Kembali ke Artikel
Ramadan Kareem (part II)
10 May/2021

Ramadan Kareem (part II)

10 May 2021 In Way

Inway # 140

Oleh : Rusmiati Indrayani

 

Kecerdasan dan Budi Pekerti adalah Tujuan Sebenarnya 

dari Sebuah Proses Pembelajaran (Ki Hajar Dewantara).

Agak lama jeda antara tulisan inway tentang Ramadan Kareem bagian pertama dengan tulisan inway ini. Padahal saya menuliskan kata “bersambung” di bagian akhir tulisan pada edisi lalu. Alhamdulillah dengan izin Allah tulisan bagian kedua ini bisa menjumpai pembaca.

Sedikit appersepsi bahwa bulan Ramadan memiliki beberapa nama, seperti ; syahrul qur’an atau bulan turunnya al-qur’an. Kalam ilahi ini turun pertama kali di gua hira dengan perintah Iqro pada ayat pertama. “IQRO” atau BACAlah. Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan. 

 

Saat itu Nabi sedang mendekatkan diri kepada Allah. Kemudian datanglah malaikat jibril yang diutus ke bumi membawa kalam ilahi. Dalam jumpa pertama, Jibril menitah supaya Rasul “membaca”. 

Iqro dalam perintah tersebut mengandung tujuan agar manusia mampu membaca tanda-tanda kekuasaan Allah melalui penciptaan dirinya juga alam semesta. (Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan sampai kepada pengenalan akan Penciptanya.  Hadits). Memikirkan penciptaan akan mengantarkan pengenalan kepada zat yang menyipta manusia. Banyak manusia yang mampu berpikir namun sedikit yang bisa memikirkan hakikat diri dan penciptaan hingga mendapatkan keyakinan bahwa Allah ada di balik semua yang tercipta.

 

Dalam memahami perintah membaca penciptaan, manusia membutuhkan modal ilmu ,pengetahuan, dan keyakinan diri. Dengan ilmu pengetahuan, kemampuan membaca penciptaan bertumbuh menanjak kepada tingkat yang  lebih tinggi dari setiap level pemahaman yang dimiliki. Dengan keyakinan manusia akan sampai pada hakikat apa saja di balik sesuatu yang ada. Butuh waktu menyadari adanya kedalaman makna namun segalanya akan terbuka asal manusia sungguh-sungguh mau mendekatkan diri kepada Zat yang telah menjadikan dirinya.

 

Membaca yang dimaksud dalam perintah IQRO mengandung pengertian mendalam dan mendasar. Mendalam karena memerlukan kemampuan berpikir filsafati untuk sampai pada tatanan ontology (hakikat di balik sesuatu yang ada). Berpikir filsafati meliputi kegiatan berpikir tingkat tinggi seperti ; kritis, kreatif dan radikal menyusuri konsep paling hulu dari sebuah fenomena atau kejadian dalam alam. 

 

Sedangkan yang mendasar dari membaca adalah kemampuan fundamental yang harus dimiliki manusia supaya memahami perintah yang lebih luas, karena satu-satunya tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah (QS ;  Tidaklah AKU ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKU). Berpikir mendalam tentang hakikat penciptaan menumbuhkan kesadaran bahwa orientasi kegiatan hidup manusia hanyalah Allah. Allah tempat bersandar dan Allah yang menjadi tujuan akhir peribadatan.

 

Dalam melaksanakan sebuah ibadah manusia memerlukan pemahaman supaya pelaksanaannya berada dalam koridor kebenaran. Kegiatan membaca untuk memahami perintah sudah termasuk dalam  ranah ibadah itu sendiri.

Kemampuan membaca akan mengantarkan manusia kepada samudera kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Menyuburkan rasa syukur dan penerimaan terhadap setiap ketentuan Tuhan terhadap dirinya. Membaca penciptaan (baca ; diri dan alam semesta) belum selesai hanya pada ditingkat pemahaman. Dari seluruh kemampuan yang dibutuhkan dalam membaca penciptaaan, manusia dewasa sesungguhnya telah sempurna dalam tahapan tingkatan pemikiran. Kesempurnaan akal yang diberikan Allah kepada manusia memungkinkan siapa saja bisa mencapai titik ma’rifat atau mengenal Allah melalui penciptaan dirinya dan alam semesta.

Dalam tulisan ini sungguh saya ingin menyampaikan bahwa pemahaman akan melahirkan kesadaran dan kesadaran akan melahirkan tindakan nyata dan tindakan nyata berupa amal kebaikan dari  hasil berpikir mendalam buahnya adalah keyakinan. Ibadah yang bertumbuh dari hasil ilmu akan menjaring kebaikan- kebaikan yang manfaatnya kembali kepada pelaku ibadah.

 

Pengetahuan sebagai hasil belajar yang diwujudkan dalam bentuk peribadatan membantu manusia mencapai keyakinan berTuhan. Hasil belajar adalah keterampilan. Keyakinan atau keterampilan (batin) terwujud dari hasil latihan panjang yang dilakukan secara terus menerus. Dalam prosesnya tentu saja gangguan seperti rasa bosan dan malas dan godaan meninggalkan kebiasaan adalah selingan yang menunggu reaksi batin seseorang. Ujian keimanan seperti rasa bosan dan malas, jika seseorang dapat melewatinya maka yang menang adalah keyakinan. 

