Kembali ke Artikel
Pemerintah Kaji Rencana Bantuan Subsidi DME Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
23 Feb/2021

Pemerintah Kaji Rencana Bantuan Subsidi DME

PARADASE.id - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji rencana pemberian subsidi produk Dimethyl Ether (DME), hasil gasifikasi batu bara.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko.

 

Dia mengatakan, jika proyek gasifikasi ini secara nilai ekonomi menguntungkan negara, maka akan ada penugasan pemerintah. Dengan penugasan ini, maka subsidi akan diberikan ke produk DME.

 

"Subsidi, pemerintah sedang pertimbangkan dan kaji penugasan pemerintah kalau semua nanti, misalnya semua nanti ekonomi value untungkan negara, maka akan ada penugasan pemerintah. Penugasan ini, maka subsidi akan diberikan pada DME," paparnya dalam Green Talk: Siap-Siap Gasifikasi Batu Bara ditayangkan di kanal YouTube BeritaSatu, Senin malam (23/02/2021).

 

Lebih lanjut dia mengatakan, jika subsidi tetap diberikan sama dengan jumlah subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG), namun setidaknya produk DME tidak perlu impor.

 

"Kalau toh subsidi masih ada, tapi kita nggak impor LPG," tuturnya.

 

Sementara itu, Direktur Pengembangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin mengatakan, selama ini LPG yang dibeli masyarakat adalah hasil dari subsidi pemerintah. Dengan adanya DME, maka menurutnya subsidi yang selama ini ditujukan untuk subsidi LPG, bisa dialihkan ke DME.

 

"Masyarakat beli X rupiah, selisihnya subsidi pemerintah, yang kita maksudkan DME peroleh subsidi. Subsidi untuk DME itu alihkan sebagian subsidi LPG jadi subsidi DME," tuturnya.

 

Menurutnya, dengan proyek gasifikasi ini diharapkan akan memberikan nilai tambah pada masyarakat luas, dan juga negara. Melalui proyek ini akan terjadi banyak penyerapan tenaga kerja yakni sekitar 10.000 pada saat konstruksi dan sekitar 8.000 ketika operasi.

 

"Dan juga hemat neraca perdagangan sampai Rp 5,5 triliun per tahun. Dan dengan produksi DME 1,4 juta ton per tahun, bisa kurangi impor LPG 1 juta 76 ribu ton per tahun dan hemat cadangan devisa," tegasnya. (*)

 

 

Penulis : Anisatul Umah

Editor  : Umil Surya

Sumber CNBC Indonesia

Article Lainnya


Komisi III Desak Pemkot Bontang Serius Tangani Ancaman Buaya di Pemukiman

Komisi III Desak Pemkot Bontang Serius Tangani Ancaman Buaya di Pemukiman

PARADASE.id - Konflik buaya dan manusia di Bontang akhir-akhir ini mendapat banyak sorotan pub...

Geber Proyek Ibu Kota Baru, WSKT Bangun Jargas Rumah Tangga

Geber Proyek Ibu Kota Baru, WSKT Bangun Jargas Rumah Tangga

PARADASE.id - Emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)) melalui EPC Division me...

Bos Kapal Wajib Beri Asuransi  Kesehatan dan Jaminan PHK

Bos Kapal Wajib Beri Asuransi Kesehatan dan Jaminan PHK

PARADASE.id - Pemilik kapal perikanan wajib memberikan asuransi kepada Anak Buah Kapal (ABK). Selain...

Komisi III Janji Anggarkan  Perbaikan Hotel Grand  Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

Komisi III Janji Anggarkan Perbaikan Hotel Grand Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

PARADASE.id - Komisi III DPRD Bontang menggelar sidak di kawasan Hotel Grand Mutiara, pada Sel...

JELAJAH