Kembali ke Artikel
IWAKA : Untuk Wanita Kalimantan yang Beretika dan Berbudaya Ist
06 Sep/2021

IWAKA : Untuk Wanita Kalimantan yang Beretika dan Berbudaya

PARADASE.id - Angin laut perairan selat Makassar mengembuskan hawa sejuk di kulit. Cuaca pukul 17.00 di Bontang Kuala menguarkan terang yang lelah. Terik merapuh dalam genggam petang yang semakin kokoh.

 

Di area terbuka yang viewnya adalah pesisir laut,  Para perempuan dalam kebaya melayu hijau Jamrud  duduk rapi menunggu acara dimulai. Wajah mereka ramah dalam balutan masker berwarna lembut. Lalu hadirin berdiri, menegakkan bahu dan memokuskan pandangan pada daun pintu untuk menyambut tamu.

 

Seorang perempuan baya memasuki area  kafe yang digunakan sebagai tempat acara.

 

Bertempat di kafe Kapal, Najirah SE Wakil Walikota Bontang memberikan sambutan dalam peringatan sewindu berdirinya Ikatan Wanita Kalimantan (IWAKA).

 

Najirah memulai sambutannya dengan mengatakan bahwa dirinya dan IWAKA tidak berjarak karena adalah anak suku asli Kalimantan. Menurut Najirah seorang perempuan harus memiliki jiwa mandiri dan berani menghasilkan karya bernilai ekonomi. 

 

Peran ganda perempuan menuntut sikap siap siaga  menopang tiang keluarga walaupun sejatinya pencari nafkah utama adalah tugas pokok kaum lelaki. Akan tetapi adanya partisipasi perempuan dalam meningkatkan income memberi dampak positif bagi diri dan keluarganya.

 

Bukan sekadar menganjurkan pemberdayaan perempuan dalam peningkatan income rumah tangga, dengan kapasitas dan wewenang yang dimilikinya sebagai pejabat publik, Najirah memberikan angin segar berupa dukungan pelatihan keterampilan praktis yang akan berdampak langsung dalam menghasilkan produk usaha untuk kepentingan berniaga. 

 

Dalam kesempatan tersebut Milda Ranggen ketua IWAKA, menyampaikan harapan terbesar dalam upaya peningkatan kualitas sumber manusia. 

 

Wanita Kalimantan menurutnya perlu memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan agar tercipta cita-cita menjadi suku bangsa yang berbudaya. 

 

 

Ist
Ist

 

Dengan belajar melalui budaya untuk menjadi manusia berbudaya maka terbentuk sikap penghargaan dalam dirinya. Sebagai sebuah karakter, menghargai harus dimulai dari diri sendiri. 

 

“Siapa lagi yang akan menghargai diri kita kalau bukan empunya diri.” kata Milda dalam sambutan.

 

Jadi mulailah menempatkan diri menjadi seseorang yang berharga melalui pengetahuan etika dan membudayakannya. 

 

Berbudaya adalah tentang cara menempatkan sikap yang tepat dalam kondisi yang  mengikutinya. Melalui organisasi sosial dan kemasyarakatan di IWAKA, Milda menunjukkan fakta tentang sumbangsih organisasi dalam membantu anggota mengasah kemampuan dan keterampilan warganya. 

 

Iwaka adalah rumah besar. Sebuah tempat berkumpul, belajar, dan melatih keterampilan. Di masa datang, Milda mengharapkan peran aktif wanita Kalimantan dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah Kota Bontang khususnya dalam gerakan kebudayaan. 

 

“Jangan jadi penonton di rumah sendiri.” ucap Milda yang hadir didampingi Aserani, sang suami.

 

Budaya adalah bagian yang menyatu dalam hidup manusia. Manusia sebagai pelaku budaya sekaligus menjadi pencipta sebuah budaya. Sebagai info, Suku asli yang mendiami pulau Kalimantan terdiri dari tujuh suku besar, yaitu Banjar, Kutai, Dayak, Melayu, Tidung, Paser, Berau (Indrayani : Pusaka Bakuda: 2019). Dari ketujuh suku tersebut yang paling dikenal adalah Banjar, Kutai, Dayak atau BAKUDA.  

 

Penduduk asli Kalimantan adalah suku Dayak. Dari suku Dayak besar itu mereka membelah diri dalam lebih dari 402 subetnis Dayak yang tersebar di seluruh penjuru Kalimantan. Dari Utara, Selatan, Tengah, Timur, Barat, dan sebagian di Malaysia.

 

Menyatukan banyak kepala dengan pemikiran yang berbeda bukan masalah mudah, namun berkat kerjasama dan dukungan anggota maka beberapa kesulitan selama menjalankan organisasi bisa dikelola.

 

Dalam peringatan puncak HUT IWAKA ke-X Ketua panitia Hajjah Aisyah melaporkan kegiatan yang dilakukan seperti ; santunan kemanusian terhadap anggota yang terdampak wabah covid-19. 

 

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada anggota. Acara dimeriahkan oleh paduan suara para juara lomba mars IWAKA dan pemotongan kue ulang tahun.

 

Dalam acara tersebut diumumkan lomba juara lomba menyanyikan Mars IWAKA. Juara II atas nama Siti Faida dan juara I atas nama Fatty Sukarsi. Hadiah pemenang berupa piagam lomba dan cindera mata diserahkan oleh Najirah SE dan Milda Ranggen. (*)

 

 

Penulis : Rusmiati Indrayani

Article Lainnya


Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

PARADASE.id - Chelsea harus susah payah mengalahkan Watford 2-1. The Blues diakui bermain buruk dan ...

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

PARADASE.id - Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan satu kasus infeksi Covi...

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

PARADASE.id - Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup 74 anak dan cucu usaha milik PT Pertamina (Per...

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

PARADASE.id - Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengungkapkan kejengkelannya pada calon CPNS yang curang ...

JELAJAH