Kembali ke Artikel
Inway Radio
21 Jul/2020

Inway Radio

21 Jul 2020 In Way

Inway #105


Inway edisi ini adalah yang ke-105. Inway 105 menandai edisi pertama tulisan ini tayang sebagai konten yang disiarkan oleh sebuah station radio.

 

Inway akan hadir mengudara menjumpai pendengar juga pembaca di Radio Buana Kota Bontang 101,5 FM. Program udara ini sedikit tertunda karena saya telah mengumumkannya sejak bulan April dan menjanjikan awal Mei sudah mengudara. Namun terkekang karena kesibukan  Radio Buana FM yang sedang menjalani kegiatan Evaluasi dengar pendapat (EDP).

 

Sebagai salah satu radio yang mengantongi izin resmi dari Komisi Penyiaran Indonesia, Radio Buana harus memersiapkan segala persyaratan administrasi diperlukan guna mendapatkan  perpanjangan izin penyelenggarakan radio komersil. Tahun 2020 Radio Buana melakukan kegiatan Evaluasi Dengar Pendapat yang ke-empat kalinya. EDP digelar setiap empat tahun sekali dengan KPID Provinsi KALTIM sebagai tuan rumah atau panitia penyelenggara.

 

Inway akan menjumpai ruang dengar Mitra Buana (red; mitra buana adalah sebutan untuk pendengar radio buana) setiap Senin pukul 20.00-21.00 wita dengan model siaran tandem yang dipandu seorang pewawancara radio.

 

Dalam persiapan perdana yang tayang pada 20 Juli 2020, Mbak Uya penyiar yang mewawancarai saya melontarkan pertanyaan ; sekitar pemikiran yang melatari lahirnya inway, ide setiap tulisan, dan konten tulisan serta harapan saya sebagai penulis inway.

 

Pertama Pemikiran Seputar Kelahiran Inway.

 

Saya harus berterus terang bahwa inway adalah ide direktur media ini yang terinspirasi dari kolom Dis’Way, catatan Dahlan Iskan yang terbit setiap hari pukul 4.00. itu setahun lalu sekitar awal bulan Juni 2019. Sebelum inway edisi pertama tayang, seturut dengan pemotongan pucuk tumpeng dalam rangka kelahiran media online paradise.id. 26 Juni 2019, Kami sekeluarga dan crew paradise.id mengaminkan seluruh niat baik manajemen untuk menyebarkan luaskan informasi yang menjadi hak publik. Sebagai sebuah media Paradise.id adalah sebuah kanal media arus utama yang berada di tengah berita. Tidak bergerak di satu pihak. Sebagai fungsi penyiaran, pemberitaan peristiwa diturunkan secara berimbang dan mendalam. Mendalam atau emic adalah kemampuan awak media memainkan teknik wawancara dalam menggali data sebelum disajikan ke hadapan pembaca. Inilah yang menjadi ciri khas media ini.

 

Sebagai media arus utama paradise.id hadir dalam kecepatan memburu berita. Misi kami bukan mengabarkan peristiwa begitu saja namun memberi sentuhan kedalaman supaya ketahanan nilai berita panjang usianya. Konten inway dimaksudkan memperkuat niat tersebut. Tulisan yang hadir dalam kanal inway merupakan tema lintas peristiwa dengan cara pandangan (point of view) orang pertama ; seorang aku. Saya penulis konten merasa tersanjung menerima hadiah kanal ini. Secara tersirat sejatinya inway adalah blog pribadi Indrayani yang dipublik-kan. Disuguhkan ke ranah publik sebagai konsumsi bacaan ringan.

 

Pemimpin redaksi Paradise.id menyerahkan kepada saya untuk meramu ide dan tema tulisan. Secara ringkas isi tulisan inway adalah gado-gado pemikiran yang didasarkan pada pengalaman empiris. Peristiwa sehari-hari yang saya jalani. Jika pada suatu hari saya bepergian, misalnya ke luar kota dan singgah di sebuah tempat, saya menuliskannya di sini. Inway menampung cerita apa saja yang ingin saya hanyutkan dalam kata-kata. Suatu ketika saya main ke luar Bontang dan menikmati makanan sehat dengan saos mayones, sambil mengudap makanan tersebut alunan easy musik menambah kehangatan rasa dan kenyamanan suasana di ruang berpenyejuk udara.

 

Di lain waktu saya banyak membahas masalah keseharian kami sebagai keluarga. Interaksi warga rumah antara orangtua dan anak-anak dan hubungan antar saudara. Tidak dinafikan bahwa masalah konflik hubungan ibu dan anak perempuan. Saya tulis sekilas, tentu saja bukan berarti membuka aib keluarga dengan sengaja. Pernik-pernik masalah adalah sandungan yang kurang nyaman dalam pergaulan. Sebagai seorang pribadi saya tentu saja tidak sempurna, sebagai ibu sesekali saya membuat kesalahan. Masalah butuh dibicarakan untuk menemukan di mana letak sumbatannya.

 

Dalam upaya membuka titik macet persoalan, kuncinya menurut saya adalah komunikasi dua arah. Kerelaan para pihak untuk mendengarkan. Membuka telinga dan hati tentang apa yang sesungguhnya dirasakan pihak lain. Kesedian memberikan hati berpengaruh kuat dalam membereskan sumber masalah yang mengganjal perasaan. Kami membiasakan terbuka membicarakan perkara rasa dan  meja makan adalah sarananya. Kerap beberapa persoalan mendapatkan pemaafan di saat makan. Setelah perut terisi dan diri siap beraksi, segala kerumitan pikiran sudah menguap seperti piring kotor yang dicuci di wastafel oleh setiap orang.

