Kembali ke Artikel
Selasar Lapak Nasi Taubat Seorang driver ojek online saat melayani pengunjung. (Foto: R. Indra)
19 Aug/2019

Selasar Lapak Nasi Taubat

19 Aug 2019 Feature

PARADASE.ID. Matahari belum tinggi. Pendar hangatnya menyusup relung hati yang ingin berbagi. Jumat barokah dengan seluruh kemuliannya menggelar lapak kesempatan, mengarung pahala dari keutamaan sayyidul ayyam.

 

“Terimakasih, semoga berkah. Makin banyak rezekinya,” setelah Hajjah Kartini mendoa, lalu sebuah motor dengan deru mesin tertatih, putar balik. Tancap gas melaju kembali di jalan lapis kedua.

 

Disaat sama, dua orang petugas petugas kebersihan jalan raya. Seorang perempuan 67 tahun yang bawa cucu balita, diservis. Plus senyum persaudaraan.

 

Di lapak itu seorang lelaki berperawakan tegap dengan pakaian dinas ojek online dan seorang rekannya berkerudung biru malam, sibuk melebarkan plastik pembungkus untuk memasukkan nasi box yang ditinggalkan kontributor. Motor yang tadi putar balik.

 

Dari penampilan kendaraan, tertangkap isyarat yang bersangkutan bukan datang dari kelas ekonomi menengah.  Seorang masyarakat umum,  pendapatan ala kadar pun. Pagi Jumat antusias menyokong nasi amal.

 

Lapak Makan Gratis Jumat Barokah. Kalimat yang terbaca mata. Hidung membaui aroma sambel terasi yang nikmat. Pedas terbayang dalam sedap menggoda lidah. Di Pendengaran telinga menangkap, sayup desing  mobil kota (city car) parkir, menurunkan 60 bungkusan nasi. Juga silih bergantinya pengendara motor donatur.

 

Pengendara pribadi yang menghibahkan sendiri. Sembako, kue basah, dan nasi bungkus sebagai menu utama atau melalui jasa antar pengendara motor online

 

Hajjah Kartini pengelola lapak makan gratis, membenarkan ketika reporter paradase.id menyambanginya. Dia mengatakan. Apa saja, untuk siapa saja. Dari mana saja.

 

Apa saja menunjuk materi yang ingin disedekahkan. Nasi bungkus boleh, sembako, kue basah, mie goreng atau apapun. Dia mengatakan disela-sela tangannya yang sibuk menyervis tamu. Memasukkan nasi bungkus dalam kantong plastik dan memindahkan ke tangan tamu. Lagi-lagi menyertakan senyum. Ramah dan gula.

 

Dirman pengendara ojek online yang mengenakan seragam kerja juga mengatakan hal sama. Keinginan Dirman (38) bantu sesama, diwujudkan dengan meluangkan waktu. Dirman sukarela menyumbangkan tenaga berada di sana.

 

Dikatakan Dirman saban Jumat dia singgah dilapak, menyedekahkan tenaga bantu Hajjah Kartini. ”Saya juga menyumbang sepuluh nasi bungkus  dan satu dos air minum kemasan,” katanya dalam cenkok Mamuju kental.  Tangan warna coklat legam itu, pantas meladeni tamu yang mengharapkan satu nasi diri sendiri.

 

Untuk berbagi, dan perasaan senang bisa bermanfaat bagi orang lain adalah alasan Dirman membagikan waktu menolong pekerjaan di lapak. Dirman mengatakan dalam posisi kayak setrika, beredar. Bolak-balik dari etalase nasi kepada tempat tamu yang datang.

 

Dalam pengamatan paradase.id pagi Jumat itu, tidak kurang 200 nasi bungkus, mie goreng, juga nasi bakar yang disalurkan kepada kaum dhuafa.

 

Disebut dhuafa karena lapak ini fokus menyasar masyarakat kalangan tidak mampu.

