Kembali ke Artikel
Jawab Keluhan Pengarajin Batik Lokal, Diskop-UKMP  Bontang Dorong Peningkatan Kualitas Kepala Diskop-UKMP Bontang Asdar Ibrahim. (M.Safril/Paradase.id)
05 Oct/2021

Jawab Keluhan Pengarajin Batik Lokal, Diskop-UKMP Bontang Dorong Peningkatan Kualitas

PARADASE.id - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang menjawab keluhan pengrajin batik tulis dengan tidak adanya ketetapan nilai batik lokal. 

 

Kepala Diskop-UKMP Bontang Asdar Ibrahim, mengatakan harga acuan batik lokal memang tak bisa untuk ditetapkan. Lantaran di Bontang tidak hanya satu jenis  maupun kesamaan kualitas yang dibuat oleh para pengrajin. 

 

Saat ini Batik lokal Bontang memiliki sembilan jenis yang telah mempunyai hak paten. Diantaranya, Batik Kuntul Perak, Beras Basah, Mutiara Kalimantan, Batik Etam, Batik Cantik, Batik Mangrove dan Batik Enggang.

 

"Pemerintah tidak bisa intevensi karena memang banyak jenisnya. Kalau soal harga itu murni bisnis antar pengrajin batik," ujar Asdar Ibrahim, Selasa (05/10/2021) siang. 

 

Diapun menyarankan, agar para pengrajin  batik di Bontang agar  lebih meningkatkan mutu dan kualitas produknya. Agar pemasaran batik lokal, bisa menembus pasar Nasional hingga Internasional.

 

"Kalau pasarnya sudah tembus nasional atau bahkan internasional, tentu pendapatannya akan lebih besar. Makanya kami dorong untuk perbaiki kualitas  produk yang dihasilkan," pungkasnya. 

 

Sebelumnya diberitakan,  Pengrajin batik tulis Sri Wahyuni (57) mengeluhkan belum adanya ketetapan nilai jual batik lokal, membuat harga kerajinan tak menentu di pasaran.

 

Akibatnya terjadi kesenjangan di tingkat pembeli  yang begitu jauh, ketika kerajinan ini dijual dengan harga yang ditentukan secara mandiri.

 

Sri menyatakan seharusnya Pemkot Bontang ikut serta mengakomodir semua pengrajin batik di Kota Bontang untuk berembuk menentukan harga satuan standar per lembar kain batik tulis.

 

Jika harga standar itu telah ditetapkan, maka memudahkan para pengrajin dalam mengajukan penawaran di instansi pemerintah maupun perusahaan.

 

"Sebenarnya harga standar itu yang belum kami dapatkan. Harapan kami pemerintah berperan juga menentukan harga ini," ucapnya, dikonfirmasi beberapa waktu lalu. (Adv)

 

 

Penulis : M.Safril

Editor  : Umil Surya

Article Lainnya


PLN Ajak Swasta Bisnis Charging Mobil Listrik, Dijamin Cuan!

PLN Ajak Swasta Bisnis Charging Mobil Listrik, Dijamin Cuan!

PARADASE.id - PT PLN (Persero) terus berupaya mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, salah satun...

Pasang Tarif PCR di Atas Ketentuan, Siap-siap Lab Ditutup Pemerintah

Pasang Tarif PCR di Atas Ketentuan, Siap-siap Lab Ditutup Pemerintah

PARADASE.id - Pemerintah akan menutup laboratorium yang mematok harga tes PCR di atas tarif tertingg...

Siap-siap! Mau Ada Bansos Rp 300 Ribu di Akhir Tahun

Siap-siap! Mau Ada Bansos Rp 300 Ribu di Akhir Tahun

PARADASE.id - Puluhan kabupaten/kota dipastikan kebagian dana Bantuan Sosial (Bansos) sembako pada N...

Hasil Liga 1: Bhayangkara FC Depak Persib dari Puncak Klasemen Usai Bungkam Borneo

Hasil Liga 1: Bhayangkara FC Depak Persib dari Puncak Klasemen Usai Bungkam Borneo

PARADASE.id - Bhayangkara FC bungkam Borneo FC 2-1 pada pekan ke-9 Liga 1 2021 di Stadion Moch Soebr...

JELAJAH