Kembali ke Artikel
Pesiar Sungai Mahakam: Cara Keren Rapat Kerja Pengurus Bubuhan Banjar Para pengurus berfoto bersama di atas kapal tempat mereka menggelar rapat kerja. (Foto:KBBKT)
09 Sep/2019

Pesiar Sungai Mahakam: Cara Keren Rapat Kerja Pengurus Bubuhan Banjar

09 Sep 2019 Feature

PARADASE.ID. “Kita adalah Urang Banjar Kalimantan Selatan. Tinggal di Samarinda. Banjar Kalsel tempat lahir. Atau dari keturunan (nenek-datu) Bumi Khahuripan. Baik secara kelahiran maupun keturunan. Kita berasal dari rahim tanah Banjar. Berdomisili di Samarinda atau kota-kota di Kalimantan Timur. Istilah Banjar Samarinda hanya mengacu lokasi tempat tinggal. Bukan Samarinda sebagai daerah asal. Secara, Samarinda didominasi penduduk suku Banjar.” (Asmuni Ali : Tokoh Etnis Banjar ) Dalam Rapat Kerja Pengurus Kerukunan Bubuhan  Banjar Kalimantan Timur Samarinda.

 

Suku bangsa Banjar adalah suku bangsa yang menempati sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagian Kalimantan Timur dan sebagian Kalimantan Tengah terutama kawasan dataran dan bagian hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah tersebut.

 

Suku bangsa Banjar berasal dari daerah Banjar yaitu wilayah inti Kesultanan Banjar meliputi DAS Barito bagian hilir, DAS Bahan (Negara), DAS Martapura dan DAS Tabanio.

 

Kesultanan Banjar sebelumnya meliputi wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kemudian terpecah. Sebelah barat menjadi kerajaan Kotawaringin dipimpin Pangeran Dipati Anta Kasuma dan di sebelah timur menjadi kerajaan Tanah Bumbu yang dipimpin Pangeran Dipati Tuha. Daerah ini kemudian berkembang menjadi beberapa daerah : Sabamban, Pagatan, Koensan, Poelau Laoet, Batoe Litjin, Cangtoeng, Bangkalaan, Sampanahan, Manoenggoel, dan Tjingal (Pusaka BAKUDA : Indrayani :2018)

 

Lebih lanjut Asmuni Ali meniupkan semangat berbangsa dan bernegara. “Sebagai suku bangsa yang hidup bersisian multi etnis. Keberadaan warga Banjar di Kalimantan Timur hendaknya menjunjung sikap ber-adab. Menghargai keberadaan dan perbedaan. Keragaman budaya adalah alat pemersatu lintas suku. Membingkai toleransi dalam ragam budaya nusantara. Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Apalagi dengan rencana pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur. Kedatangan pendatang luar kalimantan adalah sebuah kepastian.

 

***

 

 

Udara beraroma salju. Arus  sungai mahakam cokelat. Riaknya ramah. Namun aktivitas awak dermaga  berkeringat sedari lepas subuh.

 

Di dermaga milik Dinas Perhubungan provinsi. Dua unit kapal kayu bersandar. Kehadiran kapal di akhir pekan demi keperluan wisata. Minat berlayar. Menumpang kapal kayu ke hulu. 

 

Membangkang arus sungai. Searah kepala naga. Menjauhi Samarinda menuju Tenggarong. Tenggarong Kota Raja.

 

Kapal bernama Pesut Kita, bergerak bawa awaknya. Disambut nyanyian selamat datang. “Nasi Bakepor dan Buah Bolu”. Lagu daerah suku Kutai menghentak keraguan pagi. Tembang khas  bernuansa rancak melayu. Langgam daerah melantun. Menghibur peserta yang mengagumi sepasang sisi mahakam.

 

Laju kapal permisi melewati jembatan mahakam. Muatannya adalah peserta Rapat Kerja Pengurus. Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar Kaltim (BPW KBBKT) 8/09/2019.  Kapal berlayar. Mesin berkuar-kuar.

 

Armada kayu menuju pelabuhan “Bubuhan yang Rakat, Bermanfaat dan Mantap. Rakat, bermanfaat, dan mantap. Demikian yel-yel pendahuluan  Dr. Zulfakar Madjid, Dipl.S.Eng. Mengepal tangan. Mulai memimpin rapat kerja pengurus.

 

Seremoni dalam doa. Bersandar surah Al Fatihah. Berpendar Asma Allah. Adalah pengaturan kebaikan dipandu H.Suwandi SH. M.Si. Kandidat Doktor Ilmu Hukum Untag Surabaya “merayu” Allah taala dalam lirih yang khusyu’.

 

Kapal kayu menyusup di kolong  jembatan Mahakam. Menyisir Loa Bakung dan melintas di bawah jembatan mahulu. Haluan menantang.

 

Riak melaju. Badan kayu beradu  muka air yang cokelat. Cuaca siang teramat bersahabat. 

