Kembali ke Artikel
Kiat Menjual Tanaman Hias Daring Ilustrasi perawatan tanaman hias. (Foto: Shutterstock)
24 Oct/2020

Kiat Menjual Tanaman Hias Daring

24 Oct 2020 Cara (life hacks) Gaya

Oleh: Inui Nurhikmah

 

PARADASE.id - Demam tanaman hias melanda Indonesia lagi. Jika tahun 2008 lalu primadonanya jenis anthurium, maka tahun 2020 ini dirajai oleh monstera. 

 

Pembeda  suasana dulu dan sekarang adalah musim tanaman hias yang lalu diwarnai oleh gegap gempita kegiatan pameran dan ajang borong ke taman bunga. Sementara musim di tahun ini lebih ramai dipamerkan dan dijual-belikan via daring. Tentu ini karena pandemi yang sedang melanda, juga didukung teknologi. Oleh karena itu, mempromosikan barang dagangan melalui media sosial, merupakan langkah jitu, apa lagi didukung foto yang cantik dan caption yang pas.

 

Dieffenbachia seguine usia 3 bulan dan telah dipotkan 2 minggu. (Ist)
Dieffenbachia seguine usia 3 bulan dan telah dipotkan 2 minggu. (Ist)

 

 

Mempresentasikan atau memajang tanaman sedemikian rupa sehingga tampil menarik, sudah sering kita lakukan.  Tapi untuk tujuan agar tanaman mampu ‘menjual diri dengan jujur’, ternyata ada kiatnya.

 

Berikut yang perlu dilakukan saat memfoto tanaman hias untuk tujuan promosi:

 

1.  Tempatkan tanaman hias di dalam pot

Jangan memfoto yang di polybag atau tumbuh di tanah.  Tujuannya, bukan hanya sekadar bagus, tanaman juga akan terlihat berkelas dan pantas dihargai lebih mahal.

Boleh dikecualikan, jika yang dipromosikan adalah tanaman buah atau tanaman keras.

 

2. Gunakan pot yang tidak lebih menyolok dari tanamannya.

Pot yang polos akan lebih baik, atau jika bermotif, warnanya harus serasi dengan daun atau bunga tanaman.

 

3.  Fokuskan pada satu jenis tanaman.

Sebaiknya, satu frame foto, untuk satu jenis tanaman.  Tanaman yang bergerombol dari berbagai jenis, akan membingungkan calon pembeli untuk memutuskan pilihan.

 

4. Bersihkan tanaman.

Cuci bersih, lalu dalam keadaan masih basah, langsung difoto.  Ini akan membuat tanaman terlihat mengilat dan segar.

 

5. Foto tanaman dalam keadaan sealami mungkin.

    Hindari penggunaan filter kamera.  Filter yang mengubah warna foto dari aslinya, berpotensi menuai komplain pembeli, yang menganggap tanaman yang diterima tidak sesuai dengan ilustrasi promosi.

 

6.  Berikan penjelasan yang ringkas dan informatif.

                Yang penting adalah nama tanaman.  Kemudian, apakah dijual dalam pot atau polybag.   Selanjutnya ukuran tanaman.  Informasi lain, boleh ditambahkan akan lebih bagus, misalnya usia tanaman atau syarat tumbuhnya.

 

Ketika demam tanaman hias di tahun 2008 lalu, saya sempat membeli beberapa jenis dieffenbachia.  Awalnya ditanam di pot, tetapi karena semakin besar dan rimbun, akhirnya saya pindah ke tanah.  Beberapa tahun kemudian, saat musimnya berlalu, tanaman hias yang juga dikenal di Indonesia dengan sebutan daun bahagia ini, menjadi gulma -tumbuh liar dan menyemak.  Berulang kali dipangkas, dipotong, dibongkar dan dibuang, tetapi tumbuh lagi dan lagi.

 

Lalu ketika minat masyarakat kembali melonjak terhadap tanaman hias, saya mulai mengambil anakan si dieffen ini.  Saya tanam dalam pot kecil dan saya promosikan via media sosial. Ternyata hasilnya sungguh menggembirakan. Kini saya rajin mencongkel sisa-sisa terakhir dieffen tersebut untuk memenuhi permintaan pembeli.  Satu pot tanaman dengan tinggi sekitar 30 sampai 50 cm tergantung jenisnya, laku 40 hingga 60 ribu rupiah.  Semua dijual via daring, dengan pengantaran menggunakan jasa kurir profesional atau tetangga yang menganggur.

 

Beberapa tanaman lain yang mudah dikembangbiakan dan tidak menuntut perawatan khusus tetapi mempunyai peluang pasar cukup baik, adalah jenis caladium (keladi hias), sansevieria (lidah mertua), suplir dan sirih gading. (*)

Article Lainnya


Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Tiga Rahasia Kelemahan kita Disertai Tips Mengatasinya

Inway # 135 Oleh : Rusmiati Indrayani (Indrayani Indra) Masa perkuliahan semester ...

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

Ratusan Polisi di Bontang Jalani Tes Narkoba Mendadak, Apa Hasilnya?

PARADASE.id - Sebanyak 242 anggota Polres Bontang menjalani tes urin dadakan, sebagai tindak lanjut ...

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

Sudah 150 Nakes Bontang Terpapar Covid-19, Terdesak Kekurangan Personel

PARADASE.id - Sekitar 150 tenaga kesehatan (nakes) di Bontang terkonfirmasi positif selama masa pand...

Mantan Berulah, Pukul Pujaan Hati Karena Tak Dikasih Kata Kunci HP

Mantan Berulah, Pukul Pujaan Hati Karena Tak Dikasih Kata Kunci HP

PARADASE.id - Polres Bontang mengamankan ZN (20 tahun) akibat penganiayaan yang dilakukan kepada puj...

JELAJAH