Kembali ke Artikel
Seleksi CPNS 2019 dan P3K/PPPK 2019 Segera Dibuka Pemerintah akan kembali membuka rekrutmen CPNS 2019 dan P3K/PPPK 2019 dalam waktu dekat ini. Ada prioritas untuk eks THK-II dan honorer Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Selain Honorer, 1 Kelompok Ini Bakal 'Spesial' di Rekrutmen ASN 2019, Peluang Lulus Bisa Lebih Besar, https://kaltim.tribunnews.com/2019/08/27/selain-honorer-1-kelompok-ini-bakal-spesial-di-rekrutmen-asn-2019-peluang-lulus-bisa-lebih-besar?page=all. Penulis: Doan Ebenezer Pardede Editor: Januar Alamijaya
27 Aug/2019

Seleksi CPNS 2019 dan P3K/PPPK 2019 Segera Dibuka

27 Aug 2019 Berita Terkini

PARADASE.ID. Pendaftaran seleksi ASN 2019, yakni CPNS 2019 dan P3K/PPPK 2019 akan segera dibuka.

 

Kepala BKN Bima Haria Wibisana memprediksi jumlah peserta seleksi CPNS 2019 dan PPPK/P3K 2019 ini akan mencapai 5,5 juta orang.

 

Total kebutuhan ASN nasional 2019 sejumlah 254.173 formasi yang mencakup 100.000 formasi CPNS 2019 dan 100.000 formasi PPPK/P3K 2019 tahap kedua, dan sisanya sudah dilaksanakan pada seleksi PPPK/P3K 2019 tahap pertama.

 

Sebanyak 108 lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah.

 

Jumlah ini tentu tidak cukup untuk pelaksanaan seleksi serentak sehingga beberapa opsi sedang disiapkan dengan kerja sama instansi di pusat dan daerah.

 

Bima Haria Wibisana mengatakan, rencananya pendaftaran CPNS dibuka pada bulan Oktober 2019 mendatang.

 

Namun demikian, kata Bima, perekrutan CPNS pada tahun ini masih menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo.

 

"Tapi masih menunggu Pak Menpan (Menpan RB Syafruddin) masih meminta waktu Presiden melakukan rapat terbatas," ujarnya di Jakarta, Senin (18/8).

 

Restu Presiden Jokowi dinilai sangat penting karena pada Oktober 2019 nanti, akan ada pergantian pemerintahan dari Jokowi-Jusuf Kalla ke Jokowi-Ma'ruf Amin.

 

Selain itu, kabinet pun kemungkinan akan diisi oleh menteri yang berbeda.

 

Oleh karena itu, rencana pembukaan penerimaan CPNS 2019 perlu dibicarakan kembali.

 

Soal formasi, Bima mengatakan kemungkinan akan tetap sama.

 

Namun, saat ini BKN juga masih menunggu penetapan formasi yang dibutuhkan.

 

Sementara itu, untuk pengangkatan pegawai honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( P3K/PPPK ), BKN mengatakan penerimaannya tidak akan bersamaan dengan CPNS.

 

"Saya rasa kira-kita mungkin nanti CPNS-nya terlebih dahulu karena P3K/PPPK ini masih harus ada koordinasi yang lebih lebih rinci," ucapnya.

 

Formasi prioritas di CPNS 2019

 

Menpan RB Syafruddin mengatakan bahwa pemerintah memprioritaskan perekrutan ASN untuk posisi tenaga teknis profesional, guru serta tenaga kesehatan.

 

Karena menurutnya saat ini 75 persen puskesmas di seluruh Indonesia kekurangan dokter dan tahun 2019 ini akan ada 52 ribu yang pensiun.

 

“CPNS tetap akan direkrut yang memiliki tenaga teknis profesional, guru, dan dokter kesehatan, karena 75 persen puskesmas di seluruh Indonesia kekurangan dokter. Lalu ada 52 ribu guru yang akan pensiun sehingga prioritas itu juga. Dan untuk disabilitas akan tetap mendapatkan jatah 2 persen dari total yang direkrut.”

 

“Yang jelas tenaga administrasi diputuskan untuk tidak direkrut dulu,” tegasnya.

 

Syafruddin bersama Mendagri Tjahjo Kumolo dan Mendikbud Muhadjir Effendy membuka rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah seluruh Indonesia untuk pelaksanaan rekrutmen ASN 2019.

 

Mantan Wakapolri itu juga menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen ASN harus dilaksanakan pada tahun 2019.

 

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari itu pemerintah daerah diminta untuk mengusulkan kebutuhan ASN untuk direkrut.

 

“Hari ini kita membahas jadwal rekrutmen kapan akan dilaksanakan dan meminta pemda aktif untuk mengusulkan berapa jumlah ASN yang dibutuhkan, karena gaji ASN di daerah dikeluarkan dari APBD. Jadi rapat hari ini juga untuk mensinkronkan anggaran rekrutmen hingga gaji ASN,” imbuhnya.

 

“Jadi berdasarkan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) rekrutmen tidak boleh lebih dari tahun 2019, jadi akan tetap dilaksanakan tahun ini,” pungkas Syafruddin. (***)

 

 

Penulis                                 :Zuajie

Editor                                    :Akbar

Sumber                                :tribunnews

Article Lainnya


Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Paradase.id - Penanganan banjir menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang. Salah satu upaya yang dilaku...

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Paradase.id - Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2021 di posisi ketiga klasemen medali. Berdas...

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Paradase.id - Wali Kota Bontang Basri Rase menghadiri sekaligus meresmikan peluncuran mobil AmbulanM...

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Paradase.id - Medali perunggu diraih oleh Putty Insavilla Armein, Sharon Adelina L Santoso, Shinta C...

JELAJAH