Kembali ke Artikel
 Ramadan Kareem (part IV)
14 May/2021

Ramadan Kareem (part IV)

14 May 2021 In Way

Inway #142

Oleh : Rusmiati Indrayani

Hal Kecil Namun Penting

 

Sidang isbat (penetapan) Kementrian Agama Republik Indonesia memutuskan bahwa satu Syawal jatuh pada Kamis 13 Mei 202. Artinya Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Sempurna.

 

Memasuki hari terakhir Ramadan, saya melaksanakan ibadah tarawih sendirian di kamar. Malam sudah menanjak dewasa, lepas saya melaksanakan ibadah tarawih.

 

Sekira mendekati puncak malam, saya dan Riffat berbincang. Berbincang tanpa rencana. Ada saja topik yang mengalir dalam pembicaraan kami berdua. 

 

“Terima kasih telah memberikan rasa nyaman kepada Umi.”kata saya 

 

Riffat bengong, mungkin tidak paham rasa nyaman seperti apa dan perilaku  bagian mana yang telah membuat Ibunya berkenan.

 

Saya tersenyum kemudian menjelaskan.

 

Saat istirahat siang, sehabis melayat tetangga yang meninggal, saat saya dalam keadaan setengah sadar. Setengah sadar adalah keadaan di antara jaga dan lena. Saya mendapatkan Riffat ada di kasur, duduk di sebelah ibunya yang sedang tidur. Mungkin yang dilakukannya hanyalah duduk sambil mencari tayangan TV dari channel indihome dan menonton permainan badminton atlit Indonesia di Bangkok.

 

Namun keberadaannya siang itu menjadi istimewa karena menyela lelah yang saya derita. Kehadiran, disadari atau tidak dapat menjelma menjadi sebuah hadiah serbaguna.

 

Bagaimana kehadiran dapat disebut sebagai kado berharga ?

 

Karena kehadiran seseorang dalam beberapa keadaan memberikan rasa nyaman.

 

Kehadiran sangat berkhasiat menyembuhkan kesepian. 

 

Sedikit tentang kesepian. 

 

Kesepian yang menyerang jiwa seseorang secara kronis bahayanya lebih buruk dari kematian. Kesepian tentu berbeda dengan kesendirian. Orang yang sediri belum tentu merasa sepi.  Namun rasa sepi dapat saja menghinggapi seseorang yang berada di antara orang-orang.

 

Kesepian adalah sebuah rasa hampa yang datang begitu rupa. Keberadaannya menyiksa rasa karena bisa membuat seseorang tidak berguna. Kesepian menarik diri ke sebuah sudut hati yang buram dan tidak bermakna. Cara terbaik mengatasi kesepian adalah mencari aktivitas yang menghibur, misalnya mencari teman. Teman di sini bermakna ganda, apa saja dan siapa saja. Kesepian perlu ditangani serius dengan menghadirkan lawannya. Apapun yang bisa mengenyahkan kesepian maka boleh dicoba. Adakalanya seseorang bisa terhibur dan bebas dari sepi melalui kegiatan membaca buku sastra atau menonton video atau berbicara dengan seseorang yang dapat dipercaya. Memercayai orang yang tepat untuk diajak bicara adalah pilihan cerdas. Mengambil tindakan ini dibutuhkan keberanian yang cukup memadai.

 

Saat berbincang dengan Riffat angka waktu menunjuk pukul 1.30. Saya baru bangun tidur dan  rasa nyaman sisa tadi siang masih membekas. Di bagian ini tentu saja anak kembar perempuan tidak menyangka pengaruh keberadaannya duduk di kasur samping saya tidur itu demikian berguna.

 

Sepele terlihat namun dampaknya cukup dahsyat.

 

Dalam urusan menumbuhkan rasa berkenan ini, saya memberikan pilihan kepada anak-anak yang peka terhadap perasaan kedua orangtuanya. Caranya ; dengan memberikan sentuhan kecil pada sebuah interaksi. 

 

Dalam hubungan orangtua dan anak gesekan pergaulan adalah sandungan yang kadang sulit dihindari. Kesalahpahaman kerap menyumbang konflik yang bukan menyasar urusan mendasar. Untuk mengurai kekakuan hubungan akibat konflik dibutuhkan komunikasi terbuka, jujur dan mau menerima nasihat perbaikan. Memang faktanya lebih rumit ketimbang keindahan bahasa.

