Kembali ke Artikel
Puja Jati, Buah Karya Nugraheni Konstruksi sumber gambar : instagram
05 Feb/2021

Puja Jati, Buah Karya Nugraheni Konstruksi

05 Feb 2021 Feature

Lampu dan waktu, hegemoni kedatangan pengunjung. Jika matahari belum tenggelam di barat, mereka didasari waktu. Ingin menghabiskan suasana santai dengan semilir angin dan menyatu. Mengambil jarak dari dunia, mengambil nafas dan berbahagia. Ditemani penganan sesuai selera. Beberapa yang lain, sekira lepas isya hadir di sini untuk terpesona pada lampu. Yang cahayanya memantul pada kolam tanah dan memberikan selamat, atas keberanian untuk mengambil rehat. Ditengah pikiran yang riuh dan mental yang lelah. 

 

Puja Jati kini dipuja. Namun apakah ada yang pernah berkelana ke histori awal mula ?

 

Nugraheni Konstruksi Jati

 

Di setiap pagi, dengan meja kayu berukuran sedang, seteko teh panas dan sepiring pisang goreng. Sang insinyur dalam proses perancangan, berdiskusi dengan pasangan jiwanya yang seorang pedagogi. Mau diapakan lahan yang baru dibeli ini ?

 

Dua orang berbeda dunia dengan satu visi. Mengkonstruksi kompetensi masa depan dengan menarik garis waktu terhadap pencapaian masa lalu dan sekarang. Mereka sepakat, sekira jangka pendek menengah kawasan itu akan penuh dengan hunian. Pilihan ada di tangan mereka, ingin membuka kaplingan dan membangun hunian, ataukah membuka lahan jariyah setelah kematian. 

 

Mereka sepakat memilih yang kedua. Dengan harapan kehangatan hati setiap pagi meminum teh panas dan makan pisang goreng, juga bisa dinikmati oleh mereka diluar sana. Selepas pulang kantor, atau selepas waktu isya. duduk dan bercengkrama. Seperti mereka adanya. Membicarakan hidup, kehidupan, dan hal – hal yang meringankan hati dan pikiran.

 

Bagi ahli bahasa dan aksara, nugraheni diartikan sebagai sebuah bakat hadiah pemberian tuhan berupa kemampuan berseni. Di Puja Jati, nugraheni membentuk harmoni bersama konstruksi jati.

 

Puja Jati adalah tentang eksistensi dan esensi nugraheni dalam implementasi ilmu teknik sipil. komitmen terhadap langkah nyata pembangunan berkelanjutan dengan wawasan lingkungan.

 

Sang insinyur jalan raya, menyalurkan jiwa seninya ke dalam medium konstruksi. Masih sebidang, namun dengan pengembangan ke arah lanskap. Kreativitasnya tercurah ke dalam wadah yang disemogakan menjadi berkah. Dengan kayu jati sebagai aktor utama.

 

Inspirasi dari Luar Negeri

 

Ketika takdir hadir untuk tampuk generasi kedua, Puja Jati menuntut inovasi. Beruntung insinyur pengelola diberkahi nugraheni seperti insinyur rancang bangun generasi sebelumnya.

 

Pusat jajanan dalam naungan konstruksi jati dan nuansa alam. Ini adalah mandatory dari sang pedagogi. Si pewaris berpikir keras menciptakan identitas tempat ini yang sekiranya bisa menetrasi pasar.  

 

Pikirannya berkelana memantik memori ke awal mula lahan ini dibeli. Singapura. Ya, ia ingat pemilik lahan sebelumnya sakit dan harus berobat ke negeri singa sehingga menjual lahan puja kepada generasi pertama. memori si pewaris berkelana ke histori berlembar – lembar dollar Amerika yang diserahkan generasi pertama untuk keberangkatan pemilik sebelumnya ke Singapura. 

 

Si pewaris lalu teringat akan sebuah pusat jajanan di Gluttons Bay. Sebuah tempat di alam terbuka dengan stand hanya sepuluh. pusat jajanan biasa namun istimewa dalam ingatan. Setiap mengingatnya selalu memberi kehangatan pada hati yang memiliki kenangan. Ia ingin Puja Jati begitu. memberikan kehangatan dalam hati pengunjungnya, dalam kenangan maupun kenyataan.

 

Kemudian gagasan itu ia bawa pada generasi pertama. yang hampir putus asa karena berkali - kali ganti pengelola tak kunjung ramai jua. Ia ajukan berbagai perubahan dan ia menghitung keyakinan. Kiranya tuhan memberi hidup untuk puja yang kesepian.

 

Kini, buah karya kolaborasi generasi pertama dan kedua membentuk Puja Jati Alam di hari ini. Kekuatan idealisme dan kreativitas bertemu dengan teknik marketing berbasis konten. jalan panjang itu kini menemukan cahayanya dengan diterimanya Puja oleh pengunjung setianya. 

 

Inilah akhir perjalanan yang diharapkan menjadi awal kejayaan. Sebuah periuk lama yang terus didoakan. Pusat jajanan dengan konstruksi jati. Hadir di tengah tingginya pepohonan jati yang masih berdiri. Menjadi saksi teman - temannya yang kini sudah beralih fungsi. Jati di Puja Jati masih dirawat, meskipun beberapa dari mereka sudah menua karena usia. Bersanding dengan kolam tanah dan beberapa varietas lain, Puja Jati Alam hadir untuk mereka yang rindu wangi petrichor dan wangi kehidupan. Diselingi telisik daun dan semilir angin. Memberi perasaan damai kembali ke bumi. Untuk tidak melulu merasa langit. 

 

Puja Jati Alam. A hawker centre in nature

 

 

 

Penulis : Faizah Riffat

Editor : Ahmad Fuad

 

 

 

Article Lainnya


Komisi III Janji Anggarkan  Perbaikan Hotel Grand  Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

Komisi III Janji Anggarkan Perbaikan Hotel Grand Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

PARADASE.id - Komisi III DPRD Bontang menggelar sidak di kawasan Hotel Grand Mutiara, pada Sel...

Bakhtiar Wakkang Ajak Konstituen Dukung Vaksinasi Covid-19

Bakhtiar Wakkang Ajak Konstituen Dukung Vaksinasi Covid-19

PARADASE.id - Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menjadi salahsatu penerima...

Warga Kurang Mampu Diusulkan Masuk Prioritas Vaksin di Bontang

Warga Kurang Mampu Diusulkan Masuk Prioritas Vaksin di Bontang

PARADASE.id - Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal mendorong pemerintah untuk memasukkan warga kur...

Jadi Peserta Vaksin, Anggota Komisi III Agus Suhadi Berikan Tips Sebelum Disuntik

Jadi Peserta Vaksin, Anggota Komisi III Agus Suhadi Berikan Tips Sebelum Disuntik

PARADASE.id – Anggota DPRD Bontang menjadi salah satu kelompok penerima vaksin Sinovac tahap k...

JELAJAH