Kembali ke Artikel
Kota Steril dan Kebijakan yang Kurang Keren
08 Feb/2021

Kota Steril dan Kebijakan yang Kurang Keren

08 Feb 2021 In Way

Inway # 132

 

Oleh: Rusmiati Indrayani 

 

Saat media ini menurunkan berita tentang kesepian kota di akhir pekan, saya mendapati sebuah gambar yang bercerita. Foto yang menunjukkan suasana jalan raya hampa tanpa kendaraan dan manusia yang melintas di atasnya. Jika jalanan lengang dalam foto tersebut terjadi pada jalan-jalan di lingkungan komplek perumahaan  perusahaan negara di kota ini, saya tidak heran. Namun akhir pekan di jantung kota dan  tidak terlihat satu orang manusia pun berkendara. Ini menjadi kabar yang tidak biasa. Memang, sepanjang tahun ini, kita saya dan anda banyak mengalami keajaiban hidup. Namanya ajaib. Arti ajaib secara praktis adalah sesuatu kejadian yang kurang lazim. Salah satu keajaiban yang terjadi adalah akhir pekan yang sepi.

 

Peristiwa ajaib ini dimulai dari anjuran Gubernur Kaltim yang menitah warga supaya di rumah saja. Sebenarnya sejak satu tahun lalu, himbauan di rumah lebih aman telah didengungkan. Kegiatan yang sebelumnya bersifat jamaah seperti ; ibadah dan belajar telah berpindah tempat dari masjid dan kelas ke dalam bilik rumah. Bekerja juga dari rumah, namun ternyata pemberlakukan new normal dengan mengutamakan protokol kesehatan ; jaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan masker tidak signifikan mengubah keadaan. Bahkan angka pesakitan akibat  terpapar virus corona semakin hari semakin mengancam. Fakta tersebut bisa jadi yang menjadi salah satu pemicu terbitnya anjuran orang nomor satu di bumi etam dengan kebijakan “kota Steril “ setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu. Kebijakan ini tentu saja mengharapkan kerjasama dan niat sungguh-sungguh dari setiap warga supaya menghabiskan akhir pekan dalam rumah saja.

 

Rangkaian keajaiban dimulai jauh sebelum digemakan anjuran akhir pekan di rumah saja. Sebutlah kasus perayaan seperti ; pernikahan. Jika yang dipahami oleh manusia kebanyakan tentang perkawinan adalah pesta dan kemeriahan dan ajang berkumpulnya sanak kerabat dan makanan berlimpah dan gaun dari bahan brokat mewah. Di bekuk pandemi ini, pernikahan yang menjadi momen penting dalam hidup hanya boleh dihadiri oleh kalangan terbatas dengan jumlah tamu yang terbatas juga. Ritual bersalaman lengkap dengan cium pipi kiri dan kanan di kalangan kaum perempuan musnah secara bertahap. Jika ada yang nekad karena spontan dan lupa akibat habituasi yang sudah terinteralisasi, lawan yang diajak salaman mengingatkan dengan mundur selangkah alias menjaga jarak. Ini peristiwa ajaib yang  mengubah tatanan dalam kehidupan sosial.

 

Begitu juga dengan kebiasaan sholat berjamaah yang mengalami perubahan keadaan, lazimnya shaf sholat harus rapat dan rata, di masa covod-19 ini diberlakukan shaft jarang-jarang. Hal ini tentu saja menjadi keajaiban yang bertentangan dengan hukum asal : shaft harus rapat dan rata.

 

Syukurlah masih bisa menjalankan ibadah secara berjamaah walaupun alam kondisi shaf yang rata dan renggang, padahal diawal-awal pandemi bahkan untuk kewajiban menjalankan kefardhuan secara berjamaah juga dilarang. Muazdin bahkan menambahkan lafazh “ sholatlah kalian di rumah masing-masing.” 

 

Pandemi ini membuat semakin panjang daftar keajaiban dalam hidup. Sewaktu ibu saya masih remaja hingga akhir usianya, beliau tidaklah bertemu dengan keajaiban yang terjadi pada zaman anaknya mulai menua dan cucu-cucunya mendewasa.

 

Kembali ke kota steril

 

Suasana Kota Bontang saat Kaltim Silent hari pertama. (Ist)
Suasana Kota Bontang saat Kaltim Silent hari pertama. (Ist)

 

Menyonsong pekan yang sepi, saya tidak merencanakan persiapan secara rinci. Biasa saja. Belanja di tengah pekan hingga persiapan setengah minggu kemudian. Walaupun sempat juga berpikir jika kehabisan stok ikan dan sayuran. Namun sepertinya persedian telur dan bahan pokok lainnya cukup selama mode bertahan.

 

Selama di dalam rumah, seperti kebiasaan selama ini dan lazimnya ibu rumah tangga dengan sepasang anak dewasa. Kegiatan saya berkisar dari ruang kerja, dapur dan teras belakang. Tidak ada yang melebihi itu kecuali jika harus mengurus sesuatu ke luar kota. Seperti ke Samarinda yang bertalian dengan perkara kuliah atau ke Sangatta berurusan dengan pekerjaan. Mengingat longgarnya jadwal kegiatan, apalagi masa mahasiswa liburan, hingga akhir Februari saya memiliki waktu untuk membaca dan menyiapkan bahan ajar dan mengunjungi artikel jurnal untuk persiapan penulisan disertasi yang sudah di depan mata.

 

Banyak melakukan aktivitas dari rumah, menyumbang rasa bosan juga. Jenuh, untuk mengatakan saya tidak tahan terkurung dalam rumah. Ada saatnya pikiran butuh dilonggarkan dengan cara plesiran keliling kota. 

 

Namun hingga akhir pekan tandas juga di rumah ? Keadaan ini sedikit tidak mudah. Jika harus berlaku anjuran tidak ke mana-mana.

Namun jika itu untuk sekali saja, bisa diterima. Jika pekan depan terus diulangi, mungkin saya berencana atau mencoba mengintip jalan raya, berkendara dan berdoa semoga saat berkendara petugas lalu lintas atau patroli keamanan tidak menggiring saya untuk bertanggung jawab atas sebuah pelanggaran.

Article Lainnya


Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Inway # 135 Oleh : Rusmiati Indrayani (Indrayani Indra) Masa perkuliahan semester ...

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

PARADASE.id - Sebanyak 242 anggota Polres Bontang menjalani tes urin dadakan, sebagai tindak lanjut ...

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

PARADASE.id - Sekitar 150 tenaga kesehatan (nakes) di Bontang terkonfirmasi positif selama masa pand...

Mantan Berulah, Pukul Pujaan Hati Karena Tak Dikasih Kata Kunci HP

Mantan Berulah, Pukul Pujaan Hati Karena Tak Dikasih Kata Kunci HP

PARADASE.id - Polres Bontang mengamankan ZN (20 tahun) akibat penganiayaan yang dilakukan kepada puj...

JELAJAH