 

Pengurus  yang hari Ahad (08/11/2019) menggelar rapat kerja adalah nama-nama pengurus sah sesuai SK.  Surat Keputusan yang dikeluarkan  Pengurus Besar Kerukunan Bubuhan Banjar no : 89.K/PB KBB-V/2019. Ditandatangani ketua H. Rudi Arifin (Presiden urang Banjar se-dunia. Gubernur Kalimantan Selatan dua periode).

 

Bersama pergerakan waktu, kapal kayu menyusur  hulu. Mencapai bibir Tangga Arung kota Tenggarong.

 

Rapat yang berlangsung pagi jelang siang itu, juga dihadiri pini sepuh pembina dan penasehat. Dalam pengarahannya ketua dewan pembina H. Hamsyi Djamhari. MM

 

Menyampaikan dukungan. Mewanti-wanti supaya pelaksanaan rencana program kegiatan organisasi memertimbangkan nilai “keadilan”. Mudah dan bisa dilaksanakan. “Jangan ngalih dan mengalihi diri.” Laksanakan sesuai kemampuan.

 

Hamsyi mengingatkan bahwa keberadaan organisasi hendaknya mengepankan azas manfaat. Program-program yang menyentuh kebutuhan bubuhan secara nyata.

 

Dalam keadaan kapal melaju di wajah banyu. Hamsyi beri  arahan “jalin kerjasama antar pribadi juga lintas bidang kegiatan. Fleksibel saja. Jangan kaku. Harus bidangku-bidang-mu.

 

Dalam kesempatan itu lahir produk pemikiran cerdas tentang dorongan berkarya secara nyata. Tim lit-bang akan mengadakan penelitian sejarah keberadaan urang Banjar di Kalimantan Timur. Sebuah kajian keilmuan yang ditelorkan dalam fisik buku.  Ini seperti diungkapkan Dr. Abnan dosen pasca sarjana IAIN Samarinda. Ustadzah yang akademisi ini didukung oleh Kiki yang menyanggupi sistem pendataan komunitas urang Banjar  berbasis digital .

 

Selain penelitian sejarah, buku, bulettin. Mencuat juga keinginan penetapan busana resmi. Bercorak etnis banjar. Motif batik sasirangan. Desain pakaian yang digunakan dalam acara resmi atau kegiatan formal.

 

Diungkap pula rencana menggelar “Aruh Ganal” festival kebudayaan Banjar. Seni, tradisi, kuliner, kostum dan wujud budaya konkret serta forum keilmuan dengan target undangan urang Banjar se-dunia. Meliputi rumpun bangsa Melayu Malaysia, Singapore, Brunei hingga Bangkok dan Vietnam.

 

Kapal kemudian merapat di kota Tenggarong. Lepas bersantap siang. Peserta rapat kerja memasuki ke badan kapal. Haluan putar balik  arah Samarinda.

 

Dalam sambutannya Ketua KBBKT Kandidat Doktor Ir. H. Ismunandar MT. Mengapresiasi kerja panitia. Bupati Kutim yang Bangsawan Banjar itu menggagas wisata serupa rapat kerja. Terbuka untuk warga. Memerhatikan tingginya minat menyusuri sungai mahakam dengan kapal. “Kita agendakan lagi acara seperti ini. Mungkin Oktober atau November. Warga yang berminat silahkan daftar pada panitia,” ujar Ismu yang secara keturunan masih sedarah dengan waliyullah  Kalimantan Syech Arsyad Al-Banjari.   

 

Dalam sambutan khatimah acara, Ismu menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kerja panitia.

 

Rapat pengurus di atas kapal. Menyusuri arus sungai mahakam. Apakah sebelumnya pernah ada ?

 

“Belum...belum pernah ada,” ucap Dani salah satu pengurus KBB kota Samarinda yang memperkuat jajaran pengurus KBBKT. Dani menanggapi reporter paradase.id yang tergabung dalam rombongan tersebut.

 

Di sekujur badan sungai. Panorama terang menantang. Terik memanggang tongkang-tongkang. Kapal batubara memuat tanah hitam. Bentang jembatan mahakam menyambut selamat datang. Dawai islamic center beradu gawai dalam nafas religi urang Banjar. Pemeluk agama yang taat. Sing a song  “keluarga mutiara tara”. Dipopulerkan Bunga Citra Lestari menutup rangkaian rapat kerja pengurus. Suara “kemesraan-nya” Iwan Pals melantun mengiringi prosesi salam- salaman. (***)

 

 

 

 

Reporter          :R. Indra

Penulis            :R. Indra

Editor              :Akbar

Article Lainnya


Pemkot Izinkan Sekolah Tatap Muka di Pinggiran Samarinda

Pemkot Izinkan Sekolah Tatap Muka di Pinggiran Samarinda

PARADASE.id - Dua sekolah di Samarinda dikabarkan dapat menjalankan belajar tatap muka. Dua sekolah ...

Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Inway # 135 Oleh : Rusmiati Indrayani (Indrayani Indra) Masa perkuliahan semester ...

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

PARADASE.id - Sebanyak 242 anggota Polres Bontang menjalani tes urin dadakan, sebagai tindak lanjut ...

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

PARADASE.id - Sekitar 150 tenaga kesehatan (nakes) di Bontang terkonfirmasi positif selama masa pand...

JELAJAH