Kembali ke Artikel
Ramadhan Karem
21 Apr/2021

Ramadhan Karem

21 Apr 2021 In Way

Inway # 139

Oleh : Rusmiati Indrayani

 

Tidak terasa puasa hampir menuntaskan sepuluh hari bagian pertama. Dan semua baik-baik saja. Pada hari pertama berpuasa mungkin tubuh penuh penyesuaian namun setelah melewati hari ketiga semua menjadi biasa saja. Alah bisa karena biasa. Demikian petuah pepatah lama.

 

Sungguh Allah Maha Baik dengan perintah kewajiban menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Saking sayangnya DIA kepada kita maka “DipaksaNya” manusia beriman untuk berpuasa. Supaya dilipatgandakan pahala, diampuni segala dosa, dan diberikan kesehatan jiwa dan fisik yang lebih baik dari sebelumnya. Tentu saja ganjaran surga menanti untuk hamba yang ikhlas. Konon kabarnya, di surga terdapat sebuah pintu khusus yang istimewa. Pintu tersebut adalah gerbang selamat datang untuk pelaku puasa. Hanya mereka yang bisa masuk ke sana. Tanpa tiket “puasa” seorang hamba tidak bisa mendekati pintu yang disebut “Ar Rayyan”. Tentang pintu Ar Rayyan ini adalah sebuah hadiah yang diperuntukkan bagi hamba terpilih sebab masalah puasa semata-mata urusan hamba dan Tuhan. Di atas saya katakan riwayat ini menurut “konon kabarnya,” kenapa konon kabarnya ? sebab saya belum pernah ke sana namun seribu persen percaya kebenarannya. 

 

Secara acak, tanpa menuliskan sumber informasinya saya percaya bahwa rahasia kebaikan dan kasih sayangNya semakin murah tertumpah di Ramadhan yang mulia, bulan kedatangan al-qur’an yang dimulai dengan turunnya wahyu pertama.

 

 

Dok Ist
Dok Ist

 

Tiga hari jelang masuknya Ramadhan karem, kami ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok yasinan komplek perumahan Bontang Permai menggelar acara khotmil qur’an secara tatap muka. Tadarusannya dilakukan di rumah masing-masing agenda utama pengajian adalah kirim doa. Kami bersepakat untuk meniatkan bacaan al-quran sebanyak 30 juz yang dibaca berjamaah pahalanya seluruhnya dihadiahkan kepada kedua orangtua baik beliau masih hidup maupun telah tiada. Dalam acara kirim doa, tatacaranya adalah saat pemimpin doa mengucapkan kalimat muslimin wal muslimat lalu diikuti dengan “khususan ilaa arwahi….”maka Hening di sana, jamaah dipersilahkan menyebutkan nama-nama orang-orang terdekat, tercinta, dan tersayang yang ingin dihadiahi. Setiap orang menyebutkan nama-nama orangtua dan saudara dan kaum kerabatnya. Setidaknya untuk 60-70 detik, mata terpejam, doa khusyu’ dengan kepala tertunduk, hati mengarahkan imaji dan membayangkan tentang rupa mereka yang tercinta. Hingga pemimpin doa meneruskan kalimat penutup. Lalu selesai.

 

Sampai di situ, suasana haru menyelinap di antara hati dan jiwa kami. Meskipun suara kendaraan menyelingi acara kirim doa namun jamaah tidak memersoalkan deru mesin yang melintas (bersambung…)

Article Lainnya


Industri  Penerbangan RI Kedatangan Pemain Baru, Super Air Jet

Industri Penerbangan RI Kedatangan Pemain Baru, Super Air Jet

PARADASE.id - Pasar penerbangan nasional segera diramaikan oleh maskapai pendatang baru, yakni Super...

BPH Migas Dorong Percepatan Konversi Pemakaian BBM ke LNG

BPH Migas Dorong Percepatan Konversi Pemakaian BBM ke LNG

PARADASE.id - BPH Migas menginisiasi pertemuan secara daring antara konsumen pengguna jenis BBM tert...

DPRD Geram Mayoritas Kepala OPD Tak Hadiri Rapat Paripurna  Pembahasan Raperda

DPRD Geram Mayoritas Kepala OPD Tak Hadiri Rapat Paripurna Pembahasan Raperda

PARADASE.id - Anggota DPRD Bontang, Nursalam menyoroti sejumlah Kepala Organisas Perangkat Daerah (O...

Densus 88 Temukan Bahan Pembuat Bom di Markas FPI

Densus 88 Temukan Bahan Pembuat Bom di Markas FPI

PARADASE.id - Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di Markas Front Pembela Islam (FPI), di Petambur...

JELAJAH