Ramadan kareem adalah bulan latihan yang tepat dalam mengasah kebiasaan beribadah. Beribadah dalam arti umum dapat berupa latihan kebiasaan membaca al-qur’an atau mengerjakan ibadah sholat sunat.

Ups ! ini tidak sesederhana kedengarannya.

Mari kita lihat…

 

Pada bulan Ramadan, alhamdulillah TOA masjid di sekitar tempat tinggal kita hampir selalu berbunyi. Beberapa orang mewiridkan tadarus al-qur’an. Memang akan klik di telinga bacaan al-qur’an yang dibaca oleh ahlinya. Namun ada juga dari mereka baik anak-anak atau orang dewasa yang membaca al-qur’an secara serampangan tanpa mengindahkan kaidah hukum bacaan. 

 

Al-qur’an adalah kalam ilahi. Petunjuk yang mengantarkan manusia pada jalan kebenaran hidup sejati.  Kebiasaan membaca al-qur’an hendaknya menjadi gaya hidup manusia masa kini. Jika kembali pada konsep tulisan ini, yaitu manusia melakukan latihan sebagai aksi dari penerapan hasil belajar. Pengetahuan tentang faedah yang sangat besar dari membaca al-qur’an melahirkan kebiasaan baru yaitu tadarus.

Keyakinan terhadap amaliah tadarus dilakukan untuk kepentingan dirinya mendatangkan manfaat spiritual yang dalam. Tumbuh dalam kesadaran seperti ini membuahkan akhlak terpuji.  Kecerdasan spiritual yaitu memikirkan manfaat membaca al-qur’an bagi kepetingan diri sendiri inilah yang membulatkan keyakinan hati. 

 

Sebagai motivasi beribadah, dulu ketika kecil, ibu saya sudah menanamkan kebiasaan membaca al-qur’an setiap malam. Mama mengatakan jika saya terbiasa berteman dengan bacaan al’qur’an setidaknya ada tiga manfaat yang diperoleh darinya. Satu ; di alam kubur al-qur’an menjelma sebagai sahabat baik yang menghibur. Bayangan kesepian dalam kesendirian panjang menanti tibanya hari berbangkit akan tergantikan dengan kenikmatan surgu yang dikirimkan bersama al-qur’an. Dua ; padang mashyar, ketika manusia diliputi kecemasan dan kerumitan perasaan, al-qur’an melayani pelaku ibadahnya dengan fasilitas istimewa. Membawakan minuman surga dan kenyamanan sempurna. Tiga ; di dunia al-qur’an menjadi petunjuk dalam hati. Petunjuk ini ibarat peta yang akan menyelamatkan kehidupan manusia. Mama saya juga memberikan gambaran dahsyatnya kegelisahan yang dialami manusia pada hari berbangkit, masing-masing hanya berpikir bagaimana dirinya bisa selamat. Saat itulah al’qur’an datang menjadi juru selamat yang membawa pembacanya hingga masuk ke dalam surga. 

 

Sebagai anak perempuan kecil yang belum bisa berenang, saya takut tenggalam dan membayangkan al’qur’an datang sebagai perahu atau kapal besar yang bisa saya tumpangi, namun kata mama al’qur’an dapat memberikan kebahagian dan jaminan keselamatan lebih dari yang bisa dipikirkan.  

 

Ramadan kareem seperti namanya bulan yang mulia, mengajak pelaku ibadahnya menjadi insan mulia. Menjadi mulia dengan amaliah yang dilakukan berdasarkan latihan mengamalkan ilmu sampai menetap sebagai kebiasaan atau gaya hidup. Karena hidup hanyalah permainan masalah dan keterampilan menangani masalah akan diperoleh dari banyaknya latihan soal. 

 

Selamat menjalankan ibadah Ramadan. 

Selalu ada permulaan maka sebagai permulaan mari memilih dan menjadikan satu ibadah sunat sebagai amalan rutin yang berakhir dengan kebiasaan. Walaupun Ramadan akan berakhir namun jejaknya tidak pernah hilang dari kebiasaan diri.

Article Lainnya


Patroli Penegakan Prokes, Masih Banyak Masyarakat Bontang Acuh Protokol Kesehatan

Patroli Penegakan Prokes, Masih Banyak Masyarakat Bontang Acuh Protokol Kesehatan

PARADASE.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bontang melakukan patroli gabunga...

Lilin Itu Kini Menjadi Mercusuar

Lilin Itu Kini Menjadi Mercusuar

Pada 30 September 2020, Faizah memulai kolaborasi kami dalam Diary of Auckland. Masih teringat jelas...

Cegah Penularan Meluas, Pemkot Bontang Canangkan Tes Swab Massal

Cegah Penularan Meluas, Pemkot Bontang Canangkan Tes Swab Massal

PARADASE.id – Angka kasus positif Covid-19 kembali meningkat selama pekan terakhir. Pemkot Bon...

Kasus Positif Bontang Melonjak, Penertiban Ketat Bakal Diberlakukan

Kasus Positif Bontang Melonjak, Penertiban Ketat Bakal Diberlakukan

PARADASE.id - Peningkatan angka kasus konfirmasi positif virus corona di Bontang membuat Tim S...

JELAJAH