Kembali ke Artikel
Habitat Dasar Laut Lebih Sensitif Akibat Laut yang Memanas Habitat bawah laut (Foto: Google)
15 Jun/2022

Habitat Dasar Laut Lebih Sensitif Akibat Laut yang Memanas

Paradase.id -  Ada berbagai dampak yang terlihat saat laut menjadi lebih panas. Penelitian terbaru menyebut, laut yang menghangat membuat predator di sana menjadi lebih aktif. 

 

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan kondisi tersebut berpotensi menganggu keseimbangan yang telah ada selama ribuan tahun. 

 

Hasil studi tersebut berdasarkan analisis yang dilakukan oleh para ilmuwan Smithsonian, terhadap predator di laut Atlantik dan Pasifik pada suhu yang lebih tinggi. 

 

"Butuh ribuan tahun untuk mencapai keadaan ini (kenaikan suhu), dan kemudian tiba-tiba kita menaikkan suhu pada tingkat yang lebih tinggi. Kami benar-benar tahu implikasi dari kenaikan suhu itu," kata Gail Ashton, penulis utama studi dan ahli kelautan di Smithsonian Environmental Research Center (SERC).

 

Dikutip dari Eureka Alert, Selasa (14/6/2022) penelitian sebelumnya telah menunjukkan bawa predator lebih aktif di daerah tropis karena suhu yang lebih tinggi cenderung meningkatkan metabolisme hewan. 

 

Tapi bukti empiris dari studi yang lebih kecil bertentangan. Selain itu hanya sedikit penelitian yang mencoba menjawab pertanyaan utama tentang bagaimana hewan yang menjadi mangsa predator menghadapi tekanan itu, sehingga dapat menunjukkan seperti apa lautan yang lebih hangat di masa depan. 

 

"Perairan yang lebih hangat membuat hewan menjadi lebih aktif dan membutuhkan lebih banyak makanan. Mangsa merekalah yang harus membayar untuk peningkatan aktivitas itu," ungkap Emmett Duffy, direktur jaringan Marine Global Earth Observatory Smithsonian (MarineGEO). 

 

"Ini menunjukkan, bahwa laut yang memanas dapat melihat perubahan besar dalam kehidupan habitat dasar laut yang sensitif," katanya lagi.

 

Studi baru yang melibatkan tim internasional yang dipimpin oleh Smithsonian dan Temple University ini melakukan penelitian di 36 lokasi di sepanjang pantai Atlantik dan Pasifik Amerika. 

 

Di setiap situs penelitian, para peneliti kemudian melakukan tiga percobaan yang sama predator dan mangsa. 

 

Untuk percobaan pertama mereka melacak aktivitas predator secara keseluruhan menggunakan semacam umpan dan menambahkan sepotong cumi-cumi kering untuk menarik ikan. 

 

Setelah satu jam, peneliti memeriksa berapa banyak cumi-cumi yang telah dimakan. Hasilnya mengkonfirmasi kecurigaan mereka bahwa di lokasi yang lebih hangat, predator menjadi lebih intens. Sementara di perairan yang lebih dingin predasi turun. 

 

"Ambang batas suhu ini mewakili titik kritis ekologis dalam ekologis laut pesisir, di mana intensitas pemangsa meningkat. Dengan perubahan iklim akan lebih banyak perairan pesisir yang melebihi titik kritis itu dan secara mendasar mengubah fungsi ekosistem di sana," terang peneliti. (Kompas)

 

[FRM]

Article Lainnya


Indonesia Lolos Ke Final AFF U-16 2022

Indonesia Lolos Ke Final AFF U-16 2022

Paradase.id - Timnas Indonesia U-16 maju ke final Piala AFF U-16 2022. Garuda Asia mengalahkan Myanm...

Iran Order Barang Impor dengan Mata uang Kripto, Umumkan Kabar itu Lewat Twitter

Iran Order Barang Impor dengan Mata uang Kripto, Umumkan Kabar itu Lewat Twitter

Paradase.id - Iran membuat sebuah langkah berani. Pertama kalinya Iran membuat pesanan (order) impor...

Waduh, Indonesia Menjadi Negara dengan Keamanan Siber Paling Buruk di Dunia

Waduh, Indonesia Menjadi Negara dengan Keamanan Siber Paling Buruk di Dunia

Paradase.id - Berdasarkan data PR Digital Reboot yang berbasis di Inggris, skor bahaya siber di dala...

KPK Perpanjang Masa Penahanan Mantan Wali Kota Yogyakarta

KPK Perpanjang Masa Penahanan Mantan Wali Kota Yogyakarta

Paradase.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka suap izin pe...

JELAJAH