Kembali ke Artikel
Pomodoro
29 Sep/2020

Pomodoro

29 Sep 2020 In Way

Inway #115

 

Oleh : Rusmiati Indrayani 

 

Selamat Hari Ulang Tahun Si Kembar.

 

Tulisan ini terlambat. Seharusnya terbit tanggal 22 September. Namun tanggal tersebut, saya bersama Fatima  bekerja menyiapkan sajian ; soto ayam, pudding singkong dan sop buah dan memilih peralatan makan. Fatima bisa tekun mengelap mangkuk dan menurunkan sendok dari dalam lemari dan beberapa piring keramik jamuan buffet.

 

Sempat memaksa menulis, namun malam hari pesona bantal tidak bisa saya lempar. Di atas tempat tidur, kasur spring dibungkus sprei putih bahan jenis dolbi bercorak lempeng. Pemancaran cahaya kamar dan warna putih tempat tidur mengundang rasa tenang lebih merasuk. Saya ambil tantangannya dan sambil melonjorkan kaki dan menyandarkan punggung dan sepasang bantal bersusun menyangga kepala yang lelah, mata fokus menikmati tayangan TV berlangganan, pengantar lelap. Apalagi, selain channel AFN yang memerangkap pandangan saya tetap di tempat.

 

 

 

Selamat ulang tahun anak kembar. Putri pertama kami. Umi meminta pemaafan untuk segala senti kejahilan dalam mengantarkan kalian menuju usia ini. Saya mendakwa jahil lantaran dalam proses mengawasi setiap tahapan tumbuh kembang, teknik mendidik paling mengalir adalah ; trial and error. Realnya lebih banyak error dalam trialnya. Sebagai ibu baru, usia dan pengalaman belum menjanjikan sempurnanya sebuah pengasuhan. Lagipula saat itu  harus kembali ke Yogyakarta menyelesaikan pekerjaan skripsi. Untungnya tugas menyusui telah diakhiri si kembar sendiri atau karena proses alamiah akibat air susu ibu menipis dan terhenti di bulan ke-empat. Selebihnya anak kembar menyusu pada ayahnya melalui santunan bubuk formula.

 

Namun  tulisan ini bukan materi mata kuliah psikologi perkembangan anak tentang bagaimana tumbuh kembang kehidupan bayi di tahun pertama.

 

Jadi begini ;

 

Pagi kemaren, saat memulai kegiatan WFH, saya dan Riffat terlibat percakapan interlokal. Selama Riffat bekerja di sebuah perusahaan konsultan nasional (BUMN) yang berkantor di Balikpapan, kami jarang terlibat pembicaraan. Dan pagi itu, saya mau komentar Riffat. Semacam testemoni untuk bakal buku terbit. Setelah Oke lantas Riffat menyebut “Pomodoro.

 

Pomodoro …..

 

Mendengar namanya di sebut, saya ingat pernah menggunakan teknik ini di awal membangun kebiasaan menulis. Pomodoro adalah  sebuah teknik mengelola fokus berdasarkan timer. Cara kerjanya ; kita setting alarm hape untuk 25 menit bekerja dan lima menit rehat. Seasyik apapun godaan pekerjaan, ketika alarm di menit ke 25 memanggil maka berhenti bekerja. Tinggalkan layar laptop. Patuhi komitmen kepada diri sendiri, bersikaplah jujur dan berani menghargai.

 

Menyetting timer 25 menit ala pomodoro memberikan ororitas pada diri sendiri selain menjadi ring latihan sabar. Dalam menjalani proses selama 25 menit itu, pengelolaan emosi diuji. Sabar dalam arti menahan diri akan bereaksi ketika dihadapkan pada gangguan dan pembelaan ego. Godaan untuk memberikan reaksi mungkin akan terjadi. Seperti ; ketika mengerjakan pekerjaan menulis artikel, pada menit ke 17 terdengar teriakan minta tolong. Baik datangnya dari halaman rumah atau dari teman yang duduk di meja sebelah. Di sinilah ujian berlangsung. Dua pihak sekaligus terjaring dalam kepentingan ini. Pihak pertama adalah pemegang komitmen pomodoro dan ujian kedua mendera pihak yang butuh pertolongan.

