Kembali ke Artikel
Kelindan Batik Kalimantan Pengerajin batik asal Bontang Abdul Kadir Assseggaf. (Foto:R. Indra)
04 Oct/2019

Kelindan Batik Kalimantan

04 Oct 2019 Feature

PARADASE.ID. Ada berkah juga. Group sebelah geger. Negara Tetangga. Masih se-tanah kita. Gegap gempita. Menglaim : batik milik mereka. Itu tahun 2000-an.

 

Dan melalui tangan UNESCO. Dalam Refresentative List of The Intagible Cultural Heritage of Humanity. Lembaga Dunia itu mengesahkan batik adalah hak milik Indonesia. Eigendom bangsa ini. UNESCO menyetempel  batik jadi warisan budaya dunia.

 

Itu tanggal 02 Oktober 2009. Sejak tanggal tersebut. Indonesia membanggakan batik. Maka setiap 02 Oktober dirayakan sebagai  Hari Batik Nasional.

 

Pemerintah Republik Indonesia gerak cepat. Tidak rela disliding Malaysia lagi. Data Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia tahun 2009 memaparkan ; Terdapat 40.000 unit usaha batik nusantara. Menyerap 800.000 tenaga kerja.

 

Penyebaran batik di 20 Provinsi. Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Lampung, kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur/Madura, DIY, Bali, (Sumber : http://data.kemenkopmk.go.id) Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua, dan Irian Jaya Barat.

 

Lebih separo jumlah provinsi di Indonesia menggelontorkan batik sebagai khazanah kekayaan budaya.

 

Keragaman yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi. Kearifan lokal sarat inisiasi. Setiap daerah menitipkan pesan budaya. Simbol khas mintakat tercipta. Atmosfer merah darah mengaliri tiap inci corak pengerjaannya.

 

Ke-Indonesia-Raya-an hadir melalui motif batik khas tempat mukim. Keragamaan batik distrik Indonesia. Ternyata mengganjar fakta. Motif batik sulit didetek.

 

Beberapa seniman batik, kemudian mengagas pengelompokkan motif-motif batik.  Berdasarkan bentuk geometris setiap motif. Yaitu kelompok dengan ragam hias geometris dan non geometris.

 

Menurut (Sri Soedewi Samsi :2007 :3), batik-batik dengan ragam hias geometris adalah batik dengan dasar berbentuk bangun geometri ;persegi, persegi panjang, lingkaran, segitiga.

 

Sedangkan batik dalam ragam hias non geometris adalah batik dengan unsur yang lebih fleksibel. Menyeritakan nilai-nilai kehidupan dan keadaan alam. Terinsprirasi dari lingkungan sekitar. Koleksi alam. Perbendaharaan ragam flora dan fauna.

 

Batik mengacu pada dua hal. Pertama teknik pewarnaan. Menggunakan “malam” guna mencegah pewarnaan sebagian kain. Dalam literature internasional, batik mengacu teknik ini dikenal dengan wax-resits dyeing.

 

Yang kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut. Termasuk penggunaan motif-motif tertentu. Ciri spesial. Khas (Utomo:2009).

 

Inovasi batik nusantara menggembirakan. Di setiap daerah antusiame menyoretkan karya batik digenjot tidak serampangan. Masing-masing menghadirkan cara berkarya istimewa.

 

Pelatihan batik diadakan dimana-mana. Pemerintah kota didukung swasta menyokong usaha penciptaan batik secara berkenimbungan.

 

Secara histori. Sejarah mengabarkan batik adalah anak kandung bangsa. Suku Jawa mengawalinya. Disusul belakangan oleh suku-suku yang ada di nusantara. Kalimantan berbenah juga. Batik adalah unik.

 

Batik tercipta sejak tahta Majapahit berkuasa. Motif batik juga terlihat pada jejak artefak. Candi maupun arca.

