kota

PARADASE.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyatakan siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) pada  Juli mendatang.

 

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Bontang Saparuddin  mengatakan, 3 syarat utama untuk PTM sudah dipenuhi. Diantaranya, wilayah yang sudah melandai, vaksinasi guru serta protokol kesehatan di sekolah.

 

"Semua syarat  telah terpenuhi, jadi kami (Disdikbud) siap  laksanakan PTM pada Juli mendatang," ujar Saparuddin saat konferensi pers mengenai persiapan PTM yang  digelar di Gedung Graha Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Utara, Kota Bontang, Minggu (04/04/2021) pagi. 

 

Saparudin menjelaskan, vaksinasi guru  telah mencapai 1.600 jiwa pada jenjang SD sederajat. Sisanya, pada jenjang SMP masih terdapat 2.000 guru yang ditarget mendapat suntikan vaksin sebelum bulan Juli. 

 

Protokol kesehatan khusus pun sudah disiapkan, yakni menanyakan jejak perjalanan murid sebelum masuk ke sekolah. Jika ada  riwayat ke luar kota, maka kembali menggelar pembelajaran secara daring selama 10 hari. 

 

"Kalau tidak ada gejala selama 10 hari, baru boleh masuk ke sekolah," ungkapnya.

 

Selain itu, protokol kesehatan  yang lain pun dengan ketat akan dilakukan. Seperti cek suhu tubuh, mencuci tangan, memakai masker, serta memberi pembatas antar meja murid.

 

"Tentu saja protokol kesehatan yang lain harus dilaksanakan, demi  mencegah penularan antar murid ataupun ke guru di sekolah," pungkasnya.

 

Jika pun nantinya ada orang tua murid  yang menolak untuk PTM dengan lantaran takut anaknya tertular, Disdik pun memberi kebebasan.  Untuk tetap belajar daring atau PTM di sekolah.

 

"Pembelajaran daring banyak kekurangan, terutama pada pendidikan karakter. Jadi sebaiknya PTM, untuk meningkatkan kualitas pada murid yang menurun selama pandemi," ujarnya.

 

Mengenai anggaran persiapan protokol kesehatan, Saparuddin menyebut bisa  menggunakan APBD dan bantuan operasional sekolah (BOS). Besaran dana BOS yang bisa digunakan di setiap sekolah, sebanyak 50 persen.

 

" Untuk membeli alat pengukur suhu, westafel serta pembatas meja, bisa menggunakan  dana BOS. Kalau dana dari APBD nanti akan hitung sesuai kebutuhan sekolah," tutupnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebut refocusing APBD sebesar Rp 230 miliar tahun ini, juga diperuntukkan untuk persiapan PTM. 

 

Keputusan tersebut diambil pada saat pembahasan anggaran yang dilakukan pada Februari 2021. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  mengenai PTM. 

 

"Kami sudah siapkan anggaran, jadi sisa Disdikbud Bontang yang melaksanakan PTM," ujarnya saat dikonfirmasi melalui via telepon, Minggu (04/04/2021) pagi. (*)

 

 

Penulis: M.Safril 

Editor : Umil Surya

Article Lainnya


Kemnaker dan Kutai Kartanegara Bersinergi Wujudkan SDM Bidang Pertanian

Kemnaker dan Kutai Kartanegara Bersinergi Wujudkan SDM Bidang Pertanian

PARADASE.id - Komitmen pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam meningkatkan ...

Kemenag Atur Skema Haji Jika Kuota Dibatasi

Kemenag Atur Skema Haji Jika Kuota Dibatasi

PARADASE.id - Kementerian Agama optimistis penyelenggaraan Haji 2021 tetap terbuka meski dengan pemb...

Menteri Bappenas Tinjau Titik Nol IKN di Kalimantan Timur

Menteri Bappenas Tinjau Titik Nol IKN di Kalimantan Timur

PARADASE.id - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN)...

Antusias Warga Desa Suka Rahmat dalam Sosialisasi Perda Bantuan Hukum DPRD Kaltim di Kutim

Antusias Warga Desa Suka Rahmat dalam Sosialisasi Perda Bantuan Hukum DPRD Kaltim di Kutim

PARADASE.id – Negara mengakui dan melindungi hak asasi manusia bagi setiap individu, termasuk ...

JELAJAH