Kembali ke Artikel
Melihat Dunia dari Perspektif Kaca Helikopter dokumentasi pribadi
04 Nov/2020

Melihat Dunia dari Perspektif Kaca Helikopter

ini cerita tentang si penakut yang dibawa tuhan terbang tinggi berkeliling naik helikopter. pengalaman yang bahkan tidak pernah berani saya impikan.  

 

Terbang Melintasi Pulau

 

tepat setelah mencatatkan pernikahan, di bulan Maret 2018 dengan baju pengantin suami mengajak saya naik helikopter sebagai hadiah pernikahan.

 

biayanya 350 dollar. sekitar tiga juta lima ratus ribu rupiah per orang. kami naik dari Auckland City menuju Waiheke Island dan kembali lagi ke Auckland City. 

 

Waiheke Island adalah pulau indah dengan hamparan kebun anggur. saat itu musim gugur.  sehingga yang terlihat hanya hijau saja tanpa anggur. inilah istimewanya New Zealand. bahkan autumn pun masih banyak yang hijau. tidak ada istilah New Zealand kering kerontang hehe. berbeda seperti daerah lain seperti Boston dimana ciri khas Autumn sangat terlihat di Harvard Yard, lengkap dengan daun warna kuning kemerahan.

 

kami terbang selama 30 menit. menikmati pemandangan dari kaca helikopter (scenic flight) dan mendarat di pulau. sebuah hadiah dari tuhan juga, karena kami hanya membayar untuk scenic flight namun diupgrade menjadi island landing oleh pihak operator helicopter. Masya Allah, New Zealand ini amat baik ke saya.  

 

sepanjang perjalanan mulut si penakut terbang ini komat - kamit mengucap ratusan dzikir dan shalawat. langit itu wilayah tuhan. doa dan ikhlas sudah termaktub di ujung landasan. seberapa hebatnya logika dan skill manusia selalu ada kekuatan Allah yang lebih besar dari segalanya.

 

akhirnya kami kembali ke Auckland City. mendarat dengan selamat. setelahnya kami berfoto ala bridal stye untuk mengabadikan momen hari itu pernah ada. 

 

Terbang dan Menginjak Daratan Es Abadi

 

pengalaman ini adalah bagian tidak terduga dari rangkaian road trip saya dan suami berkeliling New Zealand dengan campervan. saya hanya bisa bilang pengalaman naik helikopter untuk kedua kali ini adalah bukti Allah maha besar. 

 

awalnya kami hanya berencana mengagumi glacier dengan kapal saja di Mt. Cook. namun karena hujan, perjalanan kapalnya dibatalkan dan uang kami 99 dollar dikembalikan. lalu kami juga batal ke Coronet Peak karena sudah tidak ada lagi salju dan ski field tutup sementara. sehingga kami urung ke Queenstown dan menyetir balik dari Arrowtown ke Franz Josef. 

 

di Franz Josef kami tidak memesan atraksi apapun karena di sini semuanya mahal untuk kantong receh mahasiswa ini. kemudian ada brosur tawaran naik helikopter dengan mendarat di salju dengan biaya 280 dollar alias hampir tiga juta rupiah per orang. mendengar itu kami hanya mampu berencana ambil atraksi keliling naik helikopter saja tanpa turun (scenic flight). itupun biayanya 150 dollar per orang. 

 

pagi itu saya shalat shubuh. baca Yasiin, Al - Waqiah, dan Al Mulk. kemudian dengan jujur berdoa “Ya Allah, coba bisa ya snow landing (mendarat di salju, Red) hanya dengan 150 dollar. yah, berdoa sajalah. toh berdoa kan gratis. Allah maha segala.

 

selesai ritual shubuh dan sarapan, kami lalu berangkat ke kantor operator helikopternya. niatnya tanya - tanya dulu sambil lihat - lihat harga. siapa nyana mbak - mbak petugas berkata “scenic flight 30 menit, snow landing. mau nggak nih, 150 dollar per orang ? kami diskon dan kita berangkat sekarang.”

 

Masya Allah.   

 

setelah membayar langsung tanpa antri kami naik ke helikopter. baling - baling berputar naik dan kamipun terbang menyusuri gunung batu dan glacier. menyelip ke lereng - lereng  rocky and snowy mountain. helikopter terbang stabil. sejauh mata memandang hanya hamparan putih salju dan gunung batu hitam dengan lelehan salju di sisi - sisi nya. persis seperti vanilla fountain cake dan mendarat di hamparan putih dataran es abadi.

