Kembali ke Artikel
Kafe Dakwah
25 Sep/2021

Kafe Dakwah

25 Sep 2021 In Way

Inway #156

 

Oleh : Rusmiati Indrayani

 

Martapura kota intan

kilauan intan cahaya mutu

Wabah corona menjeda kegiatan pengajian

Alhamdulillah di kafe dakwah kita bertemu.

 

Kafe dakwah (tayang di PKTV) adalah program teranyar saya. Program ini ada berdasarkan beberapa  pertimbangan  antara lain. 

 

Satu : PPKM Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat.

Fakta ini, siapapun tidak ada yang bisa menyangkal. Penularan wabah yang berlangsung sepanjang kurun dua tahun ikut menjeda kegiatan pengajian ibu-ibu secara aktual. Sekalipun tidak dapat melakukan kegiatan tatap muka, ternyata model dalam jaringan (daring) atau online yang diterapkan dalam sistem persekolahan dapat diadopsi untuk melaksanakan kegiatan keagamaan berbasis masyarakat ini. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara; peserta berada di rumah masing-masing. Beberapa kegiatan seperti rapat koordinasi pengurus, pembacaan yasin dan tahlil hingga tausiah oleh ustadz dilangsungkan sebagaimana mestinya. Bedanya hanyalah semua kegiatan dikendalikan oleh aplikasi berbasis internet.

 

Dua. Minimnya sumber daya manusia dalam menjalankan profesi ini.

Dalam sebuah kegiatan pengajian, tokoh sentral yang ditunggu nasehatnya adalah seorang dai/daiyah. Di sini peranan mereka setara dengan guru yang mengajarkan ilmu. Di dalam kehidupan nyata, semua ucapan dan tindakannya menjadi teladan. Guru adalah pribadi yang layak digugu dan ditiru. Secara formal sebutan guru melekat kepada para pendidik di satuan persekolahan dari jenjang dasar hingga level perguruan tinggi. Identitas mereka sah dengan legalitas ijazah. Guna menjalankan tugasnya sebagai tenaga professional dibidang pendidikan, para guru ini disyaratkan memiliki empat kemampuan (kompetensi) dasar, yaitu kompetensi pedagogik (pendidikan), kompetensi sosial, kompetensi, kepribadian, dan kompetensi professional. 

 

Dai/daiyah atau orang yang menyampaikan dakwah islam, masih satu akar dengan profesi guru. Sebutan untuk penyampai pesan-pesan keagamaan ini kita kenal dengan dai, ustadz, penceramah, atau mubaligh. Nama ini mengacu pada kegiatan mereka yang menjadi praktisi dakwah masyarakat.  Untuk menjalankan tugas keummatan seorang guru yang bergerak dalam aktivitas dakwah masyarakat diharuskan memiliki penguasaan materi atau keilmuan di bidang keagamaan, seperti akidah tauhid, syariat atau fiqih, maupun akhlak atau tasawuf. Mereka yang dengan latar pendidikan agama dan keilmuan pesantren memiliki peluang terbuka untuk mengisi ruang yang dibutuhkan . Faktanya adalah anggota sebuah kelompok pengajian didominasi kaum ibu namun yang mengisi materi atau penceramahnya adalah kaum lelaki. Ini tidak salah karena mereka mampu.

 

Namun di zaman yang semakin longgar dengan peran gender, kemampuan laki-laki dan perempuan berimbang. Termasuk dalam perkara menyampaikan pesan agama di hadapan jamaah kaumnya. Seorang perempuan dengan pengetahuan keagamaan yang dimiliki, ditambah dengan penguasaan komunikasi massa (publik speaking) seharusnya dapat mengambil peran dalam menjalankankan tugas keummatan. Masalah-masalah dalam pembahasan fiqih wanita lebih mengena disampaikan oleh wanita, di sana mereka bisa bicara secara terbuka tentang “barang” milik sendiri. 

