Kembali ke Artikel
Porsi Logika
07 Sep/2020

Porsi Logika

07 Sep 2020 In Way

Inway #110

Orang yang tidak mengendalikan keinginannya, menginginkan seribu satu barang.

 

Orang yang menginginkan seribu satu barang banyak sekali kebutuhannya.

 

Orang yang memiliki banyak sekali keinginan tidak akan tentram hatinya.

 

Jadi, orang yang tidak mengendalikan keinginan, maka hatinya tidak tentram.

 

Kalimat pembuka tersebut di ambil dari sebuah buku logika. Sebuah kalimat bersusun yang saling memengaruhi satu sama lain. Kalimat pertama dan kedua melahirkan kesimpulan dalam kalimat ketiga. Dalam kesimpulan subjek dari keputusan yang pertama dihubungkan dengan predikat keputusan yang terakhir.

 

Berpikir adalah objek material logika. Berpikir merupakan kegiatan mental yang melibatkan akal budi manusia. Dengan berpikir manusia mengolah atau “mempekerjakan” pikirannya untuk mendapatkan kebenaran. Pengolahan terjadi setelah adanya kegiatan membandingkan, menguraikan, menimbang-nimbang, atau menghubung-hubungkan beberapa informasi yang mendukung lahirnya sebuah kesimpulan. Objek material logika adalah berpikir dan karena berpikir bukanlah bahan kimia maka yang dihasilkan oleh pekerjaan pikiran adalah bahasa berupa kata-kata. Walaupun menghasilkan bahasa namun kegiatan berpikir tidak dapat dilakukan sembarangan. Berpikir untuk menghasilkan kebenaran yang dimaksudkan logika harus lurus, tepat, sebab Lurus adalah objek formal logika dan tepat apabila pemikiran itu sesuai dengan hukum-hukum serta ketentuan yang sudah ditetapkan logika. Kalau peraturan ditepati berbagai kesalahan dapat dihindari. Dengan menjauhnya kesalahan kebenaran didapatkan dengan aman. Inilah pedoman berpikir sesuai logika.

 

Sekarang mari periksa logika di atas dalam bentuk pertanyaan, misalnya :

 

Apakah yang Membuat Seseorang Tidak Tentram Hatinya ?

 

Sesuai kalimat, jawabannya ada dua ; satu ; karena dipengaruhi seribu keinginan , dua; tidak berdaya mengemudikan keinginan.

 

Selanjutnya suruh pikiran bekerja meretas jawaban sesuai pertanyaan.

1.      Karena ingin memiliki mobil lebih dari satu

2.      Karena ingin punya rumah tapi tidak punya uang

3.      Karena ingin selesai skripsi tetapi malas mengerjakan revisi

4.      Karena ingin bekerja sayang tidak punya keahlian

5.      Karena ingin IP 3,75 tetapi tidak lulus mata kuliah logika

6.      Karena ingin berat badan ideal namun kurang asupan serat dan tidak banyak waktu berolah raga

7.      Karena ingin ke luar kota tetapi terhalang pembatasan wilayah akibat pandemi corona

8.      Karena ingin jualan online tetapi tidak punya media sosial

9.      Karena ingin memerbagus ibadah namun enggan berguru

10.  Karena ingin makan tetapi malas membelinya ke luar rumah.

 

Semua jawaban benar asal sesuai logika dan jawaban di atas masih bisa panjang sesuai keinginan. Setelah nomor sepuluh, daftar keinginan dapat dilanjutkan hingga nomor seribu dan dalam jumlah tidak terbatas.

 

Satu keinginan saja tidak terpenuhi akan menimbulkan semacam rasa janggal. Untuk menutupi satu keinginan, seseorang perlu dukungan semangat kuat dan kesanggupan bekerja giat dan berpikir cerdas hingga ia mendapati keinginannya  terwujud. Keinginan adalah alasan semangat mengerjakan sesuatu. Selama manusia memiliki keinginan maka hasrat hidup atau gairah berusaha selalu menyertainya. Namun apabila keinginan tidak bisa dikendalikan sedangkan jumlah keinginan lebih dari satu yang terjadi hanyalah rasa gundah hati yang tidak sentosa.

 

Sekarang terlepas dari apapun jawaban yang menyebabkan hati tidak tenang. Sudahkah kita memberikan porsi pada logika ?

 

Jawab : Tidak !

 

Sejak kecil kita tidak terbiasa menggunakan logika. Belum. Jika ada jawaban yanak sesuai akan langsung dianggap salah. Padahal selama pandai memeriksa logika jawaban yang terlihat salah bisa jadi mengandung kebenaran.

 

Jika hati yang gundah disebabkan seribu keinginan, maka lihatlah betapa banyak realita yang nakal dan tidak masuk akal. Seseorang mengeluh ingin ini dan itu yang membuat hatinya tidak tentram namun ketika suatu saat diberi nasihat “kendalikan keinginan atau jangan banyak keinginan. “ lihat apa yang terjadi ? Alih-alih mengucapkan terima kasih dan mengucap istighfar, saya yakin pemberi nasihat akan digempor karena menyisihkan “kabar yang benar.”

Article Lainnya


Diary of Auckland : Meet The Heroine

Diary of Auckland : Meet The Heroine

Menjadi berbeda pun, Tuhan beri jalannya.... Nun jauh di negeri kiwi sana. seseorang mengan...

PAD Kian Susut di Tengah Laju Ancaman Corona di Bontang

PAD Kian Susut di Tengah Laju Ancaman Corona di Bontang

PARADASE.id -Lesunya sendi-sendi perekonomian akibat pandemi, tentunya berdampak pada penurunan Pend...

Pomodoro

Pomodoro

Inway #115 Selamat Hari Ulang Tahun Si Kembar. Tulisan ini terlambat. Seharusnya t...

Hari Pertama Bertugas, Pjs Wali Kota Bontang Riza Kumpulkan Kadis, Camat dan Lurah

Hari Pertama Bertugas, Pjs Wali Kota Bontang Riza Kumpulkan Kadis, Camat dan Lurah

PARADASE.id - Riza Indra Riadi mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat da...

JELAJAH