 

Menurut Asti M dan Ambar B Arini (2011:1), seni melukis batik adalah seni menggambar di atas permukaan kain. Kain untuk pakaian yang dikenakan keluarga raja-raja di Indonesia. Pakaian yang menjadi budaya keluarga penguasa

 

Awalnya batik terbatas di lingkungan keraton. Sebagai pakaian raja dan keluarga, serta abdi dalemnya.

 

Kekakuan ini menyebut batik istana sebagai milik dalam “benteng”, limited. Orang di luar pagar keraton terlarang menggunakannya. Inilah yang melatarbelakangi penciptaan batik. Terilhami dari tebalnya tembok kekuasaan raja dan pola tata laku masyarakat.

 

Seriring perkembangan zaman. Kompromi budaya cipta karya batik melahirkan konsepsi batik klasik dan tradisional.  Konsep klasik. Penentuan tingkatan istimewa. Milik absolut raja berkuasa.

 

Sementara di kalangan masyarakat luas. Semampang pegawai kerajaan yang bertempat tinggal di luar pagar keraton,  membawa pengaruh budaya pada masyarakatnya.

 

Budaya membatik meloncat keluar gerbang. Membatik menjadi sebuah kegiatan baru. Memasyarakat.

 

Pembaharuan motif batik rakyat makin kaya. Bervariasi. Dikelilingi keluasan imajinasi.

Batik kian populer. Pakaian tradisional rakyat yang dipakai  jamak manusia di zamannya.

 

Pada awalnya motif batik terbentuk dari rangkaian simbol bermakna. Kental nuansa tradisional Jawa, Islami, Hindu, dan Budhisme.

 

Kearifan sejarah menarik ulur. Motif batik menjelma dalam keragaman yang lebih semesta. Sentuhan budaya Cina dan Eropa modern menyusup juga. Alhamdulillah. Diterima.

 

Batik Kalimantan dalam Kelindan Zaman.

 

Batik Indonesia. Jelmaan kreatifitas tak berbatas. Dalam reka cipta. Goresan makna batik melampaui simbol sejarah dan budaya. Corak yang tertangkap tidak melulu itu-itu. Kaku.

 

Penampilan batik kian bersolek. Pesona membentangkan keindahan  nyata juga maya. Unsur spritual tidak luput di sana. Mereka ada dan berperan serta. Ragam penyusunan pola dikemas seksi. Namun tetap memerhatikan estika dan nilai fisosofi. Makna nan serasi.

 

Diakui. Batik Indonesia berhasil menghibahkan sebuah konsep ”batik” sebagai terminologi dalam bejana besar tekstil dunia.

 

Secara kasat mata, penggunaan batik dewasa ini menyebar dari South Afrika hingga Amerika sudut utara.

 

Penyusunan motif batik adalah sajian seni berselera tinggi. Kemesraan yang dicerabut dari kecakapan seni, cinta pengetahuan dan kerja keras. Amor pada  negeri.

 

Kalimantan Timur. Ibu Kota Baru. Negeri Besar ini. Negara Borneo yang tegak dipayungi roh budaya. Atma nenek moyang. Sukma leluhur bersemanyam di perut Kalimantan. 

 

Batik Kalimantan. Memang bukan yang pertama di belantika seni dunia. Namun  sejak muncul di masing-masing distriknya. Nyawa batik mengembara menyampaikan pesan berantai.

 

Pesan budaya Kalimantan yang menuntut diperhatikan. Batik adalah  “anak” budaya Kalimantan. Setiap pribumi menanggungjawabi tugas maha suci. Berbakti untuk negeri ini.

 

Batik Kalimantan adalah jelmaan paras Suku Dayak, Suku Kutai, Suku Tidung, Suku Melayu, Suku Banjar, Suku Paser, dan Suku Berau. Tujuh etnis asli. Dengan ratusan sub suku  yang belum tersebut satu-satu.

 

Kebesaran budaya yang termaktub dalam batik menyimpulkan gambaran pulau Kalimantan itu sendiri.

