Kembali ke Artikel
Selamat Ulang Tahun Indrayani
23 Nov/2020

Selamat Ulang Tahun Indrayani

23 Nov 2020 In Way

Oleh : Rusmiati Indrayani

 

Inway #122

 

23 November 1969-23 November 2020.  Hari ini ulang tahun kelahiran saya ke-51. 

 

Kemaren sore beberapa orang mahasiswa menemui saya di kafe alam pondok jati, teras belakang rumah saya. Mereka datang dari kota Sangatta untuk mendapatkan bimbingan tentang metodologi penelitian kualitatif,. Di antara mereka ada yang bertanya dengan usia ini apakah saya sudah memiliki cucu ? Seorang temannya yang duduk  searah pukul sebelas mendahului saya dengan menjawab “belum ada.” katanya setengah menduga dengan porsi keyakinan di atas 79 %. Tentu saja di bagian belum memiliki cucu, mahasiswa tersebut benar 100% namun di balik jawabannya, seorang teman mereka yang duduk di antara keduanya mengatakan diri saya terlihat berbohong mengenai angka usia.

 

Saya ingin memercayai mereka sedang bercanda atau tengah ingin menyenangkan hati dosennya. 

 

Menua itu pasti dan saya tidak belia lagi. Itu fakta. Hari ini, bukti bahwa masa dewasa matang telah sangat nyata mendatangi kehidupan saya.

 

Menjalni usia di angka kepala emas, banyak yang telah terjadi sepanjang jalan ini. Jalan kehidupan saya, seperti lazimnya dilakoni oleh orang lain tidaklah mulus. Orang di dunia dewasa sana menyebutnya pasang surut kehidupan. Walaupun jalanan bukanlah sebuah sungai yang airnya dangkal dan dalam, kehidupan adalah peta yang membentangkan jalan sama, yaitu harus di lalui.

 

Sebagai seseorang yang beruntung melampaui usia hingga dipertemukan dengan kepala lima, saya menyadari kehidupan ini tidak statis, kehidupan ini dinamis. Polanya sama manusia dihadapkan pada sebuah liku-liku perjalanan di hadapannya. Jika semua masalah adalah sama lalu apa yang membedakan diri sendiri dengan orang lain ?

 

Menurut saya jawabannya adalah sikap hidup manusia dalam menghadapi masalah kehidupan. Sikap ada dua, yaitu menerima dan menolak. Semua yang terjadi atas diri sudah menjadi titipan yang tertulis dalam buku kehidupan seseorang. Buku panduan menjalani hidup juga sudah disiapkan, selanjutnya bagaimana menerapkan ketentuan dengan sikap arif dan penuh penerimaan.

 

Adakalanya cara terbaik menerima sesuatu melalui pembicaraan dua arah untuk menyamakan pandangan terhadap suatu masalah. Adakalanya diam menjadi jawaban dan ada kalanya beberapa masalah cukup diabaikan saja. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri.

 

Saya perempuan di bawah naungan rasi sagitarius terbilang sebagai pribadi terbuka (extrovert), bersemangat, memiliki banyak gagasan, berani mengambil risio namun saya adalah seorang yang agak penakut dan kadang-kadang tergesa-gesa.

 

Menyadari potensi diri dengan perangkat pertahanan diri untuk mengembangkan kekuatan dan mengendalikan kekurangan, strategi yang acapkali saya lakukan dalam menghadapi masalah adalah : menerima perubahan dengan atau tanpa protes. 

 

Beberapa masalah yang menyinggahi kehidupan pribadi pada akhirnya mendapatkan penyelesaian juga. Walaupun proses bertemu penyelesaian membutuhkan waktu dan usaha di atas rata-rata. Beberapa kasus berhasil saya lalui, beberapa saya biarkan berlalu begitu saja dan beberapa di antaranya saya abaikan. Tidak semua harus dipikirkan dan tidak semua persoalan menjadi tanggung jawab diri sendiri untuk menuntaskannya.

