Kembali ke Artikel
HMB Cabang Bontang Kecam Aksi Kekerasan Dekan dalam Aksi Damai Mahasiswa Unijaya Tangkapan layar video dugaan aksi kekerasan saat aksi damai yang digelar BEM Unijaya Bontang, Selasa (28/9/2021).
29 Sep/2021

HMB Cabang Bontang Kecam Aksi Kekerasan Dekan dalam Aksi Damai Mahasiswa Unijaya

PARADASE.id – Aksi kekerasan seorang dekan salahsatu fakultas di Universitas Trunajaya (Unijaya) saat menghadapi demonstrasi mahasiswanya memancing reaksi organisasi kemahasiswaan di Kota Bontang.

 

Ketua HMB Cabang Bontang A. Zulfikri mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum dosen terhadap sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi tuntutan pada Selasa (28/9/2021) kemarin.



Zulfikri mengatakan, tindakan oknum dosen itu tidak mencerminkan sosok pendidik yang justru menciderai kebebasan berpendapat terlebih di kawasan kampus. Selain itu, ucapan tidak pantas yang dilontarkan oknum dosen tersebut juga dirasa sangat berlebihan. Serta tidak mencerminkan seorang pendidik yang mestinya dapat bertindak lebih bijak.



“Tindakan tersebut sangat kita sayangkan terjadi, sebab reaksi tersebut sangatlah berlebihan,” ungkapnya, Rabu (29/9).



Ia mengatakan, sikap arogan bahkan menggunakan cara-cara kekerasan tak pantas ditunjukkan sosok pengajar terlebih dosen. Lebih jauh, ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di lingkungan kampus khususnya yang ada di Kota Bontang. Jangan sampai pergerakan mahasiswa terbatasi akibat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.



“Kita harap tidak ada lagi kejadian seperti ini terjadi, khususnya di kampus yang ada di Bontang,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Selasa (28/9/2021) kemarin, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Unijaya menggelar aksi damai di halaman kampus Unijaya, Jalan Taekwondo, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

 

Dalam aksi itu, massa aksi menyampaikan empat poin tuntutan, di antaranya; menuntut diberikannya Kartu Hasil Studi (KHS) kepada mahasiswa Semester III, V dan VII Unijaya sebelum 30 September 2021 kendati perkuliahan telah dimulai sejak 20 September lalu.

 

Kemudian meminta agar aktivitas perkuliahan sejak 30 September 2021 dan seterusnya akan tetap dilanjutkan sebagaimana mestinya.



Ketiga, menuntut atau meminta atribut dan kelengkapan mahasiswa berupa almamater, kaos, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), kartu perpustakaan dan kelengkapan lain yang dianggap perlu, diperuntukkan bagi mahasiswa semester III dan mahasiswa lain yang belum menerima.



Lalu, mahasiswa juga menuntut ketersediaan sarana dan prasarana dalam melaksanakan perkuliahan (fasilitas perkuliahan daring, zoom meeting, dan hal lain yang dianggap perlu, untuk menunjang proses perkuliahan online atau offline). (*)

 

Editor: Qadlie Fachruddin

Article Lainnya


Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

Berhasil Lawan Watford, Tuchel: Chelsea Menang Beruntung

PARADASE.id - Chelsea harus susah payah mengalahkan Watford 2-1. The Blues diakui bermain buruk dan ...

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

Arab Kemasukan Varian Omicron Jelang Jamaah RI Bisa Umroh

PARADASE.id - Otoritas Arab Saudi mengumumkan bahwa pihaknya telah menemukan satu kasus infeksi Covi...

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

Erick Thohir Tutup 74 Anak dan Cucu Pertamina Hingga Telkom

PARADASE.id - Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup 74 anak dan cucu usaha milik PT Pertamina (Per...

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

Curang Saat Tes, 252 Peserta CPNS Didiskualifikasi

PARADASE.id - Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengungkapkan kejengkelannya pada calon CPNS yang curang ...

JELAJAH