 

Sebagai Ibu Kota Negara yang baru. Kalimantan Timur membawahi kota dan kabupaten dengan ragam formula batik yang dihasilkan.

 

Motif batik menggali kearifan lokal. Basis masyarakat setempat menumbuh bersama kehidupan alam Kalimantan.

 

Batik Suku Dayak lebih menonjolkan kehidupan sungai. Filosofi air sungai sebagai sumber kehidupan makhluk.  

 

Selain sungai, Motif batik Suku Dayak Kenyah lebih menonjol dengan tanaman menjalar. Pakis dengan sulur-sulur yang merayap merdeka. Ada batang pakis yang saling mengait. Ada juga corak anggrek hitam, corak mandau, dan corak perisai menjadi ornamen batik Suku Dayak.

 

Ester Mathias seorang anak Suku Dayak Lundayeh Idi Lun Bawang asal Kabupaten Malinau. Kepada media ini Ester membeberkan ; motif batik atau pakaian khas mereka.

 

Suku Dayak Lundayeh adalah suku Dayak tertua. Hampir terlupa. Mayoritas menghuni daerah Mentarang dan Krayan hingga perbatasan Malaysia-Serawak. Corak khas pakaian mereka adalah Guci untuk perempuan dan buaya  untuk kaum lelaki.

 

Secara detail perempuan  dari kabupaten Malinau ini menjelaskan.  Simbol buaya bermakna. “Buaya dipercaya suku kami sebagai nenek moyang,” katanya berapi-api.

 

Buaya lambang keperkasaan anak suku.  Buaya perlambang  setia. Tenang namun sigap bertindak. Buaya lincah membaca keadaan tapi tidak bertindak asal-asalan.

 

Batik Kalimantan menggeliat bak cacing tanah kepanasan. Memunculkan potensi yang dimiliki. Siap beraksi. Meramaikan panggung budaya.

 

Kota  Bontang dalam kreasi motif batik membawa misi kekayaan alam dan lingkungan. Ragam flora dan fauna yang dekat dengan kehidupan orang Bontang. Seperti mangrove (bakau), ikan bawis (ikan laut khas Bontang) dan pakis hutan.

 

Abdul Kadir Assseggaf, penggiat batik khas Bontang mengembangkan bisnis batik sejak tahun 2007. Lepas mengikuti kegiatan pameran dagang di Kuala Lumpur. Aby sapaan  lelaki berdarah Arab ini menjelaskan himpitan budaya yang membuncah dalam dadanya.

 

“Saya ingin Bontang memberi kesan bermakna,” katanya kepada reporter paradase.id. Batik adalah tanda  mata yang langgeng. Batik dapat bertahan bersama waktu.

 

Jika terasi khas Bontang Kuala selesai usai dimakan. Batik Kuntul Perak. Batik khas kota Bontang akan awet lebih lama. Batik menghuni lemari serta ingatan yang dikenangnya.

 

Aby menangkap peluang bisnis manis dari batik Kuntul Perak khas Bontang. Kuntul Perak adalah jenis burung berkaki jenjang. Hidup di rawa-rawa. Burung yang jadi maskot kota Bontang.

 

Dalam perjalanan bisnisnya mengembangkan  batik. Inovasi mengambil tempat dekat. Kreasi dan kebaruan corak digali mengandalkan kearifan lokal Bontang.  “Batik Bontang telah mendapat pengakuan hak merk,” kata Aby.

 

Dan pada Oktober 2019 ini. Dirinya akan menerima pengakuan SNI untuk produk Batik Bontang yang dikelolanya. Batik Bontang telah lulus uji warna dalam uji kelunturan bahan di bawah sinar Ultra Violet.

 

Batik  lain produk Kalimantan adalah batik Balikpapan. Rumah Vi salah satu pengelola batik lokal Balikpapan. Mewakili Balikpapan memamerkan produk batik dalam pemaren dagang yang di gelar di New York 20018.

