Kembali ke Artikel
Kirim Narkoba Via Ekspedisi, Polisi dan Perusahaan Jasa Pengiriman di Bontang Ungkap Motifnya Ilustrasi. (Google Image)
13 Jan/2021

Kirim Narkoba Via Ekspedisi, Polisi dan Perusahaan Jasa Pengiriman di Bontang Ungkap Motifnya

13 Jan 2021 Berita Terkini Bontang

PARADASE.id - Beberapa waktu belakangan ini, Polres Bontang  melalui Satreskoba berhasil menggagalkan peredaran narkoba melalui jasa pengiriman atau yang lebih akrab kita sebut ekspedisi. 

 

Kasus pertama terjadi pada 24 Oktober Tahun lalu. Saat itu dua orang diamankan polisi saat hendak mengirimkan paket sabu seberat 45 Gram ke Bone, Sulawesi Selatan. 

 

Selanjutnya, baru-baru ini tepatnya jumat (8/1/2021) lalu, Polres Bontang mengungkap peredaran ganja. Namun kali ini, tersangka merupakan penadah yang mendapat paket ganja seberat 235 gram yang dikirim dari Medan, Sumatra Utara. 

 

Melihat fenomena itu, Kasat Resnarkoba Polres Bontang Iptu Muhammmad Rakib Rais mengungkapkan, faktor utamanya peredaran melalui jasa pengiriman dikarenakan alat yang kurang memadai. Alat yang dimaksud, yakni pendeteksi barang atau yang dikenal mesin X-Ray.

 

"Sesuai koordinasi dengan para penyedia jasa, memang di Bontang belum ada mesin X-Ray, jadi itu yang dimanfaatkan para pengedar," ujar Iptu Rakib, Senin (11/01/2021) siang. 

 

Iptu Rakib menyebut, para pengedar cenderung memilih ekspedisi secara acak untuk melakukan aksinya. Namun, yang paling berpotensi dipilih yakni ekspedisi yang memiliki pengiriman darat dan laut. 

 

"Kalau lewat udara kan, pasti terdeteksi mesin X-Ray bandara. Makanya mereka cenderung lebih memilih yang mempunyai jalur laut dan darat," ujarnya.

 

Sementara itu, salahsatu penyedia jasa pengiriman yakni J&T yang ditemui media ini, mengakui tidak adanya mesin X-Ray menjadi kekurangan di Bontang. 

 

Supervisor J&T Bontang, Sandi mengungkapkan alat itu, terbilang cukup mahal dan perusahaan belum menyanggupi untuk membeli alat tersebut.  

 

"Iya memang setau saya, belum ada yang punya  mesin X Ray di Bontang. Termasuk tempat saya bekerja ini," ujarnya.

 

Untuk mendeteksi para pengirim barang ilegal, termasuk narkoba. Sandi mengungkapkan petugas hanya menganalisa gelagat pengirim ataupun penerima barang. Jika ada tindakan ataupun ekspresi yang mencurigakan, petugas menyita barang dan membuka untuk memeriksa. 

 

"Kalau memang barangnya ilegal kami tahan dan lansung koordinasi dengan pihak kepolisian," pungkasnya. (*)

 

 

Penulis : M.Safril

Editor  : Umil Surya

Article Lainnya


Penerbangan Perintis Bersubsidi Benua Etam Akhirnya Disetujui

Penerbangan Perintis Bersubsidi Benua Etam Akhirnya Disetujui

PARADASE.id - Usulan Pemprov Kaltim tentang penerbangan Angkutan Udara Perintis Be...

Desa Berprestasi Bakal Diberi Tambahan Bantuan Keuangan dari Pemprov Kaltim

Desa Berprestasi Bakal Diberi Tambahan Bantuan Keuangan dari Pemprov Kaltim

PARADASE.id - Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemberdayaan...

Masuk Daftar Usulan Relawan Vaksin, Dandim 0908 Bontang Nyatakan Siap

Masuk Daftar Usulan Relawan Vaksin, Dandim 0908 Bontang Nyatakan Siap

PARADASE.id - Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Choirul Huda masuk dalam daftar 11 nama yang diusulkan ...

Ketahuan Sembunyikan Sabu, Warga Bontang Selatan Diciduk Polisi

Ketahuan Sembunyikan Sabu, Warga Bontang Selatan Diciduk Polisi

PARADASE.id - Polsek Bontang Selatan berhasil mengungkap kasus peredaran gelap dan penyalah gunaan n...

JELAJAH