Kembali ke Artikel
Kiat Melebarkan Hati Sempit di Masa COVID-19 Ilustrasi. (GoogleImage)
18 Nov/2020

Kiat Melebarkan Hati Sempit di Masa COVID-19

18 Nov 2020 Feature

PARADASE.id - Pandemi covid-19 belum ada tanda-tanda akan selesai. Situasi ini sudah berjalan dua semester, dialami oleh bangsa Indonesia dan hampir seluruh bangsa di dunia. Imbasnya memasuki seluruh sendi kehidupan tidak terkecuali dunia pendidikan. 

 

Di Jerman, semua sekolah mengalami penutupan mulai 20 April 2020. Pemerintah negara bagian tersebut telah merekomendasikan sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran online. Di Inggris sekolah-sekolah juga melakukan pembelajaran online. di Korea Selatan, Kementerian Pendidikan setempat menunda awal tahun sekolah sebanyak empat kali, dan sejak itu mereka telah menerapkan pendekatan online. Banyak perguruan tinggi di Cina telah memutuskan untuk membatalkan kelas tatap muka dan menerapkan pembelajaran online untuk keselamatan siswa dan pelaku penyelenggaraan pendidikan (Wang, 2020).

 

Pandemi ini benar-benar telah memberikan “hari libur” sekolah yang berlebihan kepada siswa. Selama dua semester berada di dalam rumah perubahan wajah pendidikan menjadi tidak terelakkan. Pembelajaran konvensional melalui tatap muka diganti dengan pembelajaran jarak jauh yang melibatkan jaringan internet. Pembelajaran mode daring atau  online pun menjadi pilihan. Pembelajaran jarak jauh menurut Hilary Perraton (1988) adalah proses pendidikan dimana proporsi pengajaran yang signifikan dilakukan oleh seseorang pengajar yang terpisah oleh ruang dan atau waktu dari pelajar. 

 

Aplikasi teknologi yang mendukung pembelajaran ini menggunakan WhatsApp dan zoom, google classroom, wibex dan seterusnya sementara ini cukup membantu namun ada banyak keluhan dan ketidakpuasaan terhadap penyelenggaraan pendidikan dengan cara ini. Kendala paling nyata adalah keterbatasan komunikasi yang disebabkan oleh ketidakstabilan jaringan internet. Tidak seperti kegiatan pembelajaran di dalam kelas di mana interaksi antara pengajar dan pembelajar dilakukan dengan leluasa, mode daring mengutamakan interaksi sepihak yang berpusat pada guru sebagai pengajar. Efektivitas kegiatan belajar mengajar ditentukan oleh kesiapan guru dalam mendesain rencana pembelajaran.

 

Dalam survey yang dilakukan penulis kepada mahasiswa semester enam  (VI) PAI jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur, sebanyak 35 % menyatakan kekurangefektivan pembelajaran online. Diantara beberapa keluhan kendala jaringan internet menjadi puncak kesulitan mereka mengikuti proses pembelajaran daring. Sedangkan metode yang tidak bervariasi membuat kegiatan belajar mengajar jadi monoton dan membosankan.

 

Senada dengan penulis, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Handayani terhadap siswa/siswi SMP 4 Bae Kudus (Journal Industrial Engineering & Management Research ), mengemukan sebanyak 38,34 % siswa mengeluhkan ketidakstabilan jaringan internet. Beberapa pendapat yang sering diungkapkan tentang ketidakstabilan jaringan adalah ; keterlambatan bergabung dengan kelas online,  antara suara guru dan bahan ajar tidak serempak dan para siswa terhalang mengikuti kelas ketika jaringan wi-fi tidak terhubung.

Situasi menjadi tidak menyenangkan bagi siswa manakala mengetahui dirinya memiliki kemauan belajar namun terpaksa berada di luar kelas akibat keterbatasan jaringan internet. Tidak banyak yang dapat diusahakan selain menunggu informasi tugas yang didapatkan setelah guru menyelesaikan materi pelajaran.

 

Kita Melapangkan Hati

 

Penyelenggaraan pendidikan tidak boleh terhenti walaupun masa sekarang sedang dihadang  pandemi. Sejumlah keluhan atas ketidakpuasan menjalani siatuasi pembelajaran di masa pandemi berdatangan dari berbagai pihak. Secara kasat mata perubahan dalam wajah pendidikan paling mencolok adalah terjadinya alihfungsi peran guru kepada orangtua. Sekolah menyerahkan pendidikan anak kepada keluarga. Dari lembaga formal kepada lembaga informal padahal sejak anak menginjak bangku sekolah orangtua telah memercayakan pendidikan anaknya kepada guru di sekolah. Guru dengan empat kompetensi yang diwajibkan sesuai tuntutan UUD nomor 14 tahun 2005 yang meliputi kompetensi ; professional, pedagogik, kepribadian dan sosial dinilai mampu mengarahkan anak didik menuju tercapainya tujuan pendidikan yaitu menjadikan anak sebagai seseorang yang berperilaku semakin baik dari hari ke hari.

