Kembali ke Artikel
Pemkot Akui Kinerja Tim Percepatan Kilang Bontang Terhambat Pandemi Sekkot Bontang Aji Erlinawaty. (Dok. Paradase)
19 Jan/2021

Pemkot Akui Kinerja Tim Percepatan Kilang Bontang Terhambat Pandemi

19 Jan 2021 Berita Terkini Bontang

PARADASE.id - Pemerintah Kota Bontang mewacanakan kembali membentuk Tim Percepatan Pembangunan Kilang Bontang.


Langkah itu dinilai perlu pasca pernyataan terakhir PT Pertamina (Persero) yang kembali menunda bahkan dapat membatalkan rencana pembangunan Kilang Bontang belum lama ini.

"Pertamina sampai saat ini masih mengkaji proyek kilang (Bontang) ini. Masih ada beberapa masalah yang belum ditemukan solusinya," kata Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Soerjaningsih dalam konferensi pers, Senin (18/1/2021).

Kemudian ada pertimbangan terkait pasokan BBM yang telah ada maupun akan mengalami peningkatan dari proyek kilang lainnya.

Sejatinya, tim percepatan Kilang Bontang sudah pernah dibentuk sekira bulan Februari 2020 lalu.

Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang Aji Erlinawaty membenarkan hal tersebut. Dia mengungkapkan, tim tersebut dibentuk tahun lalu yang diketuai langsung oleh Sekkot.

Saat itu, tim itu bertugas untuk kembali mengulas kembali persiapan Bontang untuk menyambut pembangunan kilang. Seperti, ketersediaan lahan, administrasi serta payung hukum pembangunan kilang di Bontang.

"Sudah dibentuk tahun lalu, untuk memastikan semuanya siap sebelum disodorkan ke Pertamina," ujar Aji Erlinawati saat dihubungi via telepon, Selasa (19/01/2021) siang.

Namun, belum sempat berkomunikasi jauh, pihak Pemerintah Bontang beralih fokus penanganan pandemi corona. Hal itu, membuat tim percepatan tidak intens untuk melakukan langkah strategis persiapan pembangunan kilang.

"Kita beralih fokus untuk tangani virus corona sejak awal tahun lalu, jadi memang kurang maksimal di wilayah itu," ujarnya.

Kendati demikian, ia masih optimis kilang dapat tetap dibangun walau Pertamina belum memberi kejelasan.

Pasalnya, Peraturan Presiden Nomor 146 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pengembangan dan Pembangunan Kilang Minyak di dalam Negeri yang mengatur pembangunan Kilang Bontang, sampai saat ini belum dicabut.

"Tetap optimis, Perpesnya kan belum dicabut. Nanti saya kembali koordinasikan dengan OPD yang terkait pembangunan kilang tersebut," pungkasnya.

Pembatalan rencana pembangunan Kilang Bontang atau Grass Root Refinery (GRR) ini memang sempat mencuat pada medio 2020 lalu.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengaku sudah melakukan evaluasi terhadap daftar pembangunan kilang dan memastikan Kilang Bontang batal dikerjakan.

Namun, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan proyek ini sudah dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 20 November 2020. (*)

Penulis: M. Safril
Editor: Umil Surya

Article Lainnya


Komisi III Desak Pemkot Bontang Serius Tangani Ancaman Buaya di Pemukiman

Komisi III Desak Pemkot Bontang Serius Tangani Ancaman Buaya di Pemukiman

PARADASE.id - Konflik buaya dan manusia di Bontang akhir-akhir ini mendapat banyak sorotan pub...

Geber Proyek Ibu Kota Baru, WSKT Bangun Jargas Rumah Tangga

Geber Proyek Ibu Kota Baru, WSKT Bangun Jargas Rumah Tangga

PARADASE.id - Emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)) melalui EPC Division me...

Bos Kapal Wajib Beri Asuransi  Kesehatan dan Jaminan PHK

Bos Kapal Wajib Beri Asuransi Kesehatan dan Jaminan PHK

PARADASE.id - Pemilik kapal perikanan wajib memberikan asuransi kepada Anak Buah Kapal (ABK). Selain...

Komisi III Janji Anggarkan  Perbaikan Hotel Grand  Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

Komisi III Janji Anggarkan Perbaikan Hotel Grand Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

PARADASE.id - Komisi III DPRD Bontang menggelar sidak di kawasan Hotel Grand Mutiara, pada Sel...

JELAJAH