Kembali ke Artikel
STAI Sangatta Gelar Yudisium Ke-XI Ist
27 Sep/2021

STAI Sangatta Gelar Yudisium Ke-XI

PARADASE.id - Sebanyak 71 sarjana  pendidikan Islam, masing-masing 34 orang (MPI), 26 orang (PAI), dan 11 orang (PGMI) lahir hari ini (Senin 27/9/2021). 

 

Bertempat di lingkungan kampus STAI Sangatta, tiga program studi pada jurusan tarbiyah, yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) meluluskan mahasiswanya dalam seremoni yudisium yang digelar sederhana namun penuh makna.

 

Mengenakan pakaian warna hitam, atasan jas dan celana bahan, serta blazer yang dipadu dengan rok bagi perempuan, para mahasiswa yang menyelesaikan seluruh syarat memeroleh gelar pendidikan strata satu, duduk rapi sesuai prodi mereka masing-masing. 

 

Acara dibuka dengan penampilan tarian daerah Kutai Timur, yaitu tari jepen yang dilenggokkan  gemulai secara solo oleh mahasiswa. Kemudian  lagu Indonesia Raya dan Mars STAI Sangatta. Rangkaian acara digelar satu-persatu didukung pengantar pantun dan lantunan syair oleh master of seremony (MC).

 

Dalam sambutannya Moh. Tauhid, M.Pd selaku Ketua Jurusan Tarbiyah yang memayungi tiga program studi menyampaikan pesan bijaksana. Ia mengingatkan kepada seluruh peserta yudisium agar menjaga nama baik kampus tempatnya menuntut ilmu. 

 

Ketika waktu yang dibutuhkan untuk menuntut ilmu di kampus selesai, maka seorang mahsiswa akan memasuki kehidupan sosial atau masyarakat sebenarnya. Ilmu yang diterima harus diamalkan agar menjadi jalan kebaikan bagi sesama. Kampus merupakan tempat menimba ilmu pengetahuan sedangkan masyarakat adalah konsumen yang membutuhkan produk dari sebuah satuan pendidikan tinggi. Apabila mahasiswa menjaga nama baik kampus melalui ucapan dan perilaku sosialnya, maka citra baik kampus meningkat dan lembaga pendidikan ini semakin dipercaya masyarakat. 

 

Selain menjaga citra diri kampus, Tauhid mengingatkan agar peserta yudisium terus menjaga hubungan baik dengan almamaternya, terhadap dosen dan seluruh sivitas akademika. 

 

Melanjutkan hubungan baik tetaplah penting karena sekalipun sudah menamatkan bangku kuliah, secara darah keilmuan, seluruh mahasiswa dan alumni terhubung dalam circle yang tidak terputus. Dalam keilmuan, posisi guru setara orangtua yang berjasa menanamkan benih pengetahuan. Sehingga sosok guru sebagaimana orangtua tidak dapat diganti sebutannya menjadi bekas guru. Tidak ada bekas guru yang ada hanyalah bebas ilmu yang pernah diberikannya.

Sementara itu, Dr. Arif Rembang, Supu, M.Pd selaku Ketua STAI Sangatta berpesan agar mahasiswa menancapkan niat yang kuat dalam menempuh pendidikan pasca sarjana. 

 

Mengutip sabda Nabi SAW, Ketua STAI menguraikan dua aspek dibalik “fardhu” yang dituntut dalam sadda “Menuntut ilmu fardhu atas setiap muslim.”

Secara pribadi, seseorang harus membekali dirinya dengan kefardhuan. Seseorang dituntut memiliki pengetahuan agama seperti akidah, syariat, dan mengamalkan ibadah yang membentuk kesholehan personal. 

 

Sedangkan aspek kedua yaitu fardhu kifayah, artinya terdapat bagian orang lain yang harus menekuni ilmu tertentu seperti ilmu alam, ilmu konstruksi, dan ilmu-ilmu yang menyangkut tata kelola kehidupan dunia. 

 

Dalam acara yang digelar dari pagi hingga siang, hadir untuk memberikan ucapan selamat atas capaian mahasiswa pejabat kampus yang terdiri dari pembantu ketua I bidang akademik yaitu Eko Nursalim, M.S.I, Dr. (Cand) Satriah, M.Pd selaku pembantu ketua II bidang keuangan, dan Mustatho, S.H.I., M.Pd.I serta beberapa dosen. Seturut acara, dibesut juga penganugerahan penghargaan kepada dosen terproduktif dalam melahirkan karya ilmiah berupa buku dan artikel jurnal penelitian. Penerimanya adalah Dr. Husnul Wardan, M.Pd. Adapun anugerah dosen teladan ditempati oleh Mahfudh Iffendi, M.Pd, sementara dosen terfavorit disandang Anjani Putri Belawati, M.Pd.

 

Selain itu, mahasiswa yang lulus dengan predikat cumlaude juga mendapatkan apresiasi dari jurusan. Mereka adalah Maimunah, S.Pd (MPI), Hamidah, S.Pd (PAI), dan Heni  Triyanti (PGMI). (*)

 

 

Penulis : Rusmiati Indrayani

Article Lainnya


Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

PARADASE.id - Chelsea harus susah payah mengalahkan Watford 2-1. The Blues diakui bermain buruk dan ...

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

PARADASE.id - Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan satu kasus infeksi Covi...

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

PARADASE.id - Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup 74 anak dan cucu usaha milik PT Pertamina (Per...

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

PARADASE.id - Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengungkapkan kejengkelannya pada calon CPNS yang curang ...

JELAJAH