Kembali ke Artikel
Iran Order Barang Impor dengan Mata uang Kripto, Umumkan Kabar itu Lewat Twitter Penambangan Cryptocurrency sekarang menjadi kegiatan industri resmi di Iran setelah mendapat persetujuan dari kabinet negara tersebut. (Foto: yahoo)
11 Aug/2022

Iran Order Barang Impor dengan Mata uang Kripto, Umumkan Kabar itu Lewat Twitter

Paradase.id - Iran membuat sebuah langkah berani. Pertama kalinya Iran membuat pesanan (order) impor resmi menggunakan cryptocurrency. Langkah ini disebut dapat memungkinkan Iran menghindari sanksi AS yang telah melumpuhkan ekonomi.

 

Pesanan impor bernilai US$10 juta, akan memungkinkan negara itu berdagang dengan negara lain tanpa perlu terlibat dengan sistem keuangan global yang didominasi dolar. Tidak disebutkan uang kripto apa yang digunakan dalam transaksi tersebut, Tulis media Tasnim dan dilansir dari Reuters, Kamis (11/8/2022).

 

"Pada akhir September, cryptocurrency dan smart contract akan digunakan secara luas dalam perdagangan luar negeri dengan negara-negara target," kata seorang pejabat dari Kementerian Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan di Twitter.

 

Amerika Serikat memberlakukan embargo ekonomi yang hampir total terhadap Iran, termasuk larangan impor termasuk dari sektor minyak, perbankan, dan pengiriman negara itu.

 

Teheran adalah salah satu ekonomi terbesar yang belum merangkul teknologi cryptocurrency, lahir pada tahun 2008 sebagai alat pembayaran yang bertujuan untuk mengikis kontrol pemerintah atas keuangan dan ekonomi.

 

Tahun lalu, sebuah penelitian menemukan bahwa 4,5% dari semua penambangan bitcoin terjadi di Iran, sebagian besar alasannya karena listrik murah di negara itu. Penambangan cryptocurrency dapat membantu Iran menghasilkan ratusan juta dolar yang dapat digunakan untuk membeli barang impor dan mengurangi dampak sanksi.

 

Republik Afrika Tengah (CAR), salah satu negara termiskin di dunia, juga telah merangkul kripto. Ini menjadi negara Afrika pertama yang membuat tender legal bitcoin pada bulan April, dan bulan lalu meluncurkan koin digitalnya sendiri.

 

El Salvador tahun lalu juga mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, meskipun proyek tersebut telah dilanda skeptisisme publik di tengah jatuhnya harga kripto. (Sumber: CNBC Indonesia/Roy)

 

Editor: Faizah

Article Lainnya


Sejumlah Sekolah di Bontang Keluhkan Sapras yang Tidak Layak Pakai, Ini Tanggapan Dewan

Sejumlah Sekolah di Bontang Keluhkan Sapras yang Tidak Layak Pakai, Ini Tanggapan Dewan

BONTANG - Sejumlah sekolah di Bontang hingga kini masih mengeluhkan banyaknya sarana prasarana (sapr...

Rencana Pemkot Bontang Beri Penghargaan Pahlawan, DPRD Sambut Positif

Rencana Pemkot Bontang Beri Penghargaan Pahlawan, DPRD Sambut Positif

BONTANG-- Rencana Pemerintah Kota Bontang yang berencana memberi penghargaan kepada tim sebelas pemr...

Bakhtiar Wakkang Minta UPT Maksimalkan Fungsi Pelayanan ke Pedagang Pasar Tamrin

Bakhtiar Wakkang Minta UPT Maksimalkan Fungsi Pelayanan ke Pedagang Pasar Tamrin

BONTANG - Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar...

Agus Haris: Revisi RTRW Bontang Berdampak Pengembangan Investasi Industri

Agus Haris: Revisi RTRW Bontang Berdampak Pengembangan Investasi Industri

BONTANG---- Menyambut pemindahan Ibu kota negara (IKN Nusantara) ke Kalimantan Timur Wakil Ketua DPR...

JELAJAH