 

Apa Materi inway yang paling Paling Menarik ?

 

Saya cukup berpikir untuk menjawab ini karena tidak menyangka ada pertanyaan materi menarik. Menarik atau tidak dalam tulisan ini tergantung pada pembaca. Jika boleh menyebut satu tema. Tulisan mengenai kucing adalah salah satu yang memiliki kesan tersendiri di hati saya. Meskipun lebih banyak menulis nama ke-empat anak-anak saya bukan berarti tulisan selain kucing tidak penting. Bagi saya, menulis adalah pelepasan jiwa yang membuat perasaan menjadi teramat bahagia  ; selain soal pekerjaan, tentu saja.

 

Cerita tentang seekor kucing berbulu kuning. Chin-chin namanya adalah sesuatu yang sulit lupa. Kucing peliharaan warga rumah. Saya bukan penyuka binatang dan anehnya; banyak kucing berdatangan ikut kost di rumah kami, silih berganti dari dulu. Memiliki seekor kucing dan menjatuhkan rasa cinta padanya adalah sesuatu yang tidak biasa. Saya takut mencintai karena tidak siap ditinggalkan. Sementara pikiran itu hanya ada di balik pikiran, ternyata kenekatan saya dengan chin-chin membuktikan sebuah ketakutan. Setahun di belakang, saya ikut-ikutan menyukai sang kucing jantan. Pada suatu hari dengan kepala dan mata sendiri, saya mengikuti gerakan kaki si jantan muda yang melenggang keluar rumah dari arah teras belakang. Ia memberi punggung yang saya ketahui itulah akhir cerita. Pagi itu saat menyalami perpisahan dengan mata, saya pikir chin-chin cuma BAB atau paling jauh jantan itu memenuhi hak biologisnya sebagai kucing dewasa.

 

Satu dua hari, saya masih santai hingga berminggu-minggu kemudian. Riffat mengatakan dari hasil gogling di internet dan informasi seorang temannya yang penyuka kucing. Kucing akan pergi dari rumah karena kawin atau mati. Dibagian kawin saya ikut bahagia. Pada kata mati saya merasakan ada yang sakit di balik dada, kemudian pernyataan tentang mati didukung oleh Arif. Arif sepupunya anak-anak bilang seekor kucing akan memilih tempat yang sepi untuk mati. Kucing ingin mati dalam suasana senyap. Duh. Pupus sudah segala asa. Saya harus bisa merelakannya. Saya ingat seseorang pernah berkata bahwa : ia pergi bukan karena benci namun akibat terlalu dalam mencintai. Rasa cinta yang membawa petaka raga. Saya tidak tahu kucing jantan berbulu kuning itu ada pada tesis bagian mana.

 

Harapan Saya Sebagai Penulis Inway.

 

Pernyataan ini wajar dan standar ditanyakan seorang penyiar. Sesaat  saya butuh bernapas terlebih dahulu.

 

Saya tidak punya harapan apa-apa saat merencanakan penjadi penulis inway. Seperti kehidupan yang mengalir begitu saja, saat itu ide membangun media ini salah satunya supaya saya memiliki wadah latihan. Tempat membiasakan diri menulis secara rutin. Itu saja. Media ini menjadi hilir yang mewadahi hasil pengamatan atas kehidupan.

 

Pernyataan tentang harapan menyadarkan saya satu hal; orang hidup harus memiliki tujuan.

Tujuan itulah yang memandu arah berkarya seorang penulis. Jadi apa tujuan saya menulis ?

 

Menulis untuk ibadah. Jika bukan untuk saya berarti adalah amal jariyah dari guru menulis saya. Ia yang mengenalkan dasar-dasar menulis, mengontrol kebiasaan saya dan memberikan kritik yang luar biasa. Dari situ saya belajar bahwa seseorang butuh orang lain mengganggu hatinya. Butuh orang lain menyuluh jalan supaya apa yang dipelajarinya tidak sia-sia.

Article Lainnya


DPRD dan Pemkot Bontang Sepakat Harus Ada Kajian Tandingan Klaim Aman PT IMM

DPRD dan Pemkot Bontang Sepakat Harus Ada Kajian Tandingan Klaim Aman PT IMM

PARADASE.id - Wacana pemanfaatan air dari bekas lubang tambang batu bara PT Indominco Mandiri (IMM) ...

Dalam Bayang-bayang Banjir Musiman

Dalam Bayang-bayang Banjir Musiman

MASIH kental di ingatan Romi Rizka, ia bersama warganya di RT 41 Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontan...

Salah Persepsi Hingga Abai UU Kerap Sebabkan Perselisihan Hubungan Industrial

Salah Persepsi Hingga Abai UU Kerap Sebabkan Perselisihan Hubungan Industrial

PARADASE.id – Perselisihan hubungan kerja masih kerap terjadi antara pekerja dan perus...

Kasus Narkotika Dominasi Persidangan PN Bontang, Banyak Pelaku Tak Jera Meski Dihukum Berat

Kasus Narkotika Dominasi Persidangan PN Bontang, Banyak Pelaku Tak Jera Meski Dihukum Berat

PARADASE.id – Terhitung sejak Januari hingga Juli 2020, Pengadilan Negeri (PN) Kota Bontang te...

JELAJAH