Kembali ke Artikel
Kacamata tak Bisa Sembuhkan Minus Ilustrasi (FOTO:Int)
27 Aug/2019

Kacamata tak Bisa Sembuhkan Minus

PARADASE.ID. Bila dikatakan buku adalah jendela dunia, maka lebih tepatnya matalah yang membuka jendela itu.

 

Tahukah Anda, otak manusia memperoleh hampir 83 persen informasi melalui indera penglihatan?

 

Hanya saja tidak semua orang memiliki penglihatan yang baik karena beberapa kelainan penglihatan seperti minus, plus, silinder.

 

Untuk memperbaiki hal ini, banyak orang lantas berupaya dengan memakai kacamata, lensa kontak dan makan wortel.

 

Namun, benarkah cara-cara ini efektif mengobati pengelihatan agar tidak minus, plus atau silinder lagi?

 

Menjawab hal tersebut, Direktur JEC Lasik Center, Dr Setiyo Budi Riyanto SpM (K) menyatakan bahwa kacamata sesungguhnya tidak menjamin daya penglihatan akan lebih baik.

 

"Ada banyak kasus (di mana) menggunakan kacamata malah meningkatkan minus, plus ataupun silindernya mereka," kata Setiyo dalam acara Small Group Interview - CoZi Lasik di Jakarta, Rabu (14/8).

 

Kacamata difungsikan untuk menjadi tameng agar benda asing tidak masuk ke mata.

 

Selain itu, meskipun kacamata yang digunakan telah disesuaikan dengan penyakit yang diderita.

 

tetapi ini hanya sementara sebelum akhirnya lensa harus diganti lagi karena kelainan penglihatan meningkat.

 

Sama halnya dengan mengonsumsi wortel yang memiliki kandungan vitamin A tinggi dan disebut baik untuk mata.

 

Mau Anda mengkonsumsi wortel satu kilogram sehari juga enggak begitu ngaruh.

 

Sifatnya untuk menjaga mata Anda saja tapi tidak untuk menyembuhkan.

 

"karena kelainan penglihatan itu pengaruh anatomi mata yang tidak sesuai," ujar Setiyo.

 

Dia berkata bahwa boleh saja Anda banyak mengkonsumsi wortel.

 

Tetapi penanganan yang tepat untuk mata Anda haruslah dikonsultasikan dengan dokter ahli mata terlebih dahulu.

 

Sebab, ada banyak persoalan anatomi pada mata yang bisa menjadi penyebab kelainan penglihatan terjadi.

 

Terkait lensa kontak, Setiyo mengingatkan untuk lebih berhati-hati.

 

Mau pake kontak lensa itu harus periksa dulu, berapa kadar airnya mata Anda? Barulah disesuaikan lensa kontaknya.

 

Bukan asal pakai (atau) asal ada warnanya saja.

 

Banyak (yang) gara-gara (pakai) lensa kontak sembarangan malah sakit dan meradang matanya," ujarnya.

 

Cara efektif menyembuhkan mata minus Untungnya, Anda tidak perlu menyerah dalam memperbaiki pengelihatan.

 

Pada saat ini, dunia ilmiah telah menemukan teknologi lasik atau laser untuk memperbaiki berbagai kelainan mata.

 

Salah satunya adalah CoZi Lasik yang diperkenalkan oleh JEC Lasik Center.

 

Setiyo menjelaskan bahwa pada saat ini, prosedur lasik sudah jauh lebih mudah dan cepat.

 

Prosedurnya hanya berlangsung dalam hitungan detik dan tanpa rasa sakit.

 

Namun, tidak semua orang bisa menjalani prosedur ini.

 

Kandidat pasien yang boleh menjalaninya adalah yang sudah berusia 18 tahun ke atas dengan kondisi kelainan mata yang tidak terlalu serius.

 

Prosedur ini bisa mengoreksi minus sampai dengan S-14.00, silinder sampai C-5.00 dan plus S+4.00.

 

Ketebalan kornea mata juga harus sesuai dengan standar yang dilakukan.

 

Sementara itu, prosedur ini tidak diperbolehkan untuk wanita menyusui dan ibu hamil.

 

Lalu jika pasien adalah seorang pengguna lensa kontak.

 

maka dia tidak boleh menggunakan lensa kontak yang model soft selama 14 hari berturut-turut dan yang model hard selama 30 hari berturut-turut sebelum tindakan lasik.

 

Setiyo melanjutkan bahwa lasik memang bisa membantu pasien untuk tidak menggunakan kacamata kembali ke depannya.

 

amun, pasien harus terus melakukan check up, serta menghindari kontak langsung mata dengan air atau benda asing lainnya minimal tiga hari paska lasik dilakukan.

 

"Jika tidak, bisa jadi Anda akan melakukan lasik untuk berikutnya dan seterusnya hingga tuntas selama ketebalan kornea mata Anda masih dalam kategori target," ujarnya. (***)

 

 

Penulis                                 :Zuajie

Editor                                    :Akbar

Sumber                                :tribunnews

Article Lainnya


Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Paradase.id - Penanganan banjir menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang. Salah satu upaya yang dilaku...

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Paradase.id - Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2021 di posisi ketiga klasemen medali. Berdas...

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Paradase.id - Wali Kota Bontang Basri Rase menghadiri sekaligus meresmikan peluncuran mobil AmbulanM...

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Paradase.id - Medali perunggu diraih oleh Putty Insavilla Armein, Sharon Adelina L Santoso, Shinta C...

JELAJAH