Kembali ke Artikel
Review Buku Ezrinal Azis, Tuhan yang Saya Kenal: Banyak Nama Tokoh dan Pemikiran
22 Jun/2020

Review Buku Ezrinal Azis, Tuhan yang Saya Kenal: Banyak Nama Tokoh dan Pemikiran

22 Jun 2020 Buku Gaya

*Oleh Sunaryo Broto – 15 Juni 2020

SAYA terima paket, buku ini di Bontang sekitar awal Mei 2020, saat pandemic corona masih berlangsung. Dikirim dari Jakarta tempat tinggal penulis. Dibeli seharga Rp85 ribu termasuk paketnya. Buku dengan cover berwarna pastel hijau kuning muda dari lukisan Djodjo Hamzah berjudul Musa dan Lautan diterbitkan oleh Penerbit Silalatu, Kuningan. Cetakan pertama pada November 2019, terdiri 192 halaman. Ada pengantar dari Acep Zamzam Noor, penyair penerima SEA Write Award dan penutup dari Dedi Ahimsa, seorang penulis buku.

Buku dibagi dalam 2 Bab besar, Rancang Bangun dan Sketsa. Ada 15 esai dalam rancang bangun dan 17 esai dalam Sketsa. Isinya banyak perenungan dalam esai yang kontemplatif. Dari isinya sudah bisa ditebak kalau penulisnya suka membaca, melihat film dan merenung. Meski penulis seorang karyawan sebuah perusahaan manufaktur dan alumni Teknik Kimia UGM. Juga master lingkungan alumni AIT (Asean Institute of Technology) Bangkok. Tetapi tulisan di buku ini banyak ditulis pada saat sudah pension dan “menyepi” di suatu tempat.

Lihatlah nama-nama yang disebutnya. Ada Al Ghazali dan Ibn Rusyd. Ada Muhammad Iqbal, Waqr Ahmed Husaini, Muhammad Asad, Ali Shariati, Fazlur Rahman. Ada Khrisnamurti dan Kahlil Gibran. Ada Nietzche, Kierkegart, Sartre, Schumacher, Ivan Illich, Paulo Freire, Socrates, Plato, Edward de Bono, Fritjov Capra dan lain-lain. Juga disebut temannya waktu kuliah, Taufik Rahzen, mantan mahasiswa Teknik Kimia UGM yang yang aktif di kelompok Study Teknosofi tahun 1980-an.

Masih banyak lagi nama-nama lain yang disebutnya. Medelejev, penyusun table periodic unsure kimia. Lesley Hazleton, Leopold Weiss, Karen Amstrong, Al Razi, Al Kindi, Ibn Sina dan lain-lainnya. Tentang Zakir Naik dan Annemari Schemicel. Masih ada lagi sekian nama. Disebut juga nama-nama, Tariq Ramadhan, Omar Suleman, Yusuf Estes, Yasir Qadhi. Karen Amstrong juga sering disebut dengan mengutip bukunya Mohammad, a prophet of our time. Peran Hasan Al Banna dan Sayyid Qutb atau Al Afghani. Juga kisah Imam Besar Gereja Katolik Ortodox, Dmitri Smirnov tentang informasi seorang sopir taksi dari salah satu jemaahnya. Tak lupa ada tokoh wanita kontroversi berdarah Mesir, kelahiran Uganda dan tinggal di Kanada, Irshad Manji. Pendapatnya terhadap Irshad Manji terlalu berani.

Banyak mengutip surat-surat dalam Al Qur an. Di antaranya Ad Dhuha yang dibahas khusus. Juga beberapa nama di antaranya Ibrahim, Nuh. Musa, Daud, Isa dan Muhammad. Tentang Yahudi, Kristen dan Islam. Penulis mendorong memaknai Rukun Islam dan Rukun Iman dalam keseharian. Juga  pengertian Tauhid dan ibadah. Ada juga cerita para mualaf. Disebut Aminah Assillmi, Hamzah Yusuf, Karima Diane Alavi dan lembaga Teacher Institute Dar al Salam di Abiqulu, bagian Utara New Mexico yang berdiri tahun 1979.

Di esainya yang lain, penulis menghubungkan antara AA Gym dan Krishnamurti, bagaimana menariknya kedua tokoh tersebut sampai disebut nama Muhammad Subuh pemrakarsa Susila Budi Dharma pada tahun 1960-an. Wajah Islam Indonesia mengurai keberadaan beberapa tokoh Islam dan beberapa organisasinya di Indonesia.

Yang menarik tulisan tentang Suara dari Anti Islam. Dikatakannya, disamping banyak mualaf ada juga berita sebaliknya, pindah keyakinan dari Islam ke agama lain. Bagi mereka, setidaknya ada 4 alasan yang tidak bisa diterima oleh etika wajar : Perkawinan Nabi dengan Siti Aisyah yang masih di bawah umur, Perkawinan Nabi dengan Zainab yang mantan istri anak angkatnya Zaid, kehalalan kaum muslim menikahi wanita hasil pampasan perang dan masalah jizyah, pajak khusus yang dikenakan pada kaum non muslim di Negara Islam. Semua alasan diurai bagaimana riwayatnya, alasan dan bisa menjadi ketentuan.

Penulis bicara tentang pluralism dari Albert Schwitzer, bahwa bahagia hadir dari rasa iba. Juga mengutip ulama eksis di USA Omar Suleiman dan Yusuf Hamza yang membangun nilai-nilai kemanusiaan universal berlandaskan agama. Dalam esai lain, penulis membandingkan Al Ghazali dan Ibn Rusyd. Membandingkan  Al Afghani dan Sayyid Qutb. Memang pengalamannya berwarna. Sampai mengalami sendiri cerita cinta Gadis Budha di pintu Masjid di Chengda. Dirangkai esai Seorang biarawati menulis biografi Muhammad, Kisah cinta di Tembok Yerusalem antara muslim dan Yahudi. Penulis memiliki jiwa inklusif dan senang menghubungkan atau menyandingkan dua hal berbeda.