Namun perubahan yang terjadi akibat covid-19 menyebabkan orangtua harus bekerja keras mendampingi anak-anaknya dalam pembelajaran online. Tanggungjawab pengasuhan anak menjadi tugas tersendiri selain tugas pokok orangtua mencari nafkah keluarga dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Tidak semua orangtua beruntung memiliki pendidikan tinggi dan memahami teknik pembelajaran online. Sehingga beberapa orangtua menggunakan pengaruhnya untuk semacam “memaksa” anaknya mengikuti aturan pembelajaran. Keterbatasan ini menambah daftar panjang bagi orangtua khususnya para ibu yang setiap hari mendampingi kegiatan belajar anak-anaknya.

 

Beberapa cara berikut ini diharapkan dapat mengurangi beban psikologis orangtua dalam proses mendampingi anak selama pembelajaran online.

 

1.      Fokus Pada Kelebihan

Selain mengetahui dan mengalami kekurangan pembelajaran online, di antara sejumlah kekurangan terdapat juga kelebihan pembelajaran online. Para siswa yang berpartisipasi dalam penelitian di atas puas dengan lingkungan pendidikan yang bebas dan nyaman yang ditawarkan oleh pembelajaran jarak jauh. Hasil penelitian menemukan kelebihan pembelajaran online antara lain adalah ; tidak terikat dalam satu tempat. Pembelajaran dapat diakses dari mana saja selama jaringan internet mendukung. Selain itu pembelajar dapat menentukan tempat yang nyaman untuk dirinya dalam mengikuti proses pembelajaran. Karena belajar dilakukan dalam rumah sendiri maka pembelajar tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi ke sekolah. Selain menghemat biaya, belajar yang dilakukan dari rumah cukup efektif. Dengan penyampaian materi yang baik maka tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Menurut Purwanto (2020) keuntungan pembelajaran online adalah waktu tidak terbatas, masih banyak waktu luang, menghemat biaya transportasi. Sementara Bassou dan Mupinga (2007) menyatakan bahwa keuntungan dari pembelajaran online adalah bahwa siswa dapat mengambil kelas dari lokasi mana pun asalkan mereka memiliki akses ke komputer.

 

2.      Mengembangkan Potensi Anak.

Mengacu pada teori belajar konstruktivistik, menurut Suparno (1997:49) secara garis besar prinsip-prinsip konstruktivisme adalah (1) pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara personal maupun secara sosial; (2) pengetahuan tidak dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali dengan keaktifan siswa sendiri untuk bernalar; (3) siswa aktif mengkonstruksi secara terus menerus, sehingga terjadi perubahan konsep menuju ke konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai dengan konsep ilmiah; (4) guru berperan membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus.

Pembelajaran online membuka kesempatan terbuka kepada anak untuk membangun konsep belajarnya sendiri. Dengan kemampuan nalarnya anak dapat menghubung-hubungkan bangunan pengertiannya sesuai materi. Kemampuan menalar membuka  jalan menuju sumber-sumber belajar lebih luas, keaktifan ini memungkinkan anak menemukan ragam pengalaman belajar berbasis lingkungan.

 

3.      Totalitas Keyakinan Kepada Allah Ta’ala

Hidup di masa pandemi menyentak ego manusia paling dasar. Manusia disadarkan akan keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya. Para ahli kesehatan menyatakan selama ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk menangkal penyebaran virus covid-19. Imunitas diri sendiri dipercaya paling ajaib untuk membuat seseorang bertahan menghadapi serangan virus, selain itu pemerintah menekankan pentingnya masyarakat menjaga dan memertahankan pola hidup sehat melalui upaya menjaga jarak fisik ketika bertemu dengan orang lain, mencuci tangan lebih sering dan selalu mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Selain ikhtiar selebihnya faktor takdir dan keyakinan kepada Allah menjadi perisai diri.

Manusia beriman yakin bahwa kekuatan Allah ta’ala menggerakkan setiap kegiatan. Tidak ada sedikitpun daya dan upaya yang ada pada setiap makhluk kecuali dengan IzinNya. Berserah diri maknanya memindahkan rasa keakuan diri kepada zat yang maha terpuji. Segala kemampuan yang dimiliki pribadi tidak berfungsi apa-apa kecuali atas campur tangan Allah SWT. (*)

 

 

Penulis : Rusmiati Indrayani

Article Lainnya


Marak Aksi Pengawasan, Bawaslu Larang Warga Lakukan Penindakan

Marak Aksi Pengawasan, Bawaslu Larang Warga Lakukan Penindakan

PARADASE.id - Tingginya animo masyarakat dalam mengawasi jalannya Pilkada Bontang 2020 dianggap sang...

Weighted Blanket : Cara Baru Menyayangi Diri Sendiri

Weighted Blanket : Cara Baru Menyayangi Diri Sendiri

ada cara baru menyayangi diri sendiri : weighted blanket namanya. dalam situasi pandemi beg...

Survei INDO Barometer: Neni-Joni Unggul 53 Persen, Sebutkan Warga Bontang Puas Kinerja Neni Moerneini

Survei INDO Barometer: Neni-Joni Unggul 53 Persen, Sebutkan Warga Bontang Puas Kinerja Neni Moerneini

PARADASE.id - Lembaga Survei Indonesia (LSI) Indo Barometer (IB) merilis hasil survei elektabilitas ...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Bontang Siapkan 3 Posko Pengamanan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Bontang Siapkan 3 Posko Pengamanan

PARADASE.id - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bonta...

JELAJAH