Kembali ke Artikel
Polairut Bontang Ungkap Kronologi Hantaman Kapal Tanker di Laut Seram Ilustrasi. (Google Image)
13 Jan/2021

Polairut Bontang Ungkap Kronologi Hantaman Kapal Tanker di Laut Seram

13 Jan 2021 Berita Terkini Bontang

PARADASE.id - Tabrakan antara kapal pemancing dan kapal tanker di Laut Seram perairan Kota Bontang, pada Minggu (10/01/2021) lalu, menyebabkan satu orang pemancing tenggelam.

 

Hingga kini, Selasa (12/01/2021) korban yang tenggelam itu, belum juga ditemukan. Upaya pencarian terhadap korban juga masih dilakukan oleh tim gabungan, Basarnas, BPDB Bontang dan Polair Polres Bontang. Sejumlah perusahaan juga menerjunkan tim SAR dalam pencarian ini.

 

KBO Polairut Polres Bontang Iptu Edi Mujianto mengungkapkan, kejadian bermula saat dua kapal pemancing bergerak menuju Laut Seram pada Sabtu (9/1/2021) sore. Masing-masing kapal membawa dua pemancing.

 

Menurut keterangan saksi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 pagi. Saat awak kedua kapal itu sedang asik memancing, tiba-tiba muncul kapal tanker mendekat dan menabrak salahsatu kapal. Muhammad Toha, pemancing yang kapalnya diterjang itu hingga kini belum ditemukan. 

 

Saksi menyebutkan, kondisi cuaca sedang tidak baik dengan hujan disertai angin kencang saat peristiwa itu terjadi.

 

 

KBO Polairut Polres Bontang Iptu Edi Mujianto. (Foto: M.Safril)
KBO Polairut Polres Bontang Iptu Edi Mujianto. (Foto: M.Safril)

"Menurut keterangan saksi, saat itu juga gelap, penerangan seadanya saja menggunakan senter. Mereka tidak melihat ataupun mendengar kapal tanker yang menabrak dari belakang," jelas Iptu Edi, Selasa (12/01/2021) siang. 

 

Sesaat kapal tanker menghantam, tiga orang lainnya sontak melompat ke laut berbekal jerigen dan box penampung ikan tangkapan. Sementara Toha bertahan di atas kapal lantaran disebut tidak bisa berenang sehingga takut melompat. 

 

"Korban yang masih hilang itu tidak bisa berenang. Memang dia hobi mancing makanya dia ajak tiga orang yang berhasil selamat itu untuk menemani," ujarnya. 

 

Mengenai lokasi kejadian, Iptu Edi menyebut lokasi tersebut memang masuk kategori laut lepas. Laut Seram diketahui memiliki kedalaman lebih dar 100 meter dan digunakan sebagai jalur lalu lintas kapal berukuran besar. 

 

"Memang di lokasi kejadian lalu lintas kapal besar. Seperti kapal pengangkut batu bara dan kapal  tanker," ujarnya. (*)

 

 

Penulis: M.Safril 

Editor : Umil Surya

Article Lainnya


Penerbangan Perintis Bersubsidi Benua Etam Akhirnya Disetujui

Penerbangan Perintis Bersubsidi Benua Etam Akhirnya Disetujui

PARADASE.id - Usulan Pemprov Kaltim tentang penerbangan Angkutan Udara Perintis Be...

Desa Berprestasi Bakal Diberi Tambahan Bantuan Keuangan dari Pemprov Kaltim

Desa Berprestasi Bakal Diberi Tambahan Bantuan Keuangan dari Pemprov Kaltim

PARADASE.id - Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemberdayaan...

Masuk Daftar Usulan Relawan Vaksin, Dandim 0908 Bontang Nyatakan Siap

Masuk Daftar Usulan Relawan Vaksin, Dandim 0908 Bontang Nyatakan Siap

PARADASE.id - Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Choirul Huda masuk dalam daftar 11 nama yang diusulkan ...

Ketahuan Sembunyikan Sabu, Warga Bontang Selatan Diciduk Polisi

Ketahuan Sembunyikan Sabu, Warga Bontang Selatan Diciduk Polisi

PARADASE.id - Polsek Bontang Selatan berhasil mengungkap kasus peredaran gelap dan penyalah gunaan n...

JELAJAH