Kembali ke Artikel
Kejandaan Itu Bukan Kriminal gambar oleh Ray Hennessy dalam Unsplash
11 Oct/2020

Kejandaan Itu Bukan Kriminal

wanita, makhluk indah yang sering dipuja tapi sering disakiti. lebih khusus lagi, berbicara tentang wanita yang gagal berumah tangga. ya janda. Itu kasarnya. kata atau status yang rasanya maksiat bagi masyarakat kita. vulgar, membuat dahi berkerut, tak pantas. 

 

tapi kalau duda berbeda. itulah realita.

 

mendengar kata janda pasti ada saja beberapa yang bermuka masam.  kata itu bagi mereka yang saat ini sudah menikah akan mengucapkan kalimat “naudzubillah min dzalik” untuk menunjukkan betapa mereka tak ingin menjadi salah seorang dari penyandang kata tersebut di dunia. sebagian yang lain, yang single tapi sudah lumayan matang usia, mengernyitkan hidung dan berkata “alhamdulillah meski saya belum juga laku, minimum saya tidak jadi janda”. 

 

sementara untuk para lelaki, kata itu seolah jadi sasaran empuk. entah dengan niat hendak melindungi, atau hendak iseng saja. kata janda membuat lelaki ingin mendekati, merasakan sensasi, memberikan kebahagiaan sesaat, janji - janji semu, modus, lalu akhirnya ditinggalkan. 

 

Seolah-olah janda adalah makhluk kuat yang tak akan tersakiti meski diiming imingi janji manis lalu ditinggal pergi. 

 

Bagi wanita-wanita lain, bertemu janda membuat mereka mengencangkan ikatan ke suami - suaminya. Seolah janda adalah makhluk binal yang siap menerkam siapapun makhluk yang bernama laki-laki. Seakan kuda pun diberi topeng mirip laki laki akan dikejar oleh seorang janda. Kata-kata “gatal”, “murahan” selalu dialamatkan pada predikat janda. 

 

Siapa itu Janda ?

 

mereka adalah wanita-wanita yang kehilangan pernikahannya (karena satu dan lain hal) lalu berakhir dengan perpisahan. dalam bahasa Inggris, janda yang berpisah hidup dengan suaminya disebut sebagai “divorced” sedangkan yang janda karena suaminya meninggal disebut sebagai “widowed” {{428 Allen, Douglas W 1992}} dalam publikasi berjudul Marriage and divorce: Comment. The American Economic Review, 82(3), 679-685.

 

tatanan sosial kita di Indonesia masih menaruh hormat pada “widowed” tapi memandang sebelah mata pada mereka yang “divorced”. Padahal, hendak diapakan pun si janda ini juga tak ingin takdir hidupnya pahit seperti itu. Siapa pula yang hendak menikah lalu berpisah ? 

 

belum lagi, jika ia menjanda karena korban perselingkuhan. Atau karena ia menolak untuk dipoligami. Rasanya tidak adil jika social judgement membuat mereka terkucil, tersisih, hingga akhirnya berkumpul dengan orang-orang salah yang akan menggiring mereka lebih jauh ke arah yang salah. Bisa kita lihat dari  mereka yang berpisah dan akhirnya buka jilbab, gonta - ganti laki - laki, jadi istri simpanan, berakhir dengan narkoba, minum atau hal buruk lainnya. Menyedihkan.

 

Kepedihan Hidup Tak Terperi

 

Bagi si janda sendiri, kepedihan hidup kadang membuat mereka oleng. Mereka bisa berubah menjadi pahit, kasar, tak percaya lagi dengan cinta. Beberapa menyalahkan Tuhan atas takdir yang menimpa mereka. beberapa yang lain frustasi hingga lari ke hal yang salah. Pergi ke suatu bar, pesan minuman yang tak pernah disentuh sebelumnya, memberikan excuse ke diri sendiri bahwa ia perlu sesuatu yang membuatnya nyaman, bertemu orang yang salah, entah berakhir dengan dimanfaatkan atau akhirnya terjerumus ke narkoba. miris. 

 

Bagi yang lain, mungkin akhirnya si janda berakhir jadi istri simpanan hanya demi materi. Atau akhirnya terjerumus ke prostitusi hanya demi ekonomi. Sebegitu dahsyatnya hantaman hidup yang bernama pecahnya sebuah rumah tangga. Belum lagi cap sosial yang dialamatkan masyarakat pada mereka. 

