Kembali ke Artikel
Menghargai Kehadiran.
15 Feb/2021

Menghargai Kehadiran.

15 Feb 2021 In Way

Inway # 133

 

Oleh : Rusmiati Indrayani.

 

Selamat hari Senin. Setelah melewatkan akhir pekan yang kaya dengan pengalaman dan kebahagiaan. Pekan ini meskipun masih berlaku anjuran lockdown, namun pelaksanaannya hanya setengah. Jadi relatif bisa keluar kota bahkan batas kota yang ada pelengkung serupa janur di langit pintu masuk kota Bontang sudah bebas prajurit penjaga.

 

Saya katakan agak bahagia. Bukan lantaran cukup leluasa keluar kota melainkan ketika diri sudah berada di lingkungan rumah kedua atau rumah kebun. Sebenarnya rumah kebun hanyalah sebuah sebutan yang bersahabat di lidah. Sebutan kebun juga tidaklah terlalu tepat. Lahan yang kamimi sebut kebun adalah sebuah kawasan yang tadinya dimaksudkan untuk quari.  Lahan bahan baku batu ukuran tertentu untuk kepentingan projek pengerjaan peningkatan mutu jalan lintas kota dalam provinsi Kaltim.

 

Namun di tempat berkontur unik itulah saya mendapatkan keasyikan menjalani bahagia. Duduk di ruang tamu dengan bangku dan meja berbahan kayu ulin berusia setia. Mata menyapu pemandangan hijau alam sekitar dan tebing batu di area ruang dapur terbuka tempat saya menyeduh teh daun pandan.  

 

Indikator kebahagian ini tentu menjadi alat perdebatan di kalangan siapa saja. Sayangnya mengenai bahagia, beberapa orang gemar mengejarnya padahal sesungguhnya tanda bahagia dekat di depan mata bahkan melekat dalam diri kita.

 

Maksud saya adalah ; bahagia merupakan hal sederhana yang dapat diwujudkan oleh seseorang hanya ketika dia mau membuka mata (hatinya).

 

Bahagia bukan domain mata semata melainkan ia semata-mata urusan rasa.

 

Saya mengalami hal sederhana kemaren di rumah kebun dan bagi saya bahagia adalah pulang ke dalam rumah yang terdapat di dalam jiwa (rumah diri kita).

 

Begini :

 

Sebagian besar lingkungan di kawasan rumah kebun adalah lahan berbatu dengan keunikankontur tanah. Di sana tersedia paket komplet. Ada bukit, lembah, tebing dan aliran sungai serta mata air yang bersumber dari hulu. Saat hujan dengan volume air melimpah maka sungai menjadi penuh dialiri “air bah”. Jika musim hujan sedang tenang maka alur sungai mengalir damai. Aliran sungai yang damai adalah kondisi terbaik menikmati alam kebun. Pada badan sungai kecil itu dibuat dam atau dinding yang menghalangi lagu air. Rekayasa yang sengaja diciptakan untuk menghadirkan irama. Komposisi nada yang tersusun dalam gemericik terus menerus sepanjang waktu.

 

 

 

Dari rumah dengan konsep etnik yang berada di perut bukit, nyanyian air menjadi instrument musik yang menenangkan perasaan. Apalagi untuk kebutuhan beristirahat, di sana amatlah memungkinkan. Di lantai dua, ada sebuah kabin berisi tempat tidur dengan kamar mandi dalam. Di depan pintu kamar view gunung batu mengikat mata dan pemandangan tersebut terlihat mengembangkan pesonanya saat aku atau kamu duduk pada sepasang kursi yang tersedia di balkon.

 

Jika deskripsi di paragraf atas adalah tanda-tanda yang melukiskan guratan bahagia, sekarang ada satu perkara bahagia yang sedari tadi kusimpan.

 

Begini.

 

Ada satu kebiasaan yang kukembangkan nyaris saban berada di lingkungan rumah kebun. Di sana, hasil bumi berupa sayuran, buah dan daun-daun herbal tumbuh merdeka. Beberapa dari mereka adalah adalah milik tetangga dan aku berpesan ingin memetiknya, alih-alih dikasih yang oleh sepasang suami istri penjaga kebun selalu diantarkan ke rumah. Mereka tentu saja mengizinkan dan membiarkan aku memetik semampunya, sekenanya dan sekuatnya. Semampunya karena aku mengalami kepuasan hati terlalu dini. Mungkin baru segenggam atau tiga genggam buncis, bagiku sudah cukup. Atau lima sampai tujuh buah gambas sudah selesai lalu jika panen tomat, ini biasanya agak banyak ;  aku menggunakan kantong kresek transparan ukuran medium dan mengisi setengah atau seperempatnya. Itu cukup. Ada lagi, jika memetik cabe rawit, aku sudah terpana dengan warnanya yang belum diraih saja sudah menyilaukan mata. Kulakukan tergesa-gesa di bawah pengaruh rasa senang berlebihan. Apabila sang empunya tanaman menanyakan apakah aku sudah selesai. Langsung ku iyakan. Pemilik, sambil matanya melirik hasil jarahanku tertawa “mengejek”. Bagi dia isi keranjangku hanyalah basa-basi. Mendapat sindiran demikin aku tetap berlalu, mengabaikan saja ucapannya tetapi harus berdamai dengan rasa gatal yang menjalari bagian kulit tangan.

 

Di bagian rasa gatal yang berdiri segaris rasa senang, aku merasa sungguh keterlaluan jadi orang. Orang yang kadang syukur kadang juga ingkar. Walaupun secara jumlah lebih mudah dan murah jika aku memburunya di pasar. Namun memetik sendiri ; gambas, tomat, cabe rawit atau pepaya, memisahkan buah dari batangnya dan telinga menangkap lirih getar dan keretak yang membuahkan getah dari sana. Atau sensasi membuka cabe dari batangnya dan menadahi buncis di tangan setelah berhasil kuberaikan dari untainya. Sungguh Nikmat Memetik Sayuran ini adalah tadarus alam yang disuguhkan oleh Sang Pencipta.

 

Rumah kebun, bentuknya secara sepintas tidak lebih dari gubuk berbingkai duri. Duri mata yang mengundang pedas dari bangunan bersahaja terlihat tidak berdaya. Namun semakin mendekat, rapat dan menyatu di dalamnya. Ada fantasi merdeka yang hanya bisa dijelaskan oleh seseorang yang pernah bertandang ke sana.

 

Selebihnya aku tidak harus detail menjelaskan keindahan dan rasa yang ada padanya.

 

Kapan-kapan datang dan nikmati saja pemandangannya atau bila kamu berniat menginap. Menginaplah.

Article Lainnya


Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Inway # 135 Oleh : Rusmiati Indrayani (Indrayani Indra) Masa perkuliahan semester ...

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

PARADASE.id - Sebanyak 242 anggota Polres Bontang menjalani tes urin dadakan, sebagai tindak lanjut ...

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

PARADASE.id - Sekitar 150 tenaga kesehatan (nakes) di Bontang terkonfirmasi positif selama masa pand...

Mantan Berulah, Pukul Pujaan Hati Karena Tak Dikasih Kata Kunci HP

Mantan Berulah, Pukul Pujaan Hati Karena Tak Dikasih Kata Kunci HP

PARADASE.id - Polres Bontang mengamankan ZN (20 tahun) akibat penganiayaan yang dilakukan kepada puj...

JELAJAH