 

Dari dua sikap menghadapi masalah, yang saya rasakan cukup berat adalah ketika persoalan datang dari dalam diri sendiri. Jika urusannya berasal dari orang lain atau masalah disebabkan oleh faktor luar diri dan keluarga, kami, saya relatif kuat menghadapinya. Sementara jika sebuah masalah terbit dari dalam diri sendiri, beberapa kali saya gagap bahkan bertindak ceroboh. Cara terbaik berhadapan dengan masalah adalah berdiri tegak dan siap memiliki cara melintasi rintangan. Namun jika urusannya menyangkutr ego atau keakuan diri sendiri, pada bagian ini saya kerap keteteran.

 

Dalam masalah pengendalian ini, walaupun sekarang telah ada di lintasan usia emas, saya dan siapa saja selalu dihadapkan pada perjuangan untuk mengendalikan ego dan emosi negatif. Rasa keakuan diri memang butuh pemaksaan supaya bersedia mengalah. Ego diri sendiri perlu dilipat-lipat untuk memberi muka pada kehebatan yang dimiliki oleh orang lain. Dalam dunia kepemimpinan dikenal istilah : memimpin dari belakang yaitu sebuah trik mengarahkan dengan cara membiarkan (ego) orang lain merasa di depan (asah, asih, dan asuh).

 

Cara terbaik bukan selamat dan sukses dalam mengatasi masalah melainkan kemampuan menampilkan sikap tepat dalam menghadapi setiap masalah. Sikap terbaik adalah strategi bertahan dan kalaupun harus menyerang, yang paling didahulukan adalah berdamai dengan ego yang ada di dalam.

 

Setiap diri bukan dinilai melalui penampilan fisik dan harta kekayaan melainkan kedalaman pengenalannya terhadap tanda-tanda wujud tuhan dalam dirinya.

 

Sepanjang kehidupan ini, saya banyak sekali mendapatkan dukungan dan limpahan cinta dari orang-orang dekat. Bentuk dukungan mereka tidak selalu sesuai dengan keinginan, kerap kami berbeda pandangan namun karena keyakinan saya mereka adalah orang-orang dengsn kasih sayang dalam hati, maka rasa benci dan salah paham selalu dikalahkan dengan luasnya pemaafan, rasa peduli dan penghormatan.

 

Dalam banyak waktu perasaan berharga dan dicintai membuat saya merasa kuat.

 

Kepada mereka tentu saja tidak habis kata ungkapan terima kasih.

 

Saya ingin seperti umumnya orang lain menginginkan ;

 

Saat seseorang kembali kepada sang ilahi Robbi yang sesungguhnya bekal abadi adalah membawa hati yang selamat baik di dunia maupun di akherat. 

 

Saya berdoa lebihnya usia ini kiranya DIA berkenan membimbing jiwa raga sealu ada di jalan ma’rifat.

Article Lainnya


Masyarakat Bontang Patuh PPKM Hari Pertama, Diharapkan Konsisten

Masyarakat Bontang Patuh PPKM Hari Pertama, Diharapkan Konsisten

PARADASE.id - Penetapan jam malam dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di...

Pemkot Akui Kinerja Tim Percepatan Kilang Bontang Terhambat Pandemi

Pemkot Akui Kinerja Tim Percepatan Kilang Bontang Terhambat Pandemi

PARADASE.id - Pemerintah Kota Bontang mewacanakan kembali membentuk Tim Percepatan Pembangunan Kilan...

Hari Pertama PPKM di Bontang, Patroli Gabungan Diperkuat TNI-Polri

Hari Pertama PPKM di Bontang, Patroli Gabungan Diperkuat TNI-Polri

PARADASE.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Bontang dimulai hari in...

28 Warsa Bersama

28 Warsa Bersama

Inway # 129 Oleh : Rusmiati Indrayani Pagi tadi, sama seperti pagi-pagi hari sebel...

JELAJAH