 

Menjadi Janda Bukan Aib, Ia Hanya Takdir Menyakitkan

 

perlu kita ketahui, social judgement itu sangat - sangat powerful dalam menggiring pola berpikir manusia {{429 Innes-Ker, Åse 2002}} dalam publikasi berjudul Emotion concepts and emotional states in social judgment and categorization. Journal of Personality and Social Psychology,83(4),804 mengatakan jika ada orang yang masih belum yakin akan integritasnya lalu anda berkata “kamu maling” terus menerus, suatu saat ia akan menerima persepsi itu lalu akhirnya berakhir menjadi maling. 

 

jadi, adalah penting saat rumah tangga seseorang porak poranda, ia harus terus menanamkan persepsi dalam dirinya “I am not a bad person, this is just a bad luck”. Ia harus terus menanamkan pikiran itu dalam dirinya, semata - mata agar ia tidak terjerumus ke hal yang salah lalu menjadi orang yang salah. 

 

Meskipun social judgement terus menggempur dan berkata bahwa ia janda, wanita gagal, wanita yang berpotensi merusak rumah tangga orang lain, si janda harus terus - menerus meyakinkan dirinya bahwa ia bukan orang jahat. Ia akan terus berusaha jadi orang baik meskipun lingkungan terus mendiskreditkan dirinya sebagai orang gagal. Berat, tentu saja, apalagi jika terus dianggap demikian. Tapi bukan tidak mungkin.

 

Satu hal yang harus digaris bawahi disini saat seseorang ditakdirkan menjadi janda adalah : Jangan pergi ke tempat tempat salah. Pergilah menuju ilmu, pendidikan. menjadi janda justru sebuah kesempatan untuk menerbangkan mimpi setinggi langit, merubah kesulitan hidup menjadi keberhasilan. Bertransformasilah. Jangan jadi janda “powerless” yang hanya mengandalkan laki-laki dengan janji-janji kosongnya untuk meningkatkan ekonomi. 

 

menjadi janda itu tidak mudah. Bagi Anda yang awalnya sangat tergantung pada pendapatan suami, tiba-tiba Anda harus mengandalkan diri sendiri. Tapi bukan berarti harus mengemis pada laki-laki lalu berakhir dengan kepasrahan saat dijadikan istri simpanan dengan kalimat “yah, saya sudah janda ini”. salah ! menjadi janda adalah awal kebangkitan dari mimpi rumah tangga yang runtuh.

 

menjadi janda bukan akhir dari segalanya. ini adalah awal dari kisah baru yang manis. kisah percintaan anda dengan diri anda sendiri. untuk lebih mengenal siapa anda dan apa yang anda inginkan dalam hidup. hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dalam pernikahan palsu hanya demi status. jangan buka jilbab anda. jika saat ini anda berjilbab. Jangan minum, jangan ke bar. masih banyak hal positif lain yang bisa dilakukan seorang janda. Sekolah lah, tuntutlah ilmu, berbisnis, melakukan pekerjaan sosial, jauhi orang - orang yang salah. Anda masih bisa bertransformasi. Percayalah.

 

para janda harus merubah image mereka. mereka bukan wanita gatal yang kerjaannya menggoda suami orang. mereka adalah wanita terhormat, berpendidikan, bermartabat, kuat secara finansial. mereka mungkin tidak kaya, tapi juga tak akan mengemis di kaki laki-laki. bagi para janda yang setelah berpisah terus disakiti oleh mantan suami, tunjukkan bahwa anda bukan anda yang dulu lagi. anda telah tumbuh jadi wanita berpendidikan, tahu cara menghargai diri sendiri. dan jika pun anda harus berakhir sendiri dalam hidup ini, anda tak takut lagi.

 

Empower “Janda” Through Education : Sebuah Mimpi

 

kasihan sekali mereka yang sudah janda, dikucilkan, disalahkan, tak punya uang, tak berpendidikan dan akhirnya bertemu mereka yang salah lalu menjerumuskan. ada keinginan untuk mereka yang ditakdirkan kurang beruntung dalam pernikahan, agar tak merasa sendiri dan berakhir menjadi orang yang salah atau berbuat salah. para janda harus diberdayakan. dan caranya adalah dengan pendidikan. pendidikan agama, hukum, psikologi, finansial.

