Kembali ke Artikel
Produk UMKM Labuan Bajo Dipamerkan Dalam Kegiatan Sherpa G20 Pelaku UMKM Labuan Bajo Memamerkan Produk Lokal. (Foto: Antara)
21 Jul/2022

Produk UMKM Labuan Bajo Dipamerkan Dalam Kegiatan Sherpa G20

21 Jul 2022 Agrapana Ragam

Paradase.id - Pertemuan kedua Sherpa G20 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat belum lama ini membuka banyak kesempatan bagi Nusa Tenggara Timur untuk menggenjot geliat pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan komoditas baru unggulannya.

 

Di antara ragam produk lokal yang dipamerkan dalam kegiatan tingkat internasional tersebut ada suguhan dari tanaman kelor kepada para delegasi asal manca negara tersebut.

 

Kelor atau marungga (Moringa oleifera L) dipamerkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Labuan Bajo, New Eden Moringa dalam bentuk produk olahan seperti teh, kopi, hingga garam.

 

Suguhan komoditas lokal dari petani di Pulau Flores itu pun tak luput dari perhatian peserta pertemuan kedua Sherpa G20 yang dihadiri delegasi 19 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 10 organisasi internasional. Satu negara anggota G20 yang hadir virtual yakni Amerika Serikat.

 

Lapak pameran produk kelor pun dihampiri peserta delegasi yang ingin mendapat informasi tentang komoditas tersebut sekaligus mencicipi produk olahannya seperti teh dan kopi berbasis kelor.

 

Lieta Isomortana (47), pendiri UMKM New Eden Moringa pun tampak sumringah kala disambangi delegasi yang membuatnya antusias menceritakan produk olahan kelor yang disajikan.

 

Mengikuti pameran di ajang sebesar Sherpa G20 adalah kesempatan istimewa untuk mengangkat kelor sebagai salah satu komoditas unggulan lokal dari NTT ke pentas dunia.

 

Para Sherpa, sebutan bagi perwakilan negara anggota G20, perwakilan dari negara undangan dan berbagai organisasi internasional, yang datang dari berbagai negara dunia pun bisa mengetahui adanya potensi lokal kelor dari NTT. "Para delegasi akhirnya bisa melihat langsung ada komoditas unggulan kita dari NTT yaitu kelor," kata Lieta.

 

Potensi tanaman yang diangkat dalam pameran membuat kelor dari NTT berpeluang untuk semakin mendunia melalui perpanjangan tangan para delegasi yang menceritakannya kepada kenalan, mitra, dan sebagainya.

 

Lieta Isomortana berharap akan semakin banyak komunitas global yang mengenal kelor NTT sehingga merangsang minat kunjungan yang pada akhirnya juga menambah pangsa pasar bagi pelaku UMKM. (Bisnis Indonesia)

 

 

Editor: Faizah Ma'rifah

Article Lainnya


Sejumlah Sekolah di Bontang Keluhkan Sapras yang Tidak Layak Pakai, Ini Tanggapan Dewan

Sejumlah Sekolah di Bontang Keluhkan Sapras yang Tidak Layak Pakai, Ini Tanggapan Dewan

BONTANG - Sejumlah sekolah di Bontang hingga kini masih mengeluhkan banyaknya sarana prasarana (sapr...

Rencana Pemkot Bontang Beri Penghargaan Pahlawan, DPRD Sambut Positif

Rencana Pemkot Bontang Beri Penghargaan Pahlawan, DPRD Sambut Positif

BONTANG-- Rencana Pemerintah Kota Bontang yang berencana memberi penghargaan kepada tim sebelas pemr...

Bakhtiar Wakkang Minta UPT Maksimalkan Fungsi Pelayanan ke Pedagang Pasar Tamrin

Bakhtiar Wakkang Minta UPT Maksimalkan Fungsi Pelayanan ke Pedagang Pasar Tamrin

BONTANG - Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar...

Agus Haris: Revisi RTRW Bontang Berdampak Pengembangan Investasi Industri

Agus Haris: Revisi RTRW Bontang Berdampak Pengembangan Investasi Industri

BONTANG---- Menyambut pemindahan Ibu kota negara (IKN Nusantara) ke Kalimantan Timur Wakil Ketua DPR...

JELAJAH