Kembali ke Artikel
Ied Mubarak 1442 H Istimewa
16 May/2021

Ied Mubarak 1442 H

16 May 2021 In Way

 

Inway #143

Oleh : Rusmiati Indrayani

 

Lebaran, Nasi yang dipadatkan dan Tentang Memaafkan

 

Saya memaafkan. Bagaimana Kamu ?

Semoga kita saling memaafkan.

Selamat Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriyah / 13 Mei 2021 Masehi.

Minal aidzin wal faizin. Maaf lahir batin. 

 

Meminta maaf dan memberi maaf di hari fitri dalam waktu bersamaan sudah menjadi momentum dan budaya. Walaupun stok maaf terbatas di hari lebaran, agaknya saldo maaf tetiba menggemuk dan melimpah. Memberi maaf adalah tentang menghadirkan maaf itu sendiri sehingga baik permintaan maupun pemberian sama-sama menumbuhkembangkan emosi positif. 

 

Meminta maaf adalah perbuatan yang super power dan mulia sedangkan memberi maaf merupakan tindakan terpuji yang luar biasa. Kemenangan menaklukkan ego pribadi atas nama kesadaran diri sebagai hamba bertuhan. Mereka yang lulus dari seleksi ini, telah merdeka dari perbudakan oleh nafsu sendiri. Meskipun meminta dan memberi maaf bisa dilakukan sepanjang waktu namun terasa afdhol sekaligus tersamar jika mengharap rela atas segala silaf  bertepatan dengan momentum hari raya. 

 

Mari menjadi pemenang dengan berani berlapang dada.

 

Memaafkan. 

Eh Apakah berarti saya sudah dimaafkan ? 

 

Lebaran dan Sajian Nasi yang Dipadatkan, Bertebar Rempah Bergelimang Santan.

 

Lebaran adalah tentang sebuah perayaan. Lazimnya  sebuah perayaan, di meja makan keluarga akan  terhidang aneka masakan bermutu pekat santan padat rempah. Sajian nasi yang dipadatkan tersebut disandingkan dengan menu berat berbahan protein hewani, seperti ; sapi dan ayam.

 

Sebut saja opor, namanya akan sempurna menjadi lontong opor hasil persatuan antara nasi yang dipadatkan kemudian mendapatkan siraman kuah bersantan, yaitu : ayam dimasak opor. Apapun teman nasi, kelengkapan yang terdiri dari bumbu, rempah dan santan menjadi tiga sejoli yang mengikatkan diri. Kreasi mereka tampil menjelma dalam nama ; rendang, kalio, gulai, kare, opor, dan seterusnya. Bersantan dan berempah, makanan “bermutu” yang diburu. Walaupun praktisi kesehatan sangat menganjurkan untuk mengurangi asupan masakan tersebut. Setidaknya orang dengan perhatian ekstra ketat karena keluhan penyakit tertentu atau yang peduli  kesehatan pun mengendap-endap untuk menyentuhnya dengan alasan “mencicipi”. Toh Idulfitri hanya setahun sekali. Bagi pecinta makanan bersantan, jenis-jenis berempah kuat dan bersantan pekat adalah kuliner kesayangan yang terus diburu. Makanan bergelimang minyak ini selalu mendapatkan tempat di hati penggemarnya. Termasuk saya.

 

Balik ke butiran ketupat dengan segala turunannya. Dalam pelaksanaannya olahan ketupat dapat dibungkus daun maupun plastik transparan. Perihal nasi yang dipadatkan ini, Indonesia dibagi dalam dua wilayah lebaran, yaitu Indonesia bagian ketupat dan Indonesia bagian lepat. Untuk wilayah Indonesia bagian Barat seperti Jawa dan Sumatera berlaku zona ketupat sedang zona lepat ada pada daerah Indonesia bagian Tengah, misalnya Kalimantan dan Sulawesi. Kedua wilayah baik wilayah ketupat atau lepat garisnya bertemu pada satu prinsip ; sajian nasi yang dipadatkan.

 

Dari aspek produksi, pembuatan ketupat dan lepat lebih rumit ketimbang memasak nasi biasa yang selesai dengan cara ditanak maupun dikukus dengan dandang. Apalagi pada zaman teknologi sekarang, kemudahan menyiapkan nasi putih banyak diambil alih oleh alat penanak nasi modern. Caranya cukup dengan menekan tombol “cook”, maka secara otomatis beras yang telah dicuci dan diisi air menanak dirinya hingga masak.

 

Tidak demikian dengan penyajian ketupat dan lepat. Meskipun sama-sama berbahan dasar beras, proses pengerjaannya membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Membuat ketupat atau lepat membutuhkan perlengkapan lain berupa daun pisang untuk lepat dan daun kelapa untuk ketupat dan detail perlengkapan yang mengikutinya.

 

Definisi ketupat berdasarkan pengalaman adalah sebuah “kantong” terbuat dari jalinan daun kelapa muda untuk menampung beras yang  dimasak menjadi ketupat. Proses menuju masak menghajatkan waktu sekira tiga jam hingga enam jam bahkan lebih. Semakin lama proses merebusnya semakin mesra nasi yang dipadatkan.