 

Balikpapan  memiliki batik Shaho, dan batik Ampiek. Ragam corak batik terinspirasi dari koleksi alam seperti beruang madu, bunga karamunting, dan dogung. Dagng. Satwa langka yang hidup di hutan Balikpapan. Jumlahnya sekira 1000 ekor.

 

Bergeser ke Kutai Timur. Kota yang ber-Ibu Kota Sangatta ini memiliki batik Wakaroros. Seperti dilansir dari berbagai media, batik bumi Kutai Timur telah dipamerkan dalam ajang Indonesia Fashion Week 2019 dan New York Fashion Week Amerika Serikat 2019.

 

Motif wakaroros Kutim terinspirasi dari buah manggis, kayu ulin, motif pakis, kelubut, burung mbui, dan beringin duduk.

 

Sedangkan batik Berau memiliki motif yang mengekspose penyu hijau. Batik Berau diperkenalkan pada masyarakat sejak tahun 2010.

 

Awalnya Berau memiliki batik Cawul dengan motif busak kangkung. Inovasi corak melahirkan motif rutun. Batik rutun. Rutun adalah jenis tanaman pakis lokal berdaun halus dengan tekstur sehalus sutera. Sementara di Kalimantan Bagian Selatan Urang Banjar memunyai batik  Sasirangan.

 

Cikal batik sasirangan telah terdengar sejak Empu Jatmika bertahta di Geta Negara Dipa. Saat melakukan semedi di hulu sungai. Akhir tapanya dikejutkan kemunculan segumpal buih. Dari buih itulah legenda putri junjung buih. Ratu Negara Dipa bermuasal.

 

Empu Jatmika memerintahkan pengrajin membuat 40 motif batik demi menyambut sang Putri.  Sasirangan awalnya digunakan sebagai   sarana pengobatan. Seperti lazimnya batik Kalimantan. Motif sasirangan terinspirasi dari kekayaan alam flora dan fauna tanah Banjar. Ada formula semampang dara menginang, gigi haruan, kambang jaruju, dan bunga kangkung.

 

Batik Kalimantan. Selalu terhubung dengan alam. Baik nyata juga maya. Nilai spritual, makna filosofi kehidupan dengan mudah ditemukan dalam ragam motifnya. Kearifan lokal batik membumi.

 

Meskipun kaya gagasan dan imajinasi. Faktanya. Pengerjaan batik lokal Kalimantan belum Pabrikasi. Belum menyasar massal dan menyeluruh. Selain selera—tentu saja— harga masih jadi kendala. (***)

 

Reporter          :R. Indra

Penulis             :R. Indra

Editor              :Akbar

 

 

Article Lainnya


Komisi III Janji Anggarkan  Perbaikan Hotel Grand  Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

Komisi III Janji Anggarkan Perbaikan Hotel Grand Mutiara Bontang yang Terancam Runtuh

PARADASE.id - Komisi III DPRD Bontang menggelar sidak di kawasan Hotel Grand Mutiara, pada Sel...

Bakhtiar Wakkang Ajak Konstituen Dukung Vaksinasi Covid-19

Bakhtiar Wakkang Ajak Konstituen Dukung Vaksinasi Covid-19

PARADASE.id - Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menjadi salahsatu penerima...

22 Desa di Kaltim Diusulkan Masuk Program Desa Wisata Nasional

22 Desa di Kaltim Diusulkan Masuk Program Desa Wisata Nasional

PARADASE.id - Pemprov Kaltim mengusulkan 22 desa wisata masuk dalam Program Pengembangan Desa Wisata...

Warga Kurang Mampu Diusulkan Masuk Prioritas Vaksin di Bontang

Warga Kurang Mampu Diusulkan Masuk Prioritas Vaksin di Bontang

PARADASE.id - Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal mendorong pemerintah untuk memasukkan warga kur...

JELAJAH