 

i touch the snow, berbisik lirih. “Allah, here I am”. saya menitikkan air mata. betapa Allah sangat kuasa memberikan sesuatu yang bahkan tidak berani saya impikan. air mata itu semakin deras ketika mendengar suami berkata “Honey, today is our wedding anniversary”. Masya Allah. saya bahkan lupa hari itu adalah anniversary pernikahan kami karena masih overwhelm dengan keindahan dunia yang tuhan izinkan untuk saya lihat.  

 

setelah 30 menit terbang dan mengucap ribuan syukur. kami mendarat dengan selamat. terima kasih tuhan, saya tidak akan pernah bisa melupakan pengalaman ini. iman saya meyakini benar ungkapan “urang alim” yang mengatakan tuhan kuasa melipur panas semusim hanya dengan hujan seminggu. Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Ilaha Illaallah Allahu Akbar.

 

Berdoa dalam Sujud. Berbisik Pada Bumi untuk Didengar Langit. 

 

Faizah bertanya as a closing statement. after all this pass by, what do I feel ?

 

honestly in my opinion this is not so-miracle-things. selain fakta saya urang Samarinda mantan anak kost jalan pramuka yang takut terbang. ini semua karena kuasa tuhan. namun, jika saya memutar kembali ke saat berada di helikopter dan memanggil perasaan itu, saya merasakan campuran antara takut dan takjub. ketika sudah mendarat saya pun langsung mengucap dzikir karena Allah yang mengizinkan semuanya. betapa luar biasanya saya yang tidak punya apa - apa ini bisa melihat pemandangan seindah itu dari atas langit. dari perspektif kaca helikopter.

 

jika saja ada mesin waktu kembali ke tahun 2006, saat menjadi zombie hidup yang jiwanya sudah mati. haqqul yakin saya yang dulu tidak akan pernah percaya bisa ada di titik sekarang. saya ini penakut. jangankan naik helikopter menyusuri gunung batu bersalju lalu landing di glacier, naik pesawat komersil ke Tarakan untuk ngajar cari duit aja saya takut. saya bahkan menolak seluruh tawaran mengajar yang melibatkan pesawat dan memilih mengajar di seputar Samarinda, Bontang, dan Balikpapan saja. itulah saya dengan semua ketakutan saya. 

 

kemudian enam tahun kemudian, di 2012 hidup memaksa saya jadi wanita kuat berhadapan dengan dunia. memulai keberanian dengan terbang dengan pesawat budget selama 3 jam dari Balikpapan ke Malaysia. lalu lanjut 4 jam ke Bangalore, India. keberanian itu kemudian ditingkatkan intensitasnya oleh tuhan melalui penerbangan panjang dari Balikpapan ke Sydney lalu ke Auckland. lalu berangkat Haji ke Saudi via Auckland. kemudian diajak pula oleh tuhan menjadi pemateri konferensi internasional di Eropa. belum lagi perjalanan dengan kapal pesiar, ferry, balon udara, pesawat kecil dengan baling - baling ke Milford Sound dan melihat Great Barrier Island. benar - benar dunia terbuka untuk saya bak kotak pandora.

 

berdoa dan percaya tuhan maha segala. because the steppest climb leads to be the sweetest view. Alhamdulillah....

 

 

Cerita : Nurul Kasyfita

 

Narator : Faizah Riffat

 

Editor : Ahmad Fuad

 

Seri : Diary of Auckland

Article Lainnya


Marak Aksi Pengawasan, Bawaslu Larang Warga Lakukan Penindakan

Marak Aksi Pengawasan, Bawaslu Larang Warga Lakukan Penindakan

PARADASE.id - Tingginya animo masyarakat dalam mengawasi jalannya Pilkada Bontang 2020 dianggap sang...

Weighted Blanket : Cara Baru Menyayangi Diri Sendiri

Weighted Blanket : Cara Baru Menyayangi Diri Sendiri

ada cara baru menyayangi diri sendiri : weighted blanket namanya. dalam situasi pandemi beg...

Survei INDO Barometer: Neni-Joni Unggul 53 Persen, Sebutkan Warga Bontang Puas Kinerja Neni Moerneini

Survei INDO Barometer: Neni-Joni Unggul 53 Persen, Sebutkan Warga Bontang Puas Kinerja Neni Moerneini

PARADASE.id - Lembaga Survei Indonesia (LSI) Indo Barometer (IB) merilis hasil survei elektabilitas ...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Bontang Siapkan 3 Posko Pengamanan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Bontang Siapkan 3 Posko Pengamanan

PARADASE.id - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bonta...

JELAJAH