 

Mengingat proses pelaksanaan yang rumit dan butuh waktu maka pembuatan ketupat dan lepat sebagai nasi padat bukanlah tanpa alasan. Salah satunya adalah pertimbangan filosofi. 

 

Tradisi menghidangkan nasi yang dipadatkan sebagai sajian lebaran mengandung nilai filosofi mendalam tentang ; pemutihan kesalahan dan ketulusan memaafkan. 

 

Pemikiran tentang adanya upaya pembuatan ketupat dan lepat dan keikhlasan yang mengikutinya tidak terlepas dari pertimbangan filosofis. Realita tentang cara pembuatannya itu sendiri sudah mengundang tersedotnya energi. Tenaga yang dikeluarkan, waktu yang dibuthkan dan pengawasan terhadap ketinggian muka air dandang yang menuntut tetap aman. 

 

Untuk apa seseorang mau melakukan pekerjaan rumit seperti itu ? 

 

Jawabannya adalah ; demi sebuah nilai ; kebaikan, keikhlasan dan manfaat. 

 

Membuat ketupat dan lepat butuh usaha ekstra. Apalagi jika mengerjakan sendiri atau mendapatkan ketupat dan lepat dengan cara tidak membeli. Terdapat nilai kepuasaan dan rasa menghargai yang tinggi. Kepuasaan didapatkan setelah mampu menyelesaikan pekerjaan hingga ketupat masak dan diangkat dari dandang. Kepuasan meningkat apabila anggota keluarga menikmati sajian ketupat dengan lahap. Rasa menghargai adalah ungkapan terima kasih atas hadirnya ketupat di meja makan keluarga. Rasa syukur terhadap nikmat berpuasa dan berhari raya serta bentuk terima kasih terhadap perjuangan dan jasa orangtua dalam melayani kebutuhan keluarga. 

 

Selain tentang manfaat, filosofi pembuatan ketupat adalah tentang epistemologi atau cara. Cara meminta maaf yang elegan melalui “ketupat” dan lepat. Lepat dalam bahasa Jawa berarti “kesalahan”. 

 

 

foto ; koleksi Indrayani
foto ; koleksi Indrayani

 

 

 

Dalam pembuatan ketupat dan lepat di hari raya, makna terdalamnya adalah ungkapan penyesalan dan pengakuan rasa bersalah. Hilirnya permintaan maaf. 

Adanya ketupat dan lepat dan kesalahan yang ditumpuk, memadat dan kurang perhatian seolah menjadi bagian dalam simbol ketupat. Menghadirkan ketupat dan lepat mengandung makna simbolis permintaan maaf kepada manusia dan permohonan ampun kepada Allah ta’ala. Pekerjaan panjang dan lelahnya raga yang dibutuhkan dalam proses pembuatan ketupat dan lepat menjadi semacam sarana perjuangan menuju hasil terbaik, yaitu Ampunan dari Allah ta’ala. Substansi ketupat adalah kenyataan bahwa dosa itu ada. Dosa sebanyak bintang di langit dan hitungan butir pasir di pantai dan gabungan antara keduanya akan terhapus dengan keinginan pelaku dosa melepaskan diri darinya. Bertaubat secara sungguh-sungguh atau taubatan nasuha adalah tangga permohonan ampun secara maksimal. Allah saja malu jika tidak mengampuni hambanya yang bersungguh-sungguh ingin kemnbali kepadaNya. 

 

Allah Maha Lembut Dan Maha Penyayang. Sangat mudah bagiNya merepaikan dosa yang melekat pada diri hamba. Bertaubat dengan ketupat dan lepat bukan hanya sekedar budaya. Simbol konkret ini adalah bagian dari kepercayaan dan pemahaman beragama yang napasnya mengembus dalam jiwa hamba. Hamba yang percaya adanya hari pembalasan dan kemurahan ampunan Tuhan. Allahu’alam.

Article Lainnya


Patroli Penegakan Prokes, Masih Banyak Masyarakat Bontang Acuh Protokol Kesehatan

Patroli Penegakan Prokes, Masih Banyak Masyarakat Bontang Acuh Protokol Kesehatan

PARADASE.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bontang melakukan patroli gabunga...

Lilin Itu Kini Menjadi Mercusuar

Lilin Itu Kini Menjadi Mercusuar

Pada 30 September 2020, Faizah memulai kolaborasi kami dalam Diary of Auckland. Masih teringat jelas...

Cegah Penularan Meluas, Pemkot Bontang Canangkan Tes Swab Massal

Cegah Penularan Meluas, Pemkot Bontang Canangkan Tes Swab Massal

PARADASE.id – Angka kasus positif Covid-19 kembali meningkat selama pekan terakhir. Pemkot Bon...

Kasus Positif Bontang Melonjak, Penertiban Ketat Bakal Diberlakukan

Kasus Positif Bontang Melonjak, Penertiban Ketat Bakal Diberlakukan

PARADASE.id - Peningkatan angka kasus konfirmasi positif virus corona di Bontang membuat Tim S...

JELAJAH