Kembali ke Artikel
Mbah Moen Dihina, GP Ansor Lapor Polres Kutim Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi melaporkan akun Facebook Joe Ramadhan (FOTO: GP Ansor Kutim)
09 Aug/2019

Mbah Moen Dihina, GP Ansor Lapor Polres Kutim

PARADASE.ID. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi melaporkan akun Facebook Joe Ramadhan terkait ucapan tak beretika yang ditulis dan ditujukan kepada Kyai Nahdlatul Ulama (NU) Almarhum KH. Maimoen Zubair atau yang akrab dipanggil Mbah Moen yang wafat di Makkah awal pekan lalu.

 

Laporan tersebut dilayangkan ke Polres Kutim, Kamis (08/08/2019) siang tadi.

 

Ketua GP Ansor Kutim, Zainul Arifin didampingi jajaran Pengurus melaporkan akun facebook Joe Ramadhan karena dianggap sudah berkata tidak pantas kepada almarhum Mbah Moen.

 

"Komentar yang dilontarkan pemilik akun itu kami anggap anggap sangat tidak wajar. Karena cuitan tersebut yang ditujukan langsung oleh Kyai yang kami muliakan," ujar Zainul.

 

Menurut Zainul, saat ini kondisinya masih dalam suasana duka tiba-tiba ada ciutan yang tak pantas yang beredar dijagat media sosial. Kata-kata yang dilontarakan mengandung sara yang membuat publik resah dan bikin geram.

 

"Kami berusaha bersabar sambil menunggu proses hukum yang berlaku. Kalau yang bersangkutan ada itikad baik sebelum isu ini berkembang untuk segera memberi klarifikasi atau minta maaf," jelas Zainul

 

Setelah diterimanya laporan tersebut mekanisme yang dilakukan selanjutnya yaitu tahapan penyelidikan oleh pihak Satreskrim Polres Kutim Sebelumnya, GP Ansor Kutim telah berkoordinasi dengan Banser, Ansor Wilayah bahkan sampai di Ansor Pusat dan Banser Pusat terkait cuitan atau komentar pemilik akun tersebut yang sang pemilik akun disebut berada di Sangatta, Kutai Timur.

 

Pihaknya mendapat restu untuk di laporkan agar proses hukum berjalan. Diakuinnya, kasus ini dianggap sangat melecehkan hati pribadi mbah Moen beserta para santri dan pengikut beliau.

 

"Untuk teman teman Ansor dan Banser agar tidak melakukan hal-hal yang tidak di inginkan karena ini sudah kita lakukan secara proses hukum," pinta Zainul.

 

Mbah Moen merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Sosoknya memang dikenal bijak dan tinggi rasa toleransi. Ia meninggal di usianya yang ke-90 tahun. (***)

 

 

Penulis                                 :Zuajie

Editor                                    :Akbar

Sumber                                :korankaltim.com/zulhamri

Article Lainnya


Kondisi Membaik, Marc Marquez Tambah Porsi Latihan untuk MotoGP 2022

Kondisi Membaik, Marc Marquez Tambah Porsi Latihan untuk MotoGP 2022

PARADASE.id - Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku kondisinya saat ini sudah membaik, ba...

Persiapan Haji 1443 H, Kemenkes Sudah Rekrut 1.827 Petugas Kesehatan

Persiapan Haji 1443 H, Kemenkes Sudah Rekrut 1.827 Petugas Kesehatan

PARADASE.id - Meski kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M belum pasti, namun Kem...

Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru Melonjak 10 Kali Lipat

Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru Melonjak 10 Kali Lipat

PARADASE.id - Harga tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melonjak lima hi...

Kronologi Ghozali Jadi Miliarder karena Selfie hingga Ditagih Pajak

Kronologi Ghozali Jadi Miliarder karena Selfie hingga Ditagih Pajak

PARADASE.id - Sultan Gustaf Al Ghozali alias Ghozali Everyday mendadak viral usai berhasil menjual g...

JELAJAH