Saya senang esai seperti Ad Duha. Kalau semua surat dalam Al Quran bisa dimaknai mirip dengan cara seperti itu, alangkah indahnya. Esai pendek, Muhammad dan Muka Masam juga enak.

Buku ini masih serial tulisannya berisi perenungan. Bisa dibilang sebagai lanjutan pemikirannya dari 5 buku sebelumnya,termasuk  4 buku kumpulan esai. Saya mengenal penulis dari sudut yang paling dekat. Pernah tinggal satu rumah sekitar 2 tahun. Pengalaman penulis yang beragam mempengaruhi cara berpikirnya. Dari operasi pabrik, engineer proses, penelitian dan pengembangan, lingkungan hidup, corporate secretary sampai Direktur Utama Dana Pensiun menjadikan perspektif berpikirnya bertambah. Juga pengalaman sebagai ketua Sarekat Pekerja, Ketua Koperasi karyawan dan Direktur  Stasiun Radio dan TV Lokal telah menempanya. Pernah tinggal di beberapa Negara, Jepang, Thailand dan ditugaskan keliling dunia menjadikannya pengalaman bertambah. Setelah pension nampaknya ada waktu untuk mengamati Youtube yang banyak sebagai sumber tulisan ini. Meski kita juga tahu Youtube itu isinya juga beragam promosi, kampanye dan sosialisasi. Ya buku ini sebagai ekstrak pemikirannya yang tak pernah berhenti.

Sekedar masukan. Esainya kadang panjang sekali. Esai berjudul  Fenomena Islam di Barat ada 16 hal dan tak ada sub judul. Jadi bacanya capek. Tidak ada waktu untuk sekedar menghela nafas. Ada yang pendek satu halaman penuh, Pemikiran tentang syariat. Kalau esai tanpa sub judul pendek, enak bacanya. Enaknya 2-4 hal dan ada sub judul. Pada esai berjudul Al Quran juga ada 17 hal dan tanpa sub judul. Memang Al Quran itu luas bisa panjang sekali kalau mau ditulis. Esai berikutnya Al Quran bacaan universal dengan 7 hal. Esai berjudul Al Quran lebih enak ditambahi lagi beberapa kata pengikutnya seperti esai ke3, Misteri Al Quran. Tidak hanya satu kata.

Masukan lain. Biasanya pada penerbit ada editor tetapi masih dijumpai kesalahan ketik yang tidak perlu. Ada juga salah persepsi. Misal, pada hal 157, …sebagaimana Nabi Muhammad yang ibunya meninggal beberapa saat setelah kelahirannya… Pertanyaannya, beberapa saat itu berapa lama? Nabi sampai berumur 6th diajak ibunya ziarah ke makam ayahnya di Madinah. Kalau ada editor, bisa memperbaiki kalimatnya. Tidak substansial tetapi bisa “mengganggu.” Ada lagi tulisan yang tak perlu dimuat. Pada hal 173 berjudul, Anak Yahudi dan Bapak Tua, tulisan ini sudah beredar di WAG dan internet. Memang disebutkan sumbernya internet tetapi tulisannya mirip dengan yang beredar di dunia maya. Esai ini dapat mengurangi kadar orisionalitas penulis. Ada yang agak kebangetan karena kurangnya fungsi editor. Pada hal 181 esai berjudul Mohammed A Prophet of Our Time, itu persis sama dengan tulisan hal 71-14 dari esai berjudul Fenomena dari Barat. Dimuat double dan menjadi judul tersendiri. Memang hal ini bisa dibilang fungsi editor karena penulis sudah sibuk menulis dan lupa kalau tulisan sudah dimuat pada judul sebelumnya.

Begitulah yang terjadi. Apapun harus dihargai, esai adalah hasil perenungan dari sekian bahan yang masuk. Perlu effort untuk melahirkan tulisan. Dinikmati saja apa adanya. Meski kadang satu tulisan di judul satu mirip satu dua alinea dengan tulisan di judul lain. Bisa dibayangkan bagaimana isi bukunya? Bagi yang suka merenung buku ini cocok untuk memperkaya perenungan. Sebagai tambahan bahan.

*Penulis merupakan pegiat literasi Kaltim. Dan karyawan purna tugas PKT, kini tinggal di Karang Anyar, Jawa Tengah

Article Lainnya


Catat! Ini Waktu Terbaik Otak untuk Belajar

Catat! Ini Waktu Terbaik Otak untuk Belajar

PARADASE.id - Belajar adalah kewajiban dari seorang pelajar. Dalam belajar ada waktu terbaik agar pe...

Minum Kopi Instan Ternyata Bantu Cegah Sakit Jantung

Minum Kopi Instan Ternyata Bantu Cegah Sakit Jantung

PARADASE.id - Sebuah studi terbaru menemukan bahwa ada satu jenis kopi yang bisa membantu mencegah p...

Beragam Manfaat yang Perlu Diketahui Dari Ampas Kopi

Beragam Manfaat yang Perlu Diketahui Dari Ampas Kopi

PARADASE.id - Tanggal 1 Oktober dirayakan sebagai Hari Kopi Sedunia. Minum kopinya, jangan buang amp...

Langganan Banjir? Ini Trik Siasati Rumah Agar Siap Hadapi Genangan Air

Langganan Banjir? Ini Trik Siasati Rumah Agar Siap Hadapi Genangan Air

PARADASE.id - Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah daerah di Indonesia dilanda ...

JELAJAH