 

Pihak pertama diuji dengan kesetiaan sementara pihak kedua diulik kesadaran menerima kenyataan. Sama-sama sedang mengalami ujian meningkatkan kesabaran. Kesabaran sebagai laku tapa bukan terjadi begitu saja. Sabar bukan warisan melainkan perlu diupayakan. Jika seseorang memiliki sifat sabar bawaan, percayalah. Dia memiliki masalah lain yang masih segaris dengan kemampuannya mengendalikan diri. Memang orang-orang dengan kemampuan mengendalikan diri lebih baik terlihat berkharisma melawan mereka yang harus tirakat di jalan jihad. Sabar maksud saya.

 

Cara menghadapi serangan yang mengganggu konsentrasi di menit ke-17 tadi adalah menghadapinya dengan seksama. Selama bertahan dalam jalur kesetiaan jangan lupakan untuk mencatat gangguan. Tulis gangguan yang menggoda. Boleh juga menamainya. Misalnya ; dering telepon, atau bos memerintah atau bunyi pesan masuk. Lakukan sebatas mencatat saja lantas lanjutkan mengetik atau hal lain yang  berada dalam fokus pekerjaan. Saat lima menit rehat atau lima belas menit meregangkan urat saraf, atasi gangguan sesuai kadar persoalan yang harus diselesaikan. Tidak semua gangguan ditanggapi, seperti juga seseorang harus menghormati ketika orang lain berkutat menyelesaikan satu item pekerjaan tertentu. Dengan memerlambat tempo, reaksi menanggapi objek gangguan melambat dan relatif terkendali. Point pentingnya adalah belajar menahan diri menunggu lima menit untuk mendapatkan perhatian.

 

Ide pomodoro adalah berlian. Riffat kerap memberikan saya pemantik pikiran terbuka ke mana-mana. Meskipun di bawah atap terpisah, saya merasa Riffat dekat. Rasa yang meneguhkan yakin bahwa di mana saja berada dia dalam pengawasan Tuhannya Yang Maha Berkuasa. Saya lega.

 

Ketika di bulan kelahirannya Riffat membangun fokus dengan teknik pomodoro untuk kualitas pekerjaan efektif. sementara saudara kembarnya; Fatima tengah menjalani kesibukan guna aktualisasi diri sesuai hobi. Fatima penyuka kopi dan fokus merencanakan dapat duit dari menaikkan power kopi di pasar penikmatnya. Selain kopi, Fatima mengakrabi ruangan dapur guna memperoleh rasa pasta atau macaroni sekutel yang dia inginkan.

 

Teknik pomodoro timmer  25;5 memberi manfaat lebih dari sekadar yang bisa diduga. Selain meningkatkan fokus untuk hasil kerja efektif, teknik ini memberi bukti sabar bekerja dalam garis takdir yang ternikmati. Dalam menghadapi aneka rupa penikmat kopi, hasil melatih diri dengan teknik pomodoro, cepat atau lambat menjarkkan diri  dari sikap reaktif. Ini kabar baik untuk hati yang terbuka menuju bahagia. Tentu saja.

Article Lainnya


Pendapatan Daerah Terimbas Pengalihan Listrik HOP ke PLN

Pendapatan Daerah Terimbas Pengalihan Listrik HOP ke PLN

PARADASE.id - Pengalihan tanggungan layanan listrik perumahan HOP Badak NGL ke PT PLN berimbas bagi ...

Dinding Bata dan Sesap Kopi

Dinding Bata dan Sesap Kopi

Inway # 118 Oleh :Rusmiati Indrayani Di masa pandemi bisnis penjualan ...

Hingga 2021 Disnakertrans Kaltim Gencarkan Pelatihan Pemasaran

Hingga 2021 Disnakertrans Kaltim Gencarkan Pelatihan Pemasaran

PARADASE.id - Program pelatihan pemasaran bagi para pelaku usaha sedang digodok oleh Dinas Tenaga Ke...

Umbi Porang Jadi Potensi Ekspor Kalimantan Timur

Umbi Porang Jadi Potensi Ekspor Kalimantan Timur

PARADASE.id - Potensieksporkomoditas non migas dan batubara terus dikembangk...

JELAJAH