 

 

Istimewa
Istimewa

 

Dalam perkara menyekat adanya gesekan pergaulan, saya menganjurkan kepada anak-anak melakukan dua hal. Dua pekerjaan ini terbilang biasa namun cukup efektif menjauhkan konflik. Jika ada masalah barangkali terjadi dalam proses pembiasakannya. Dibutuhkan waktu latihan sedikit lebih lama untuk mengadopsi kebiasaan baru. Dua tersebut adalah :

 

Satu : tawar dingin. Ini istilah yang umum di kalangan suku Banjar Kalimantan Selatan. Tawar dingin adalah semacam ungkapan permintaan maaf. Penguatan nait meminta maaf melalui perbuatan yang diperlihatkan dalam wujud perilaku baik dan terpuji dan yang menyenangkan hati. Prinsipnya mengacu pada sebuah ayat al-qur’an : “Ganti perbuatan buruk dengan perbuatan baik”.

 

Permintaan maaf ditujukan kepada seseorang yang kepadanya kita merasa bersalah. Perilaku ini berlaku umum, baik dilakukan oleh anak kepada orang tua, orangtua kepada anak atau dengan sesama saudara. Perilaku baik yang dapat diperlihatkan bisa di;lakukan dengan cara membantu pekerjaan rumah tanpa disuruh atau membelikan sesuatu barang hadiah. Benda hadiah tidak harus mahal. Sepotong roti atau beberapa biji permen pun, jadi. 

 

Dalam mengungkapkan permintaan maaf berupa pemberian benda, yang berlaku bukan harga melainkan makna. Nilai lebih bermakna sebab di sana terkandung ketulusan dan rasa hormat, perasaan menyesal dan kesadaran terhadap buruknya kesalahan yang dilakukan. Dalam hubungan antar anggota keluarga sebuah pola kesalahan selalu berulang. Meminta maaf artinya bukan tiket melakukan pelanggaran berikutnya. Ungkapan maaf mengandung arti agar pelaku lebih berhati-hati

 

Dua : Mandiri  Melayani Diri Sendiri.

 

Upaya menahan diri tidak mudah memerintah orang lain adalah sebagian dari karakter baik yang dihasilkan oleh pendidikan.

 

Konflik antar saudara bisa jadi berasal dari sikap tidak berkenan menerima perintah. Penolakan menimbulkan rasa enggan. Jika tetap memaksakan kehendaknya untuk memerintah orang lain maka bukti nyata dari sebuah penolakan adalah konfrontasi atau konflik terbuka.

 

Dalam hal ini, istilah manajemen yaitu prinsip “kepercayaan” menjadi benar adanya. Inti dari sebuah kepemimpiunan adalah kepercayaan. Jika seseorang percaya maka dia tidak merasa terpaksa. Pemimpin yang dipercaya akan memiliki otorita. Dalam kenyataan ia lebih mudah mengarahkan anggotanya dalam mengarahkan kegiatan orang-orang untuk mencapai tujuan.

 

Dalam hubungan antara saudara, kepercayaan ini perlu dijaga. Caranya adalah dengan kemampuan mandiri melayani (minimal) kebutuhan diri sendiri. Upayakan sedikit saja meminta tolong atau memerintah saudara demi memenuhi kepentingan diri yang sebenarnya bisa dilakukan oleh diri sendiri. 

 

Adab lebih mulia ketimbang ilmu. Mengetahui pentingnya tidak main perintah kepada saudara dengan bersabar melayani kebutuhan diri menjadi keterampilan dasar dalam mengembangkan rasa hormat dan saling menghargai.

 

Cara sederhana ini, mari kita lakukan bagi yang berminat menjalin hubungan baik yang lebih langgeng dan minim konflik. Dengan berani melayani diri sendiri sejatinya kita sudah berlatih menyiptakan suasana persaudaraan yang nyaman dari gangguan potensi intimidasi. Sepele namun penting, sayang real-nya tidak se-sepele yang terlihat.

Article Lainnya


Patroli Penegakan Prokes, Masih Banyak Masyarakat Bontang Acuh Protokol Kesehatan

Patroli Penegakan Prokes, Masih Banyak Masyarakat Bontang Acuh Protokol Kesehatan

PARADASE.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bontang melakukan patroli gabunga...

Lilin Itu Kini Menjadi Mercusuar

Lilin Itu Kini Menjadi Mercusuar

Pada 30 September 2020, Faizah memulai kolaborasi kami dalam Diary of Auckland. Masih teringat jelas...

Cegah Penularan Meluas, Pemkot Bontang Canangkan Tes Swab Massal

Cegah Penularan Meluas, Pemkot Bontang Canangkan Tes Swab Massal

PARADASE.id – Angka kasus positif Covid-19 kembali meningkat selama pekan terakhir. Pemkot Bon...

Kasus Positif Bontang Melonjak, Penertiban Ketat Bakal Diberlakukan

Kasus Positif Bontang Melonjak, Penertiban Ketat Bakal Diberlakukan

PARADASE.id - Peningkatan angka kasus konfirmasi positif virus corona di Bontang membuat Tim S...

JELAJAH