 

Rekan Hajjah Kartini. Herlina  yang duduk sambil mengamati kegiatan, mengatakan— seperti dikutip Paradase.id—  Satu porsi untuk satu diri. Misalnya. Satu keluarga terdiri dari tujuh orang. Dua orangtua dan lima anak, lalu datang sekeluarga mengambil nasi bungkus. Maka mereka akan mendapatkan haknya. Asal bukan membawakan jatah orang lain. Satu orang hanya mengambilkan bagi dirinya. Tidak sah dengan utusan. Pemilik  lapak tidak melayani perwakilan jasa mengambilkan hak yang lain.

 

Aktivitas lapak gratis, bermula dari ide Ria Fitri Apriana. Putri Hajjah Kartini memrakarsai. Bersama dua rekannya Leily, dan Emma.  Ria sepakat mendirikan lapak. Pekerjaan perdananya pesan etalase.

 

Hajjah Kartini menuturkan kronologi. Ide hingga akhirnya lapak berdiri. Saat pesan etalase, Bos pembuat etalase tidak mau dibayar. Etalase gratis. Sang owner pun menyokong dengan memberikan nasi bungkus. Itu awal tahun  (Januari 2019)

 

Bagi Ria motivasi terbesar berbagi adalah karena perintah Allah. Allah menyuruh bersedekah. Demikian Ria menyampaikan niatnya buka lapak gratis melalui percakapan WA. Ria menyampaikan harapan semoga lebih banyak lagi warga yang peduli dan mau berbagi. Seberapa saja kami terima. Apapun yang dititip akan disalurkan. Boleh nasi bungkus 10 atau gula beberapa kilo. Minyak goreng paling diminati.

 

Di jalan Sendawar, terang makin menyorot. Alam Jumat membentangkan rahmat. Selasar siang merayap ke arah waktu sholat. Materi nasi bungkus penghuni etalase datang dan keluar persis angin. Cepat tiba. Lekas juga diserbu penerima.

 

Seorang perempuan usia mendekati maghrib Andi Nurasiyah (67) yang hidup sebatang kara, menuturkan. Dia senang.  Dapat nasi tidak harus beli. Getaran kata-katanya hampir menjatuhkan tetes bening di sudut mata. Lapak ini sangat membantu Nurasiyah yang tinggal bersama mantu, sedangkan anaknya sendiri pergi mendahulu.

 

Andi Nurasiyah, Dirman, dan Hajjah kartini merupakan circle kebaikan. Kebaikan dalam membagi manfaat diri. Mendistrubusikan makanan yang bisa dinikmati saudara dalam kondisi ekonomi keluarga tidak mumpuni. Lapak Gratis ini jadi ladang pahala. Kanal berbagi untuk dhuafa. Alamat Jalan Suryanata (kampung Jawa/Eks. Jalan Sendawar) RT 11 Nomor 02. Atau Penjahit Kartini (Cipta Aneka Busana). (***)

 

 

 

Reporter                                              :R. Indra

Penulis                                                 :R. Indra

Editor                                                    :Akbar

 

Article Lainnya


Komisi III Janji Anggarkan  Perbaikan Hotel Grand  Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

Komisi III Janji Anggarkan Perbaikan Hotel Grand Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

PARADASE.id - Komisi III DPRD Bontang menggelar sidak di kawasan Hotel Grand Mutiara, pada Sel...

Bakhtiar Wakkang Ajak Konstituen Dukung Vaksinasi Covid-19

Bakhtiar Wakkang Ajak Konstituen Dukung Vaksinasi Covid-19

PARADASE.id - Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menjadi salahsatu penerima...

Warga Kurang Mampu Diusulkan Masuk Prioritas Vaksin di Bontang

Warga Kurang Mampu Diusulkan Masuk Prioritas Vaksin di Bontang

PARADASE.id - Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal mendorong pemerintah untuk memasukkan warga kur...

Jadi Peserta Vaksin, Anggota Komisi III Agus Suhadi Berikan Tips Sebelum Disuntik

Jadi Peserta Vaksin, Anggota Komisi III Agus Suhadi Berikan Tips Sebelum Disuntik

PARADASE.id – Anggota DPRD Bontang menjadi salah satu kelompok penerima vaksin Sinovac tahap k...

JELAJAH