 

Sejarah islam mencatat harumnya nama pendidik agama pertama di kalangan wanita. Beliau adalah Sayyidati atau Siti Aisyah RA. Istri Rasulullah saw. Bisa jadi salah satu hikmah beliau menjanda di usia muda (Beliau ditinggal nabi wafat saat berusia 19 tahun dan meninggal sekira usia 65 tahun) adalah menunaikan tugasnya untuk mendidik kaum wanita. Rentang kesendirian beliau manfaatkan untuk membekali kaumnya dengan ilmu agama. Tentu saja ketika seorang Aisyah yang mengajar, siapapun muridnya tidak akan sangsi dengan kebenaran pesan agama yang dibawanya. Beliau banyak sekali meriwayatkan hadist yang didengar langsung dari suaminya sendiri, Baginda Nabi. 

 

Melalui tulisan ini, saya mengajak kita para kaum ibu yang memiliki kemampuan keilmuan dan sedikit publik speaking untuk bergabung mendukung program kafe dakwah. 

 

Kafe dakwah adalah sebuah program semacam talkshow. Dipandu oleh seorang host dengan satu nara sumber yaitu Daiyah. Program ini khusus diisi oleh praktisi dakwah dari kalangan perempuan (Daiyah). 

 

 

Ist
Ist

 

Rekaman program (taping) akan ditayangkan di televisi lokal (PKTV Bontang) setiap Ahad pukul 14.00-15. Adapun pengisi acara terdiri dari group rebana dan jamaah yang menjadi audience. (mereka datang dari kelompok majelis ta’lim yang ada di seluruh kota Bontang). Topik yang dibahas seputar pendidikan akhlak keluarga dengan tema besar “Kuat Berasal Dari Rumah.” Sedangkan pemateri dalam program ini didukung oleh Forum Daiyah Kota Bontang.  Pemateri berasal berbagai latar belakang keilmuan yang memiliki satu persepsi “Menguatkan Peran Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan Pertama dan Utama.”

 

Dari dua alasan kelahiran program dakwah bil media (kafe dakwah PKTV), saya berharap alasan pertama yaitu wabah korona segera berlalu. Selanjutnya pasca wabah, saya bersama pengurus Forum Daiyah Kota Bontang akan mendesain pelatihan dan pembinaan kader daiyah secara berkelanjutan. Model ini akan memberikan teori (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) serta menyedikan media sebagai alat pelatihan. Sedangkan fokus pelatihan untuk host adalah membentuk kepribadian dan mengasah keterampilan publik speaking.

 

Demi terlaksananya pendidikan berbasis komunitas ini, Forum Daiyah Kota Bontang sebagai pengagas kegiatan akan menjalin kerjasama dan dukungan berbagai pihak baik dari pemerintah kota maupun perusahaan swasta, dan lembaga dakwah serupa. Dengan sinergi yang mustahil menjadi mungkin, dengan sinergi yang mungkin dapat terialisasi.

Article Lainnya


Diskominfo Bontang: Ada Warga yang Menolak Pemasangan WiFi Gratis

Diskominfo Bontang: Ada Warga yang Menolak Pemasangan WiFi Gratis

PARADASE.id - Kepala Bidang Penyelenggaraan e-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominf...

Penanganan RTLH di Kaltim Capai 15.072 Unit

Penanganan RTLH di Kaltim Capai 15.072 Unit

PARADASE.id - Gubernur Kaltim Isran Noor, menyerahkan bantuan program Rumah Layak Huni (RLH) melalui...

Tema Kafe Dakwah

Tema Kafe Dakwah

Inway#159 Oleh : Rusmiati Indrayani Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra p...

Asik Main, Seorang Anak di  Kampung Mandar Lok Tuan Diserang Buaya

Asik Main, Seorang Anak di Kampung Mandar Lok Tuan Diserang Buaya

PARADASE.id - Buaya di Kampung Mandar Kelurahan Lok Tuan kembali berulah. Bocah berusia 6 tahun yang...

JELAJAH