Kembali ke Artikel
Sopir Angkot Samarinda Tolak Transportasi Online Ketua Organisasi Gabungan Transportansi Kalimantan Timur, Kamaryono orasi saat menggelar aksi mogok menuntut solusi pembatasan beroperasinya angkutan online demi pendapatan sehari hari supir angkutan konvensional di depan Kantor Gubernur jalan Gajah Mada Kota Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (27/8). (FOTO:tribunnews)
27 Aug/2019

Sopir Angkot Samarinda Tolak Transportasi Online

PARADASE.ID. Ratusan sopir angkutan kota (taksi konvensional) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernuran Kaltim, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (27/8).

 

Sopir angkot yang tergabung dalam Organisasi Gabungan Transportasi (Orgatrans) Kalimantan Timur itu menuntut agar aplikasi transportasi online dihapuskan.

 

Dari pantauan Tribunkaltim.co di lokasi aksi, terdapat ratusan mobil angkot dari berbagai trayek terparkir rapi di pinggir jalan depan kantor Gubernur.

 

Ketua Orgatrans Kaltim, Kamaryono menerangkan, aksi menuntut agar transportasi online dihapuskan merupakan aksi yang sudah sering dilakukan pihaknya. Dirinya mencatat, lebih dari delapan kali aksi telah dilakukan oleh sopir angkot yang menginginkan keadilan.

 

Bahkan, saat ini perjuangan pihaknya mendapatkan rezeki semakin berat, karena makin bertambahnya pilihan jenis transportasi online.

 

"Dulu, dua jenis saja kami sudah setengah mati cari uang, apalagi nambah lagi yang baru, makin susah lagi kami," ucap Kamaryono, Selasa (27/8).

 

Lanjut dirinya menjelaskan, rata-rata pendapatan sopir angkot per harinya hanya mendapatkan Rp 15 Ribu - Rp 20 Ribu. Dengan pendapatan tersebut, menurutnya tidak dapat menutupi untuk kebutuhan keluarga.

 

"Dapat apa kalau segitu, itu untuk makan satu orang saja. Tapi, kalau yang di rumah tidak makan, belum lagi untuk anak sekolah," jelasnya.

 

Kendati demikian, pihaknya juga tidak ingin mematikan rezeki mitra transportasi online, pihaknya pun berharap agar pembatasan jumlah kuota transportasi online dapat dijalankan.

 

"Kita tidak rakus, kita sama-sama cari rezeki. Jadi, opsi kedua yakni pembatasan kuota kita setuju, terlebih itu sudah jadi ketentuan sesuai dengan SK Gubernur Kaltim," tegasnya.

 

"Jadi, yang diluar dari kuota akan diblokir aplikasinya. Di Samarinda dibatasi hanya 200 saja," sambungnya.

 

Setelah melakukan orasi, pihaknya lalu diundang masuk ke kantor Gubernur guna membahas tuntutan dari sopir angkot. Pertemuan tersebut dilakukan di ruang rapat Tenguyun yang dihadiri Ketua Dishub Kaltim, Salman Lumoindong, serta Kepala Biro Hukum Setda Prov Kaltim, Suroto.

 

Hasilnya, terdapat empat kesimpulan, diantaranya :

 

1. Membatasi kuota transportasi online sesuai dengan SK Gubernur Kaltim 200 personel di Samarinda

 

2. Terhadap diluar 200 yang akan beroperasi, akan dilakukan langkah-langkah untuk memblokir aplikasi tersebut

 

3. Untuk menindaklanjuti pemblokiran di luar daripada 200 yang beroperasi, maka akan dilakukan pertemuan lanjutan di Dishub Kaltim, 28 Agustus 2019, pukul 10.00 Wita dengan menghadirkan ahli IT.

 

4. Terhadap aplikasi transportasi online yang ilegal akan dilakukan penindakan sesuai peraturan yang berlaku.

 

Sopir angkot akhirnya membubarkan diri dari kantor Gubernur sekitar pukul 14.00 Wita, dan massa aksi kembali menjalankan rutinitasnya mencari penumpang.

 

Di tempat terpisah belum lama ini,

 

Sopir angkot bernama Petrus Mele (20) warga Gunung Bakaran ,Kecamatan Balikpapan Selatan diamankan pihak Kepolisian Polsek Balikpapan Utara, pada Senin malam, (5/8), karena kedapatan menggunakan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu.

 

Adanya SIM palsu tersebut terkuat setelah sopir tersebut mengalami lakalantas dengan seorang pengendara motor di kawasan Karang Jati.

 

Setelah diteliti secara kasat mata, terdapat beberapa kejanggalan pada SIM A si sopir tersebut, seperti tertulis yang menanda tangani SIM tersebut adalah Dirlantas Polda Balikpapan atas nama AKBP Raydian Kokrosono, S.I.K. kemudian masa berlaku SIM dengan tanggal lahir juga tidak sama.

 

Ditemui di Mapolsek Balikpapan Utara, Petrus Mele menceritakan bagaimana ia  mendapatkan SIM palsu tersebut. Berdasarkan pengakuan Petrus, ia  tidak mengetahui kalau SIM A yang ia miliki adalah SIM palsu. Pasalnya, dirinya membuat SIM tersebut lewat seseorang yang dikenalkan oleh temannya.

 

Ia membeberkan, seseorang yang membuat SIM tersebut berdomisili di daerah Damai dan satu suku dengannya. Bahkan, dirinya telah membayar Rp 500 ribu untuk dibuatkan SIM A tersebut.

 

"Saya tidak tahu kalau itu palsu, dia bilang asli. Saya kira SIM itu dia tembak jadi cepat selesai," ujarnya. Selasa (6/8).

 

Ia mengaku kenal dengan pembuat SIM palsu tersebut pertama kali melalui telepon, kemudian berlanjut  dengan janji ketemuan, karena urusan atau keperluan pembuatan SIM itu.

 

"Saya cuma disuruh foto lewat whatsapp, setelah saya kirim foto katanya tiga jam langsung jadi," terangnya.

 

Pettus menerangkan, baru mengambil SIM A tersebut pada Minggu (4/8) lalu dan naasnya sehari setelah mengambil SIM tersebut, dirinya langsung diamankan polisi karena kedapatan menggunakan SIM A palsu.

 

"Pas diperiksa, kata polisinya SIM A saya ini palsu," ucap Petrus. (***)

 

 

Penulis                                 :Zuajie

Editor                                    :Akbar

Sumber                                :tribunnews

Article Lainnya


Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Paradase.id - Penanganan banjir menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang. Salah satu upaya yang dilaku...

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Paradase.id - Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2021 di posisi ketiga klasemen medali. Berdas...

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Paradase.id - Wali Kota Bontang Basri Rase menghadiri sekaligus meresmikan peluncuran mobil AmbulanM...

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Paradase.id - Medali perunggu diraih oleh Putty Insavilla Armein, Sharon Adelina L Santoso, Shinta C...

JELAJAH