 

tentu tak mudah tetap berpikir waras saat badai perpisahan melanda para janda. karena itulah, para janda harus memiliki wadah yang memberikan dukungan saat mereka didera kepedihan hidup. para janda harus diberdayakan melalui pendidikan. mereka yang oleng, harus menemukan dukungan pada saat tergelap dalam hidup mereka. mereka harus menemukan wadah yang menaungi mereka untuk sementara, sebelum sayap mereka kuat untuk terbang tinggi. wadah yang melindungi mereka dari orang-orang jahat yang berusaha memanfaatkan mereka. Wadah yang akan menghindarkan mereka dari bar, narkoba, seks bebas dan laki - laki hidung belang. 

 

sebuah wadah cita - cita. meraih para janda di luar sana lalu memberdayakan mereka melalui pendidikan. yang tidak tahu bahwa ada beasiswa, harus diberi jalan agar bisa melamar. yang tidak tahu cara berbisinis, harus diberi jalan agar mereka punya kegiatan dan kemandirian finansial. yang hendak mendekatkan diri pada agama, harus dinaungi dan dikuatkan bahwa ini adalah bagian dari takdir tuhan. yang tak tahu strategi hukum apa yang harus mereka ambil dalam menghadapi mantan suami dan perseteruan yang akan terjadi, harus disiapkan mental dan psikologinya. plus bantuan hukum yang diperlukan. yang sudah selesai perceraiannya harus diedukasi bahwa akan ada banyak lelaki hidung belang yang mulai mendekati dan mereka harus tahu bagaimana mengidentifikasi dan menghindari mereka. 

 

harapan besarnya, para janda di luar sana tidak lagi jadi warga kelas dua. terkucil, tersisih dengan berbagai predikat sosial. lalu akhirnya memilih berkumpul dengan orang yang salah yang bersedia menerima mereka namun akhirnya menjerumuskan. mereka harus diberdayakan. mereka harus diberi kesempatan. mereka sama saja dengan wanita lain. bahkan jauh lebih rapuh. mereka harus diedukasi bahwa mereka bukan hanya janda. mereka adalah calon wanita tangguh yang mandiri secara finansial, intelektual dan mental. sudah saatnya para janda memiliki wadah agar mereka tak merasa sendirian. agar mereka paham bahwa ada banyak orang lain yang bernasib sama dengan mereka dan selalu ada jalan untuk merubah takdir ini menjadi lebih manis. menjadi janda tidak harus menjadi kiamat. tapi menjadi janda bisa jadi awal kisah manis selanjutnya.

 

untuk mewujudkan ini, tentu tidak mudah. perlu dukungan banyak pihak. perlu ahli hukum, edukator, psikolog, ustadzah yang siap bergabung dan mendedikasikan dirinya untuk menolong para wanita yang dikucilkan ini. dalam naungan wadah terintegrasi dengan berbagai profesi ahli. semoga. 

 

 

Penulis : Nurul Kasyfita

Editor : Umil Surya

Seri : Diary Of Auckland

tulisan ini pernah diunggah pada blog pribadi penulis pada 9 Oktober 2016 : the-solitaire-queen (dot) blogspot (dot) com

Article Lainnya


Pengalaman Berlayar Menumpang Kapal Pesiar

Pengalaman Berlayar Menumpang Kapal Pesiar

kia ora ! waktu ke Samarinda di April 2019 kami ingin sekali naik Kapal Pesut Mahakam. namu...

Diary of Auckland : Meet The Heroine

Diary of Auckland : Meet The Heroine

Menjadi berbeda pun, Tuhan beri jalannya.... Nun jauh di negeri kiwi sana. seseorang mengan...

Produta Dipusaran Defisit hingga Bencana Covid

Produta Dipusaran Defisit hingga Bencana Covid

PARADASE.id. Di awal kepimpinannya, 2016, Neni Moerniaeni sebagai Wali Kota Bontang, langsung dihant...

Cerita Eks Pasien Positif Covid-19: Perjuangan Tim Medis Luar Biasa, Dukungan Moril Jadi Obat Utama

Cerita Eks Pasien Positif Covid-19: Perjuangan Tim Medis Luar Biasa, Dukungan Moril Jadi Obat Utama

PARADASE.ID. Bahagia, lega dan bersyukur kini tengah dirasakan Arniwati. Betapa tidak, setel...

JELAJAH