Kembali ke Artikel
Gubernur Sudah Persentasi, Selangkah Lagi Kaltim Jadi Ibukota Perjuangan pemindahan ibukota negara, Gubernur Kaltim saat menghadiri rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan di istana negara. (FOTO:tribunnews)
09 Aug/2019

Gubernur Sudah Persentasi, Selangkah Lagi Kaltim Jadi Ibukota

PARADASE.ID. Rencana pemindahan pusat pemerintahan (Ibukota) negara dari Jakarta ke Pula Kalimantan makin santer diberitakan.

 

Kabar terbaru, Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan, Kaltim memiliki potensi besar ditunjuk oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi lokasi perpindahan ibukota negara yang baru.

 

Hal tersebut dikatakan Isran melihat dari terpenuhinya seluruh persyaratan Kaltim menjadi lokasi pusat pemerintahan Indonesia.

 

"Sudah 90 persen pusat pemerintahan Indonesia pindah ke Kaltim," ujar Gubernur Isran disambut riuh ramai tepuk tangan para tamu undangan yang hadir pada Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kaltim, Kamis (8/8), di Ruang Auditorium Utama, Kantor BPK Perwakilan Kaltim, Jalan M Yamin, Samarinda.

 

Meski demikian, Isran menyatakan, hal itu bukan berarti membuat Kaltim menjadi percaya diri. Secara syaratan sebagai ibukota negara, Isran menegaskan Kaltim sudah memenuhi syarat.

 

Dilihat dari sisa sosial, Kaltim merupakan daerah tempat berkumpulnya seluruh etnis, suku, agama dan kelompok. Dan sampai ini, wilayah Kaltim tidak pernah terjadi konflik SARA.

 

"Syarat kita sudah terpenuhi. Selain sosial, dilihat dari lingkungan kita juga tidak pernah mengalami bencana kebakaran hutan," katanya saat ditanya media usai acara Sertijab Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim.

 

Bahkan lanjut Isran, sejak 2015 lalu sampai sekarang sudah tidak ada lagi kebakaran hutan. Sudah turun sampai 85 persen. Kalaupun ada, itu titik-titik api kecil saja orang membakar sampah.

 

Ditanyakan, apakah Gubernur sudah mempresentasikan kesiapan Kaltim menjadi lokasi ibukota negara di hadapan Presiden Jokowi, Isran menuturkan, bahwa presentasi sudah dilakukan di hadapan Presiden Jokowi pada Selasa (6/8) lalu.

 

Presentasi dilakukan Gubernur Isran usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Istana Negara, Jakarta.

 

"Senin (5/8) itu kan ada masalah pemadaman listrik di Jakarta. Kemudian, keesokan harinya setelah Rakor Karhutla di Istana, saya diminta presentasi.

 

Namanya kita ini anak buah dipanggil juragan besar, ya kita nurut apa yang diperintahkan. Jadi, kita sampaikan semuanya secara singkat di hadapan Presiden," ungkapnya.

 

Dibeberkan pula oleh Isran, pelaksanaan presentasi singkat yang dilakukan olehnya itu selain dihadiri langsung Presiden Jokowi, turut juga mendamping Menteri Sekretaris Negara dan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.

 

"Jadi, di sana, kita sampaikan semua soal aspek sosial, kemanan dan lingkungan kepada Presiden.

 

Terutama, bagaimana persiapan kita kalau Kaltim itu ditunjuk sebagai lokasi perpindahan ibukota.

 

Intinya, pemerintah dan masyarakat itu mendengar dan taat. Pertemuan itu juga dihadiri Mensesneg dan Deputi Bappenas," bebernya.

 

Dikaitkan dengan kunjungan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ke Samarinda, Isran tidak mau berspekulasi terlalu jauh. Namun, ia mengungkapkan, tidak mengetahui apakah ada maksud dan tujuan kedatangan jenderal bintang 4 tersebut.

 

"Ya ngobrol-ngobrol biasa saja dengan Pak Panglima. Saya juga tidak tahu, apakah ada kaitannya soal perpindahan ibukota negara ke Kaltim. Itukan urusan beliau. Saya tidak tahu. Tapi, kita memang ada bercerita soal keamanan di Kaltim. Saya menjelaskan kaltim merupakan daerah aman," paparnya menjelaskan.

 

Siap Buka Jaringan

 

Rencana pemindahan ibukota memang menjadi topik menarik menghiasi ruang informasi publik belakangan ini. Dua nama wilayah paling santer tersiar di media adalah Kaltim dan Kalteng.

 

Anggota DPR RI terpilih pada Pileg 2019 asal PDI Perjuangan, Irjen Pol (Purn) Safaruddin siap berupaya mendorong agar Presiden Jokowi memutuskan ibukota negara pindah ke Kalimantan Timur.

 

"Saya turut mendorong melalui link, jaringan yang kami miliki. Kami juga senang bila Presiden Jokowi memutuskan Kaltim jadi ibukota negara. Pastinya daerah ini bakal mengalami perubahan jauh lebih cepat," ungkapnya kepada Tribun, Rabu (7/8) di Hotel Inna Grand Bali Beach.

 

Perjuangan merebut hati pemerintah untuk menjatuhkan pilihannya ke Kaltim tidak mudah.

 

Menurut Safaruddin, pemerintah provinsi juga harus serius merayu pemerintah pusat. Bisa meyakinkan bahwa ada beribu peluang baik bila ibukota pindah ke Kalimantan Timur.

 

"Pemerintah provinsi lagi berusaha supaya ke sana. Tapi, kan, tergantung dari kajian yang dilakukan tim. Respon dari pemerintah daerah diperlukan," tuturnya.

 

Perjuangan pemindahan ibukota negara, tak bisa ditampik sarat akan kepentingan politik. Saat disinggung apakah Safaruddin pernah bertukar pikiran, memberikan gambaran Kaltim kepada unsur pimpinan partai di pusat, khususnya PDI Perjuangan sebagai partai pendukung Jokowi, ia enggan berkomentar lebih lanjut.

 

"Cukup. Gak boleh itu. Yang penting saya tetap berusaha semampu saya mendorong kebijakan pemindahan ibukota negara ke Kalimantan," jelasnya. (***)

 

 

Penulis                                 :Zuajie

Editor                                    :Akbar

Sumber                                : tribunnews.com

Article Lainnya


Kondisi Membaik, Marc Marquez Tambah Porsi Latihan untuk MotoGP 2022

Kondisi Membaik, Marc Marquez Tambah Porsi Latihan untuk MotoGP 2022

PARADASE.id - Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku kondisinya saat ini sudah membaik, ba...

Persiapan Haji 1443 H, Kemenkes Sudah Rekrut 1.827 Petugas Kesehatan

Persiapan Haji 1443 H, Kemenkes Sudah Rekrut 1.827 Petugas Kesehatan

PARADASE.id - Meski kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M belum pasti, namun Kem...

Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru Melonjak 10 Kali Lipat

Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru Melonjak 10 Kali Lipat

PARADASE.id - Harga tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melonjak lima hi...

Kronologi Ghozali Jadi Miliarder karena Selfie hingga Ditagih Pajak

Kronologi Ghozali Jadi Miliarder karena Selfie hingga Ditagih Pajak

PARADASE.id - Sultan Gustaf Al Ghozali alias Ghozali Everyday mendadak viral usai berhasil menjual g...

JELAJAH