Kembali ke Artikel
Kaltim Promosikan Investasi Non Migas pada Investor India Perajin membuat kerajinan berbahan rotan di salah satu industri rumahan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/1/2020). Hasil kerajinan berbahan rotan tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah di Sulawesil dengan harga Rp10 ribu - Rp500 ribu per buah tergantung jenis dan ukurannya. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/ama.
31 Jul/2020

Kaltim Promosikan Investasi Non Migas pada Investor India

PARADASE.id -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menawarkan peluang usaha dan investasi bagi investor asal India khususnya dalam pengembangan sektor non minyak dan gas (migas).

Pejabat Sekprov Kaltim HM Sa'bani di Samarinda, Kamis (30/7/2020), mengatakan peluang ini ditawarkan mengingat sektor usaha itu punya potensi besar di Kaltim dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya negara.

"Secara umum dari perkembangan ekspor perdagangan kita ke berbagai negara, ternyata India merupakan negara kedua terbesar di dunia yang terus menerima ekspor produk non migas dari Kaltim. Dengan produk kelapa sawit," kata Sa'bani.

Sa'bani ikut hadir dan mengikuti webinar "Optimalisasi Potensi Daerah Memasuki Pasar Global Memanfaatkan Peluang Pasar India" yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai.

 Dalam kesempatan itu, ia menawarkan produk-produk non migas dan non batu bara yang dimiliki Kaltim kepada pengusaha atau eksportir India. Misalnya, produk kerajinan dan olahan dari sektor pertanian dan perkebunan, juga produk olahan dari rotan.

"Kita harap bisa masuk dalam peluang pasar tersebut. Sehingga tak hanya tergantung lagi dengan komoditi batu bara dan sawit. Bahkan, kita memiliki obyek wisata yang menjanjikan. Mulai Kepulauan Derawan hingga Maratua diyakini mampu menarik potensi masuknya investasi dari eksportir India," jelasnya.

Ia memastikan pemerintah daerah akan berupaya untuk meraih peluang pasar dari India dengan meningkatkan infrastruktur di obyek wisata dan kualitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Sementara itu,

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menegaskan pemerintah siap membantu daerah yang memiliki komitmen dalam perdagangan, investasi maupun pariwisata, termasuk kerja sama dengan India.

 

Webinar dihadiri Dubes LBPP RI Untuk India Arto Suryodipuro, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi, Kadisperindagkop dan UMKM H Fuad Assadin, Kadis Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni dan Karo Ekonomi H Nazrin. (*)




Editor : Umil Surya
Sumber Media Indonesia


Article Lainnya


Usai Diresmikan, Pasar Tamrin Dievaluasi Selama 90 Hari

Usai Diresmikan, Pasar Tamrin Dievaluasi Selama 90 Hari

PARADASE.id – Dinas Koperasi, Usaha, Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang akan...

Operasi Patuh Mahakam 2020 Temukan 236 Pengendara Pelanggar Lalu Lintas

Operasi Patuh Mahakam 2020 Temukan 236 Pengendara Pelanggar Lalu Lintas

PARADASE.id – Tak kurang 236 pengendara mendapatkan penindakan dalam Operasi Patuh Mahakam 202...

Boleh Buka Sekolah, Berikut Daftar Wilayah Zona Kuning

Boleh Buka Sekolah, Berikut Daftar Wilayah Zona Kuning

PARADASE.id - Alasan dibalik rencana pemerintah untuk membuka kembali kegiatan sekolah tatap muka se...

Enam Pusat Pelayanan Publik Baru bagi Warga Bontang

Enam Pusat Pelayanan Publik Baru bagi Warga Bontang

PARADASE.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meresmikan enam bangunan fasilitas pelayanan publik d...

JELAJAH