Kembali ke Artikel
Pemkab Kutim Batasi Telaga Batu Arang untuk Umum Telaga Batu Arang (TBA) di Jalan Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara. (FOTO:Int)
09 Aug/2019

Pemkab Kutim Batasi Telaga Batu Arang untuk Umum

PARADASE.ID. Area lahan pascatambang yang sebelumnya dibuka untuk wisata umum, kini mulai dibatasi. Hal itu merupakan upaya untuk mencegah bahaya yang mengancam nyawa pengunjung. Salah satunya, Telaga Batu Arang (TBA) di Jalan Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.

 

Lubang bekas tambang itu sangat diawasi keberadaannya. Berkaca dari rentetan kasus yang kerap terjadi di sejumlah daerah di Kaltim, perusahaan tambang di Sangatta semakin mawas diri. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim Aji Wijaya Effendi mengatakan, lahan bekas tambang di Kutim bisa dijadikan percontohan.

 

Sebab, diketahui pengelolaannya cukup baik dibanding daerah lain.

 

"Jangan sampai seperti di Samarinda. Kalau di sini, satu orang saja meninggal, akan berdampak besar pada perekonomian daerah. Makanya terus dicegah," katanya dalam sosialisasi larangan dan bahaya memasuki wilayah lubang bekas tambang dan area terbatas, Kamis (8/8).

 

Terlebih, DLH Kutim belum lama ini diundang dirjen untuk menjadikan PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai percontohan. Selain itu, untuk mencegah kasus kematian anak di lubang bekas tambang, pihaknya gencar melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah.

 

"Jangan sampai ada korban, makanya kami edukasikan ke anak sekolah, supaya mereka lebih paham. Kami ciptakan lahan bermain yang laik buat anak, supaya mereka bisa bermain dengan aman," katanya.

 

Di tempat yang sama, Manager External Relations PT KPC, Yorden Ampung menjelaskan alasan pembatasan TBA. Menurut dia, hal itu karena lahan tersebut masih memasuki area tambang aktif. Dia menjabarkan, ada aturan yang melarang masyarakat umum memasuki kawasan objek vital.

 

"Awalnya kami buka bagi masyarakat umum, semata untuk menggali semua potensi yang bisa menghasilkan untuk masyarakat. Termasuk sektor nontambang, makanya kami buat kawasan wisata," jelasnya.

 

Hal itu juga menimbang jarak yang terbilang cukup dekat dengan kawasan permukiman. Jadi pihaknya serius menggarap segala teknis, termasuk menyiapkan safety, menyediakan kawasan camping ground, hingga jogging track. Namun, menurut dia, melihat perkembangan serta kejadian di daerah lain, diketahui TBA juga belum lepas dari area tambang sehingga harus ditutup.

 

"Sebenarnya alat keamanan sudah kami lengkapi. Namun, aturan tambang  tidak mengizinkan masyarakat masuk ke area pertambangan aktif, makanya kami batasi sekali. Kecuali untuk edukasi, itu pun sangat selektif," tuturnya.

 

Pemprov juga meminta pihaknya untuk membantu menyelesaikan lubang bekas tambang di Samarinda menggunakan teknologi yang dimiliki. (***)

 

 

Penulis                                 :Zuajie

Editor                                    :Akbar

Sumber                                : kaltim.prokal.co

Article Lainnya


Kondisi Membaik, Marc Marquez Tambah Porsi Latihan untuk MotoGP 2022

Kondisi Membaik, Marc Marquez Tambah Porsi Latihan untuk MotoGP 2022

PARADASE.id - Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku kondisinya saat ini sudah membaik, ba...

Persiapan Haji 1443 H, Kemenkes Sudah Rekrut 1.827 Petugas Kesehatan

Persiapan Haji 1443 H, Kemenkes Sudah Rekrut 1.827 Petugas Kesehatan

PARADASE.id - Meski kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M belum pasti, namun Kem...

Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru Melonjak 10 Kali Lipat

Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru Melonjak 10 Kali Lipat

PARADASE.id - Harga tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melonjak lima hi...

Kronologi Ghozali Jadi Miliarder karena Selfie hingga Ditagih Pajak

Kronologi Ghozali Jadi Miliarder karena Selfie hingga Ditagih Pajak

PARADASE.id - Sultan Gustaf Al Ghozali alias Ghozali Everyday mendadak viral usai berhasil menjual g...

JELAJAH