Kembali ke Artikel
Istana Presiden dan Masjid Bakal Dibangun di Penajam Pemandangan Penajam Kalimantan Timur. Foto: Ig: @kaltimku
29 Aug/2019

Istana Presiden dan Masjid Bakal Dibangun di Penajam

PARADASE.ID. Presiden Joko Widodo sudah memutuskan lokasi ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tahap awal pemindahan ibu kota baru tersebut ditargetkan terlaksana pada awal tahun 2024. 

 

Istana Presiden dan masjid akan menjadi bangunan pertama pemerintahan yang akan berdiri di Penajam Paser Utara. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembangunan dan pemindahan ibu kota akan dilakukan dalam dua tahap.

 

Tahap pertama adalah pembangunan lahan seluas 6.000 hektare (ha) di Penajam Paser. Di sana akan dibangun distrik pemerintahan, yang diharapkan sudah rampung tahun 2024 mendatang.

 

Distrik pemerintahan itu meliputi istana presiden, kantor kementerian, gedung parlemen, dan apartemen untuk hunian para pegawai negeri. "Ibu kota baru ini mengembangkan hunian vertikal, bukan landed house," kata Bambang dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Kamis (29/8) siang.

 

Yang menarik, menurut dia, bangunan yang paling awal berdiri di ibu kota baru itu adalah istana presiden dan masjid. "Perdana Menteri Malaysia pernah cerita ke Presiden (Jokowi), istana dan masjid yang pertama kali ada di ibu kota baru Malaysia (Putrajaya)," kata Bambang.

 

Selanjutnya, tahap kedua adalah pembangunan berbagai sarana pendukung aktivitas ibu kota baru tersebut. Lokasinya di Kabupaten Kutai dengan luas lahan 40 ribu ha. Lahan tersebut juga meliputi kawasan Bukit Soeharto.

 

"Sengaja dimasukkan biar pemerintah pusat lebih mudah melakukan rehabilitasi dan reforestrasi kawasan tersebut," ujarnya. Bambang menambahkan, pembangunan ibu kota baru itu menganut konsep smart, green, beautiful, dan sustainable. "Jadi konsepnya 'green'," katanya.

 

Sebelumnya, Bambang pernah mengatakan, pembangunan konstruksi ibu kota baru ditargetkan mulai berjalan pada akhir 2020. Sedangkan proses pemindahan pemerintahan mulai dilakukan empat tahun kemudian. Pada Senin lalu (26/8), Jokowi telah mengumumkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia.

 

Ada lima alasan pemilihan wilayah tersebut. Pertama, minimnya risiko bencana alam yang akan melanda ibu kota baru, yaitu banjir, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, gempa bumi, hingga tanah longsor. Kedua, lokasinya strategis di tengah Indonesia. Ketiga, dekat dengan dua kota yang telah ada dan terus berkembang yakni Balikpapan dan Samarinda. Keempat, infrastruktur Kalimantan Timur yang relatif lengkap. Kelima, sudah tersedia lahan dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektare. (***)

 

 

 

Penulis      :Zuajie

Editor       :AKbar

Sumber       :katadata

Article Lainnya


Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Normalisasi Sungai Solusi Tercepat Penanganan Banjir di Bontang

Paradase.id - Penanganan banjir menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bontang. Salah satu upaya yang dilaku...

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Sesuai Harapan, Indonesia 3 Besar Peringkat Sea Games 2021 di Vietnam

Paradase.id - Kontingen Indonesia mengakhiri SEA Games 2021 di posisi ketiga klasemen medali. Berdas...

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Mobil AmbulanMU Diresmikan, Basri rase: Diharapkan Meringankan Beban Warga yang Membutuhkan

Paradase.id - Wali Kota Bontang Basri Rase menghadiri sekaligus meresmikan peluncuran mobil AmbulanM...

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Indonesia Sumbang Medali dari Cabor Bowling

Paradase.id - Medali perunggu diraih oleh Putty Insavilla Armein, Sharon Adelina L Santoso, Shinta C...

JELAJAH